Renungan Harian Youth, Rabu 20 Januari 2021

Matius 27:1-10

Syalom, salam semangat buat rekan-rekan Elohim Youth, semoga rekan-rekan dalam tetap bersemangat apapun tantangan yang harus kita hadapi sepanjang hari ini.

Pernahkah teman teman pergi ke luar kota atau suatu tempat baru, yang belum pernah teman teman kunjungi, dan kalian salah jalan? Dan Ketika bertanya pada warga setempat tentang tempat yang hendak kalian tuju, ternyata kalian sudah melenceng jauh dari tujuan. Semakin lama berada di jalur yang keliru itu, semakin terpisah jauh dari tujuan yang seharusnya.

Dalam kondisi seperti itu, ada beberapa pilihan yang diperhadapkan pada kita.

Yang pertama, terus melanjutkan ke arah yang salah karena kita berpikir kita sudah tersesat terlalu jauh, tanggung, “sudah basah, ya mandi saja sekalian”. Atau
Yang kedua, berhenti dan tidak melakukan apa-apa, atau hanya menyesali kebodohan kita.
Yang Ketiga, segera memutar balik ke arah jalan yang benar dan seharusnya.

Mana diantara ketiga pilihan di atas yang akan kita ambil Seandainya kita mengerti kita sudah salah jalan? Kita pasti tahu pilihan pertama adalah pilihan yang konyol, sayangnya tanpa disadari kita pernah melakukan pilihan pertama dalam keseharian kita.

Saat kita tersadar kita sudah berbuat dosa, bukankah seharusnya kita segera mengambil keputusan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar? Namun kadang kita mengabaikan peringatan Tuhan lalu berpikir, “tanggung, sudah terlanjur berbuat, sekalian saja menceburkan diri”. Pilihan yang kedua memang lebih ‘aman’ dari pilihan pertama, namun hanya berhenti berbuat dosa, hidup dalam penyesalan tanpa kembali ke jalan yang benar, bukanlah pertobatan yang sejati. Karena itu berarti tetap berada di jalur yang salah bukan?

Pilihan yang paling benar adalah pilihan yang ketiga. Berhenti berbuat dosa dan kembali ke jalur yang benar. Sedalam apapun kita jatuh, selalu ada kesempatan bagi kita untuk bertobat. Sejauh apapun kita melenceng dari tujuan Tuhan dalam hidup kita, selalu ada kesempatan bagi kita untuk kembali ke jalan yang benar.

Inilah yang membedakan antara Yudas Iskariot dan Petrus.

Mat 26:75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.
Mat 27:3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua,

Yudas Iskariot sadar bahwa ia telah berbuat dosa dan salah jalan. Sayangnya, bukannya bertobat, yudas malah meneruskan dosanya dengan menggantung diri. Sebaliknya Petrus sadar bahwa ia telah menyangkali Yesus. Namun ia kembali kepada Yesus untuk bertobat dan memperbaiki kesalahannya.

Rekan-rekan, Jangan takut untuk memutar arah saat menyadari bahwa kita sudah salah jalan, ini adalah panggilan Tuhan bagi kita semuanya yaitu Kembali kepada jalan yang benar. Setiap waktu Roh Kudus berbicara kepada kita untuk memanggil Kembali kepada-Nya, meninggalkan segala hal yang salah kepada jalan pertobatan.

Penyesalan atas dosa, adalah Kembali kepada pelukan anugerah dan kasih Allah yang mengampuni segala dosa kita. Jangan berhenti kepada penyesalan tetapi melangkahlah Kembali kepada pertobatan.

Kisah 3:19-20 Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus.

Komitmen ku hari ini

Saat aku menyadari bahwa aku sudah menjauh dari rencana Tuhan dalam hidupku, aku mau segera kembali kepada Tuhan yang benar dan bertobat dari segala jalan yang salah yang sudah aku jalani,

NV – YDK