Renungan harian youth, jumat 19 feberuari 2021

Halo rekan-rekan Elohim Youth.. Bagaimana kabarnya hari ini, Tetap semangat ya … Yuk kita kembali lagi pada renungan harian

Di zaman saat ini kita hidup di era dimana semua orang menyukai sesuatu yang serba instan. Dalam hal makanan saja orang lebih memilih makanan yang cepat saji  (instan)  dibanding harus repot-repot memasak.  Dalam hal bekerja inginnya cepat dapat pekerjaan yang hebat, ingin cepat dapat gaji besar, ingin cepat naik jabatan, dan sebagainya.  Apa-apa maunya serba instan, kalau bisa tidak perlu kerja keras, tidak perlu usaha mati-matian, tidak perlu merasakan beratnya suatu proses.  Dijalan jika kita mengalami kemacetan pasti bawaannya gak sabar kan ya… 

Jika kita membaca dalam Galatia 5: 22-23 dikatakan bahwa salah satu buah Roh adalah kesabaran. “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”

Disaat pandemi ini kita mungkin perlu yang namanya kesabaran, dengan keadaan seperti ini semua mengalaminya dan semua dituntut untuk bersabar.

Ingat dengan tokoh Alkitab yang bernama Saul, karena mengalami ketakutan saat melihat tentara Filistin, tak sabar menantikan pertolongan dari Tuhan, lalu dia lari untuk mencari pertolongan kepada pemanggil arwah  (1 Samuel 28:4-7).  Bukankah tidak sedikit orang Kristen yang berlaku demikian?  Tidak sabar menunggu waktu Tuhan bertindak, kita pun lari mencari pertolongan lain diluar Tuhan.  Padahal Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang Mahasanggup melakukan segala sesuatu di luar apa yang kita pikirkan.

Kesabaran tumbuh sebagai proses pertumbuhan kedewasaan anak-anak Tuhan, dan karena itu kita harus bersyukur karena selama ada tantangan, kita bisa makin menumbuhkan kesabaran kita.

Kesabaran tidak bisa dipisahkan dari buah Roh yang lain, terutama kelemahlembutan dan penguasaan diri. Dengan adanya tantangan hidup, kita makin sadar bahwa kesabaran, kelemahlembutan dan penguasaan diri hanya bisa tumbuh subur kalau kita dekat kepada Tuhan.

Sebagai umat Kristen mungkin kita terkadang menyesali ketidaksabaran kita dalam hidup ini. Kita tahu bahwa seperti Tuhan yang sabar dalam menantikan manusia untuk kembali kepadaNya, kitapun harus mempunyai kesabaran dalam menghadapi hal-hal yang tidak menyenangkan.

 “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” 2 Petrus 3: 9

Suatu saat waktu saya lagi melihat IG tiba tiba saya diingatkan dengan satu postingan anak muda Kristen tentang sebuah kesabaran yang dibawakan oleh merry riana.  Beliau berkata

“sabar itu bukan diam tanpa kata, bukan juga diam dan menunggu saja, sabar juga bukan pasrah dan tidak melakukan apa apa.  Sabar itu kesediaan untuk berproses hari demi hari.  Kesediaanya untuk memahami meski tidak sehati.  Kesabaran juga sebuah ketaatan, percaya walau belum terlihat mata.  Kesabaran itu bukan hanya soal menanti tapi bagaimana kita menata hati selama menjalani.

Merry Riana

Saya suka dengan ucapan merry riana bahwa Kesabaran itu bukan saja soal menanti tetapi juga soal menikmati, menikmati masa tanam sebelum memanen, menikmati belajar sebelum menjadi pintar.  Menikmati bekerja sebelum kaya raya. Menikmati sendiri sebelum bertemu pujaan hati. Menikmati hujan sebelum melihat pelangi. Untuk kita semua yang mungkin sedang mengalami kesulitan, penderitaan atau pun kekecewaan.. Yang sabaaaar yaa

 “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” 2 Timotius 4: 5

Pagi ini kita diingatkan bahwa sebagai orang percaya, kita tentu ingin mempunyai kesabaran yang tinggi. Jika kita merasa bahwa itu masih sulit dicapai, kita tidak boleh putus asa.

Memang untuk mendapat kesabaran semacam itu kita ternyata harus sabar dan tetap bersemangat untuk menjalankan tugas kehidupan kita.

Komitmen

Apa yang sedang aku Doakan percayalah sedang Tuhan kerjakan.  Bersabar itu memang susah tapi hasilnya pasti indah. Semangat dan selamat menjalani.

CGP – AC