Renungan Harian, Kamis 26 November 2020

Jika kita memperhatikan salah satu brand sepeda motor yang cukup terkenal, maka ada dua kata yang menjadi semacam semboyan yang cukup sederhana tetapi sangat menarik karena menggunakan bahasa Indonesia, dan dua kata yang dimaksud adalah SATU HATI (saudara tentu mengerti brand sepeda motor yang saya maksud).

Dua kata tersebut cukup memiliki pengaruh yang kuat, karena ada dorongan bagi setiap kita untuk memiliki persatuan dan unsur-unsur yang terkandung di dalam kata tersebut.

Alkitab juga memberikan sebuah dorongan semangat persatuan yang ditujukan kepaa setiap umat Tuhan.  Hal ini merupakan sebuah seruan dari Rasul Paulus kepada jemaat di Roma untuk menyatukan hati dengan tujuan untuk mempermuliakan Tuhan.

ROMA 15:6,
SEHINGGA DENGAN SATU HATI DAN SATU SUARA KAMU MEMULIAKAN ALLAH DAN BAPA TUHAN KITA, YESUS KRISTUS

Setelah menyampaikan dua nasihat di ayat-ayat sebelumnya, kepada jemaat di Roma, Paulus memberikan seruan untuk hidup yang memberi dampak.  Dalam hal ini, Rasul Paulus ingin supaya orang-orang Kristen sepaat dalam segala hal agar dapat memuliakan Tuhan bersama-sama.

Jika kita melihat di masa lampau, Alkitab menyaksikan bahwa LAWAN DARI KESATUAN ADALAH PERPECAHAN. Tetapi Kisah Menara Babel menjadi tanda bahwa Tuhan Allah pernah mengacaukan kesatuan manusia. Kesatuan yang dikacaukan Allah pada masa itu adalah keinginan manusia yang tidak diperkenankan Tuhan Allah. Manusia hanya ingin menunjukkan kepada Allah betapa kemampuan menjadi lebih besar jika bersatu.  Tetapi Allah membuat bahasa manusia menjadi banyak sehingga manusia pun tidak dapat mencapai sasaran dari keinginan mereka.

ALLAH MAU MANUSIA MENJADI SATU MENURUT CARA YANG BERKENAN KEPADA ALLAH

Menjadi Satu Hati merupakan langkah awal untuk hidup sesuai tujuan Tuhan bagi setiap umat-Nya.

PAULUS memberikan pemahaman kepada setiap jemaat untuk menjadi SATU HATI UNTUK MEMULIAKAN TUHAN.  Untuk dapat memahami arti dari kesatuan hati, maka kita diarahkan untuk hidup dalam tuntuntan firma Allah yang mengajarkan kita:

1 KOR. 1:10 – seia-sekata; SEPAKAT. 
Langkah untuk menjadi satu hati dimulai dari perkataan.  Jika kita seia sekata dalam banyak perkara maka kita terhindar dari perpecahan.  Namun dalam asas musyawarah kita seringkali menemukan adanya perbedaan pendapat.  Hal ini bukan berarti jika kita berbeda pendapat kita tidak memiliki satu hati. 

Tetapi dalam konteks pekerjaan Tuhan dan memuliakan Allah, segala obsesi dan ambisi pribadi kita dipinggirkan demi kepentingan Tuhan yang berlaku atas kita.

FILIPI 1:27 – satu iman;
Paulus menggunakan istilah BERPADANAN DENGAN INJIL KRISTUS.  Dalam hal mengiring Tuhan dalam sebuah komunitas (gereja), kita mendapatkan makanan rohani yang sama, bimbingan yang sama dan hasilnya kita bertumbuh bersama dalam kasih Tuhan.  Namun tujuan Tuhan untuk kesatuan iman ini adalah supaya setiap umat Tuhan berdiri teguh dalam pemahaman yang benar mengenai iman kepada Tuhan.  Jika iman kita terarah pada tujuan Tuhan untuk kehidupan kita, maka segala tindak-tanduk kita akan berpadanan dengan Injil Kristus.

FILIPI 2:2,3 – satu kasih;
kasih yang hidup di dalam kita akan menjadikan kita orang yang TIDAK MENCARI KEPENTINGAN SENDIRI. Kehidupan Paulus telah menginspirasi orang percaya untuk hidup dalam kasih Allah.  Ambisi-ambisinya sebelum mengenal Tuhan merupakan sebuah tujuan hidup yang menginginkan pujian sia-sia.  Tetapi ketika ia menikmati kasih Allah, hidup telah diubahkan dan menganggap pekerjaan dan tujuan Allahlah yang utama dalam hidupnya.  sehingga kasih Allah yang dalam diri manusia akan membentuk kehendak diri kita menjadi selaras dengan tujuan Tuhan.

Dalam hal menjadi satu hati, kita diarahkan untuk kepentingan yang lebih besar dalam memahami tujuan Tuhan.  Satu hati didalam Tuhan memberikan arahan bagi kita untuk sepakat dalam kepentingan Tuhan, sehingga berdampak dalam kehidupan kita yang berpadanan dengan Injil Kristus dan pada akhirnya segala kehendak diri kita menjadi selaras dengan tujuan Tuhan bagi kehidupan kita

Tuhan Yesus Memberkati

RM