Renungan Harian, Selasa 26 Januari 2021

Yakobus 5:7, Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.

Saat kita bekerja diladang Tuhan, sudah tentu kita pasti akan menghadapi keadaan keadaan yang menantang. Bila kesulitan itu tampak besar dan kelihatannya terlalu berat untuk kita pikul, kita mulai kehilangan kesabaran.

Melalui Yakobus, Allah mengajar kita untuk menghadapi keadaan dengan belajar dari petani. Dimasa lalu, tidak perkiraan cuaca dengan satelit, penyiram air otomatis, pestisida, pupuk kimia, atau kendali suhu yang menolong petani untuk bercocok tanam. Setelah si petani selesai membajak sawahnya dan menaburkan benih, ia hanya dapat menunggu Tuhan. Petani tidak mempunyai kendali dalam keadaan itu, dan ini mendesaknya untuk tetap sabar dan menaruh kepercayaannya kpd Allah.

Bagaimana agar kita bisa menjadi sabar seperti si petani dimasa kesukaran?

1. Tetap memusatkan perhatian kepada Tuhan.

Yakobus mendorong kita untuk meneguhkan hati dan tetap tegar, menyadari bahwa kedatangan Tuhan sudah semakin dekat

Yakobus 5:8, Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 

Dalam hidup yang singkat dibumi ini, apabila kita meyakini bahwa kita adalah bagian dari rencana Allah, maka kita akan tahu bahwa “yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan”.  1 kor 3:7

2. Tahan lidah kita.

Disaat kita menghadapi tekanan yang tinggi, kita cenderung bersungut sungut. Namun, Yakobus memperingatkan kita, Kita perlu mengawasi bahasa dan apa yang kita katakan. Ada banyak hal yang tidak penting terjadi karena dampak perkataan kita yang tidak bijaksana.

“Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu”. Yakobus 5 : 9 .

 “Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman” (Yakobus 5:12).

3. Belajar dari teladan teladan kesabaran dalam penderitaan

Yakobus menyebutkan Ayub dan nabi nabi dengan berkata,

“ Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan” (Yakobus 5:10).

Bagi kita, teladan teladan ini dapat kita lihat pada hamba hamba Tuhan, dan pengikut pengikut Kristus. Mari kita belajar dari contoh contoh ini dengan memusatkan perhatian kita kpd Tuhan, menjaga lidah kita dan meneladani orang orang yang hidup benar dihadapan Tuhan.

Apapun kesukaran yang kita alami, sebanyak apapun hal buruk yang terjadi dihidup kita, tetaplah sabar, karena Kasih Tuhan jauh lebih besar dari kesukaran yang kita alami.

Tuhan Yesus Memberkati

YG