Renungan Harian Youth, Selasa 19 Januari 2021

FILIPI 4:2-8

Rekan-rekan youth, diantara kita sering menemukan ada perbedaan pendapat  di dalam sebuah pembicaraan.  Biasanya kita cenderung menganggap bahwa lawan bicara yang berbeda pendapat dengan kita adalah orang yang tidak sepakat dengan kita dan kemudian tiba-tiba tidak ada lagi komunikasi antara kita dengan orang tersebut.  Ada yang pernah alami hal ini?  Mungkin salah satu pemicunya ada di cara berpikir kita.

CARA BERPIKIR MANUSIA menurut Jamal Harwood, terdiri atas 3 cara, yaitu:

Berpikir secara dangkal, Cenderung melihat sesuatu hanya pada permukaannya saja serta mengambil keputusan terhadap suatu perkara tanpa pemahaman menyeluruh.
Berpikir secara mendalam, Berusaha memahami suatu perkara terlebih dahulu sebelum  mengambil keputusan dengan menguji fakta secara mendetail yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Berpikir secara cemerlang, Sebuah proses penelaahan fakta (tidak hanya memahami fakta, namun juga semua hal yang berkaitan dengan fakta.  Caranya adalah kita memperbanyak akan semua hal yang bermanfaat.

Pertanyaannya adalah, sejauh ini kira-kira ada di cara berpikir mana yang kita terapkan selama ini?

Bagaimana jika kita berbeda pendapat dengan Tuhan? Apakaha ada yang salah dengan pemikiran-pemikiran Tuhan terhadap kita? 

Paulus meberikan suatu penekanan terhadap apa saja yang harus dipikirkan manusia dan itu merupakan KEHENDAK ALLAH UNTUK CARA BERPIKIR MANUSIA

FILIPI 4:4, “BERSUKACITALAH” merupakan SUATU KONDISI FISIK YANG DIPERLUKAN SEORANG MANUSIA DALAM MENJALANI KEHIDUPAN sehingga walaupun kita dihadapkan pada, KONDISI KEHIDUPAN KRISTEN YANG BERAGAM… ( I PETRUS 4:13,) kita dapat memikirkan tujuan Tuhan dan memahami itu sebagai hal yang “SESUAI DENGAN BAGIAN YANG KAMU DAPAT DALAM PENDERITAAN KRISTUS.

FILIPI 4:5, “KEBAIKAN” (DARI HATI) yang juga mencakup di didalam kehidupan manusia yang penuh dengan — LEMAH LEMBUT DAN SABAR… yang mungkin berbanding terbalik dengan kondisi dunia yang semakin jahat pada masa kini.

BIL. 12:3, PRIBADI SEORANG MUSA, yang bagi Allah merupakan manusia berhati lembut walaupun dalam kepemimpinnya melihat ada kontradiksi antara keinginan umat Allah yang mementingkan kebutuhannya saja dengan keinginan Tuhan yang ingin Musa belajar menundukkan diri pada setiap keinginan Tuhan bagi keseluruhan bangsa Israel. 

Sehingga benarlah apa yang dikatakan oleh AMS. 16: 32, bahwa ORANG SABAR MELEBIHI SEORANG PAHLAWAN

Rekan-rekan  karakter ayah dari BTP dalam film “a man called ahok.”  Sosok Ayah yang penuh dengan kebaikan hati dalam menolong orang lain dalam segala kondisinya entah dia dalam kelimpahan maupun dalam kekurangan. Sehingga hal ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Ahok untuk meneladani ayahnya

FILIPI 4:6, salah satu pikiran yang Tuhan ingin dikontrol oleh manusia adalah “JANGAN KUATIR”

Menurut MAT. 6:25-27, arahan Tuhan bagi manusia yang kuatir bahwa kekuatiran itu pun tidak dapat menambah sehasta dalam jalan hidup manusia. Yang bila dipahami dengan sederhana kuatir itu sama sekali tidak membawa keuntungan di dalam hidup manusia.  Hal ini bertentangan dengan apa yang Tuhan pikirkan bagi manusia karena KUATIR artinya: GELISAH, rasa CEMAS yang melanda pikiran manusia.

Oleh sebab itu ingatlah bahwa ALLAH MEMELIHARA HATI DAN PIKIRAN MANUSIA DENGAN DAMAI SEJAHTERA YANG MELAMPAUI SEGAL AKAL (Flp. 4:7) dan marilah di dalam hati kita memelihara pemikiran-pemikiran yang sama dengan apa yang Tuhan pikirkan tentang kita.

Milikilah cara pikir yang diselaraskan dengan pikiran Kristus, sehingga semua yang kita lakukan dan harapkan sesuai dengan kebenaran dan kehendak Tuhan.

Seperti di dalam Filipi 4:8:

Pikirkanlah…SEMUA YANG DISEBUT KEBAJIKAN DAN PATUT DIPUJI,
karena itu melatih kepedulian kita;
SEMUA YANG SEDAP DI DENGAR,
supaya kita dapat mengendalikan perkataan kita;
SEMUA YANG MANIS;
supaya kita selalu mengucap syukur
SEMUA YANG SUCI,
supaya hati kita terus tertuju kepada Tuhan;
SEMUA YANG ADIL,
supaya tindakan kita tidak merugikan orang lain;
SEMUA YANG MULIA,
supaya kita selalu ingat siapa kita dihadapan Allah
SEMUA YANG BENAR
supaya Firman Tuhan menguasai hidup kita.

Komitmen kita:

Aku mau menjadi anak Tuhan yang mau belajar dan menyelaraskan diri dengan pikiran-pikiran Tuhan tentang kehidupanku.

Tuhan Yesus Memberkati

RM – MLE