Renungan Harian Anak, Sabtu 13 Juni 2020

BAHAN BACAAN: MATIUS 5:39-48

Syalom adik adik yang dikasihi Tuhan, sudah pagi lagi ya..sudah ganti hari lagi donk….Tuhan Yesus baik ya adik adik karena kita masih diberi hari baru lagi untuk menjalankan aktifitas pagi ini.

Sudah siap untuk belajar firman Tuhan?? Kita berdoa dulu yaaa….

Adik adik siapa yang pernah lihat kepompong?biasanya bergantungan di atas ranting ranting pohon dan dia akan segera berubah jadi kupu kupu..tahu ya adik adik…

Nah kalau digigit semut pernah gak adik adik? Sakit dan buat gatal yaa…

Kakak punya cerita tentang kepompong dan kupu kupu, coba perhatikan baik baik yaa…

Di suatu hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci, burung, kucing, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari, hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang, menerpa pohon dan daun-daun. Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak dapat menyelamatkan dirinya. Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar hangatnya.

Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah.

Si semut bergumam, “Hmm alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan tidak bisa kemana-mana. Menjadi kepompong memang memalukan! Coba lihat aku, bisa pergi ke mana saja ku mau,” ejek semut pada kepompong. Semut terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang berhasil ditemuinya.

Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap dirinya semakin dalam. “Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek seperti ini,” keluh semut. Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam lumpur. “Tolong! tolong,” teriak si semut.

“Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?” Si semut terheran mendengar suara itu. Ia memandang kesekelilingnya mencari sumber suara. Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah terbang mendekatinya.

“Hai, semut aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek. Sekarang aku sudah menjadi kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku. Lihat! sekarang kau tidak bisa berjalan di lumpur itu, ‘kan?”

“Yah, aku sadar. Aku mohon maaf karena telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?” kata si semut pada kupu-kupu. Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap. Tidak berapa lama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut.

Setelah terbebas, semut mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. “Tidak apa-apa, memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang kesusahan bukan? Karenanya kamu jangan mengejek hewan lain lagi, ya?” Karena setiap makhluk pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh Tuhan. Sejak saat itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib.

Adik adik kalau kita mengasihi orang yang baik sama kita itu adalah hal yang mudah ya…?tetapi bagaimana dengan orang yang berbuat jahat kepada kita?

Tuhan Mau Kita tetap mengasihi bahkan mendoakan orang yang sudah jahat sama kita,memang bukan hal mudah untuk kita lakukan,tapi ini adalah perintah Tuhan dan Tuhan pasti akan berikan kekuatan.

Tuhan juga pasti bangga dan senang saat adik adik  adik bisa memafkan dan mengasihi siapapun yang sudah berlaku jahat kepada adik adik…

Siapa yang mau buat Tuhan Yesus bangga??? Yuxxx sama sama kita belajar untuk saling mengasihi kepada semua orang bahkan kepada orang yang jahat kepada kita sekalipun.
 

Ayat hari ini: Matius 5:44

Tetapi Aku berkata kepadamu:Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

Komitmen ku hari ini:

Tuhan Yesus aku mau belajar mengasihi dan mendoakan orang orang yang berlaku tidak baik kepadaku,karena hal ini menyenangkan-Mu

Adik-adik jangan lupa ya besok ada ibadah online Anak di SUNDAY FUNDAY di chanel youtube Elohim Ministry jam 08.15, ayo adik-adik semua jangan lupa beribadah ya

YC – NJ