Renungan Harian Youth, Jumat 26 Juni 2020

Bacaan Firman: Ayub 2: 1 – 10

Syalom rekan-rekan Elohim youth … sudah siap diberkati oleh Firman Tuhan. Ayo siapkan hatimu supaya Firman TUhan bisa tertanam dengan baik.

Sebelumnya ada sebuah cerita nih …

Setiap pagi bel rumah Natalie selalu berbunyi karena akan selalu ada kurir yang mengantarkan bingkisan berupa kue bolu bundar dengan ukuran cukup besar yang dikirimkan pada dirinya. Hal itu ia peroleh karena rumah Natalie berdekatan dengan sebuah pabrik roti yang memang setiap paginya mengirimkan roti kepada beberapa tetangga terdekat. Akan tetapi di pagi itu kue tersebut terlihat berbeda dari kue biasanya karena kue tersebut tidaklah dalam keadaan utuh tetapi terdapat satu potongan yang telah hilang. Hal itu pun menjadi topic pembahasan yang cukup panjang di hari itu.

Rekan-rekan youth … Sadar tidak sadar, hari-hari ini kita sedang berada pada situasi yang mirip dengan kisah di atas. Tanpa ada sesuatu hal yang salah yang kita lakukan, tiba-tiba kita tidak mendapatkan apa yang biasanya kita dapatkan. Pekerjaan, penghasilan, kebebasan, kesehatan, dan kebersamaan bagi sebagian besar orang terasa seperti diambil dari kehidupannya. Setiap orang merasakan perubahan terjadi pada kehidupannya entah itu besar atau kecil. Tidak sedikit juga kita merasa ketidakadilan terjadi dalam kehidupan kita yang membuat kita mungkin mengeluh dan menyalahkan keadaan ini.

Ayub adalah orang yang sangat mengerti arti dari sebuah pemberian.

Ayub adalah orang yang saleh, jujur, takut akan Tuhan, dan mejauhi kejahatan (Ayub 1:1). Ia juga merupakan orang yang terkaya dari semua orang di sebelah Timur (1:3). Dari semua hal yang ia miliki, ia sama sekali tidak merasa bahwa itu semua adalah hak yang wajar ia dapat, atau memang itu karena usahanya sendiri. Ia sangat mengerti bahwa itu adalah pemberian Tuhan.

Disaat segala sesuatu tiba-tiba hilang dalam sekejap dalam kehidupannya, Ayub tidak menjauh dari Tuhan tetapi ia menerima itu semua sebagai bagian yang memang harus diterimanya.

Ayub 1:21b, “Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil terpujilah Tuhan”.

Ayub mengerti bahwa Tuhan dapat mengambil semua yang Ia telah berikan dan Ayub tetap menetapkan hati untuk sadar bahwa segala sesuatu adalah pemberian dari Tuhan.

Dimasa-masa seperti ini, kita diajarkan oleh Tuhan untuk tetap menetapkan hati bahwa segala hal yang ada pada kita adalah pemberian dari Tuhan dan bukan usaha kita.

Amsal 10:22, “Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya”.

Tuhan mau agar di masa-masa pandemi seperti ini, kita dapat belajar dan sadar bahwa semua manusia tidak berdaya apa-apa bahkan pada sebuah virus sang berukuran sangat kecil. Kita juga sama sekali tidak memegang kendali pada diri kita bahkan apa yang akan kita hirup saja kita tidak dapat menentukan.

Marilah kita sama-sama untuk dapat bergantung sepenuhnya pada Tuhan, kita harus mengerti siapa Tuhan yang kita sembah dan siapa kita sebenarnya. Mari sama-sama kita tetap bersyukur pada apa yang telah Tuhan beri, Tuhan ambil, dan yang masih Tuhan percayakan pada diri kita.

Dalam situasi banyak hal yang hilang ini … mari kita tetap berfokus pada sebagian roti yang masih Tuhan berikan pada kita, dan bukan pada bagian roti yang telah hilang.

Masih terlalu banyak alasan kita bersyukur untuk kebaikan Tuhan, kalau kita sehat, masih bisa makan, ornag tua kita masih bisa bekerja walaupun dalam keadaan yang berat ini bukankah kita masih bisa menyakstikan PEMELIHARAAN ALLAH yang ajaib dalam kehidupan kita.

Terkadang Tuhan mengijinkan ada sesuatu yang hilang supaya kita, belajar untuk bersyukur … jangan melakukan yang sebaliknya dengan terus komplain kepada Tuhan.

Akhirnya rekan-rekan youth … kalua ada diantara kalian yang mulai sering kompalin kepada Tuhan, kiranya renungan ini mengingatkan kita untuk belajar bersyukur kepada Tuhan didalam segala sesuatu, dan katakan “TRIMA KASIH TUHAN UNTUK PEMELIHARAAN-MU SAMPAI HARI INI”

Mazmur 136:1  Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.

Komitmenku Hari ini :

Aku mau belajar untuk selalu bersyukur atas kebaikan Tuhan, dan aku semakin menyadari akan penyertaan dan pemeliharaan Tuhan yang ajaib dalam hidupku.

BG – AC