Renungan Harian Remaja, 13 April 2020

Bacaan: Bilangan 11:4-23

Di dalam kehidupan ini siapa manusia yang tak pernah bosan? Setiap manusia pasti pernah yang mengalami kebosanan? Entah itu bosan dengan makan-makanan itu aja, bosan karena pekerjaan, bosan di rumah aja atau bahkan bosan hidup. Dalam KBBI bosan memiliki arti sudah tidak suka lagi karena sudah terlalu sering atau jemu.

Lalu apakah bosan itu berdosa? Tidak dan itu merupakan hal yang wajar. Namun yang membuat bosan itu berdosa adalah tindakan yang dilakukan akibat tidak dapat mengatasi rasa bosan tersebut.

Contohnya adalah Umat Israel ketika di padang gurun dalam perjalanan ke Tanah Kanaan. Mereka bersungut-sungut kepada Tuhan karena bosan memakan Roti Manna setiap hari.

Bilangan 11:5-6 (TB)  Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih. Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat.”

Akibat dari tidak dapat mengatasi rasa bosan ini, Umat Israel bersungut-sungut dan membuat Tuhan kecewa pada mereka. Dalam

Bilangan 11:20b (TB) karena kamu telah menolak TUHAN yang ada di tengah-tengah kamu dan menangis di hadapan-Nya dengan berkata: Untuk apakah kita keluar dari Mesir?.”

Jika Umat Israel tidak bersungut-sungut atas perasaan bosan memakan Roti Manna dan mengungkapkan kepada Tuhan dengan cara yang benar, pasti rasa bosan itu tidak akan menghasilkan dosa.

Lalu bagaimana bersikap secara tepat dan benar dalam menghadapi sebuah rasa bosan?

Pertama, adalah kita perlu beristirahat sejenak dari segala macam aktivitas yang kita kerjakan, kemudian kita dapat merenung dan berdiam dibawah kaki Tuhan.

Matius 11:28 berkata, Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”

Dengan datang kepada Tuhan akan membantu melegakan perasaan bosan di dalam hidup kita, Ia akan menyegarkan jiwa dan hati kita.

Kedua, kita dapat mengerjakan hal-hal yang baru dan bervariasi tapi tentunya hal yang positif.

Contohnya, saat ini pemerintah menyuruh kita untuk diam di rumah dan tidak keluar kemana-mana. Tentunya hari-hari awal di rumah akan terasa menyenangkan, namun di hari-hari berikut bisa menjadi sebuah kebosanan. Ketika kebosanan itu melanda coba mengerjakan hal-hal yang berbeda ketika di rumah. Misalnya saat pagi hari kita bersaat teduh dibawah kaki Tuhan, lalu berolahraga, lanjut memasak atau membersihkan rumah, kemudian membaca buku atau menonton film, dilanjutkan ngobrol bersama dengan keluarga, atau melakukan video call dengan para sahabat dengan media sosial.

Kita dapat merencanakan hal-hal positif apa yang akan dikerjakan di pagi hari dan mengevaluasinya di malam hari. Usahakan seproduktif mungkin di rumah, dan jangan berdiam diri dengan bermain handphone saja atau hal-hal yang itu saja. Dengan mengerjakan hal-hal positif yang berbeda, akan membantumu mengatasi sebuah perasaan bosan.

Ketiga, dengan cara menghargai hidup dan mengucap syukur kepada Tuhan atas kebaikan yang Tuhan kerjakan selama ini.

Coba lihat sekeliling kita, dan hitung berkat-berkat yang telah Tuhan berikan untuk kita.

Pemazmur dalam Mazmur 90:12 dan 14 berkata,

“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu, supaya kami bersorak-sorai dan bersukacita semasa hari-hari kami.”

Bersyukur adalah bentuk terimakasih atas segala hal yang Tuhan berikan dalam hidup ini. Rasa syukur berkaitan erat dengan kebahagian hidup, semakin kita banyak bersyukur, semakin kita akan merasa bahagia. Dengan kita berbahagia akan menjadi penolong dalam mengatasi sebuah kebosanan.

Di hari ini apakah kita sudah bersyukur kepada Tuhan? dan apakah kita sudah merencanakan hal-hal positif yang membantu kita produktif dalam menjalani kehidupan ini?. Jika belum, yuk bersaat teduh sebentar dibawah kaki Tuhan, mengucap syukur atas rahmat-Nya dan jangan lupa buat rencana kegiatan positif yang membuatmu dirimu produktif.  Selamat beraktivitas dan menjalani hari yang indah, Tuhan Yesus memberkati.

Komitmenku hari ini

Aku mau menjadi Remaja yang mengisi hari-hariku dengan hal-hal yang baik, menata kehidupanku dengan lebih bijaksana.

AE ~ AS