Renungan Harian, Kamis 03 Desember 2020

“mengapa satu rasa berlari
mengejar segala perbedaan
yang seharusnya tak ada di batas bening jiwa

Kita semestinya satu hati meraih cinta
jangan ada lagi perbedaan”

Penggalan bait dalam sebuah lirik lagu ini mungkin popular di era tahun 1990an yang dibawakan oleh salah satu grup band popular di Indonesia.  Jika kita memerhatikan kata-kata di dalam lirik tesebut, maka kita menemukan bahwa semestinya manusia tidak perlu ada perbedaan jika bisa menyatukan hati.

Terlepas dari maksud utama dari rangkaian lirik dari lagu tersebut, kita seharusnya menyadari bahwa kerinduan yang besar dari Tuhan bagi umat-Nya adalah dengan adanya sebuah Kesatuan Hati.

TUHAN YESUS pada malam menjelang Ia disalibkan, mengutarakan doa-Nya kepada Bapa di sorga untuk semua umat manusia.

DOA YESUS – YOHANES 17:11

“Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.”

Yesus Kristus adalah Pribadi yang paling mengerti kebutuhan utama dari para murid-murid-Nya.  Ia bahkan mengerti kondisi bangsa Israel pada waktu itu sebagai daerah jajahan Kerajaan Romawi.  Tetapi perhatikanlah apa yang menjadi doa kudus dari Yesus untuk para pengikut-Nya tersebut.  Yesus tidak berdoa supaya mereka menjadi kaya dan hebat di dunia ini, atau supaya mereka mendapat kedudukan yang tinggi dan dihormati, melainkan supaya mereka tidak jatuh ke dalam dosa dan supaya mereka diperlengkapi untuk melaksanakan kewajiban mereka dan kemudian hidup bersama dengan Yesus Kristus di dalam kekekalan.

Dari sini kita dapat memahami bahwa tujuan Tuhan supaya manusia menjadi satu bukan untuk kehidupan sementara di dalam dunia, melainkan sampai masuk ke dalam kehidupan yang kekal.

Adapun tujuan Tuhan untuk kesatuan manusia bermanfaat untuk:

1. Yoh. 17:12, supaya TIDAK ADA SATU PUN YANG BINASA.

Tujuan dari perkataan itu bukan untuk hidup dalam tubuh yang fana sampai Yesus datang kembali, melainkan sebuah perlindungan dari Allah kepada manusia yang walaupun tubuh jasmani merosot, tetapi hidup dengan tubuh kemuliaan oleh karena pengharapan yang besar akan kekuasaan dan kerajaan Yesus Kristus.  Sebagaimana orang jahat ditetapkan untuk  mengalami hari kebinasaan, demikian pula orang benar dipelihara untuk mengalami kehidupan yang penuh berkat rohani dari Allah.

Yoh. 17:18, karena SEMUANYA ADA DALAM TUJUAN ALLAH. 

sama halnya ketika Allah Bapa di sorga memiliki tujuan untuk penyelamatan umat manusia dengan mengutus Yesus Kristus datang ke dunia, kesatuan hati untuk tujuan-tujuan Allah yang besar.  Yoh. 14:12, Yesus berkata bahwa  semua yang percaya kepada-Nya akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari apa yang Yesus lakukan.  Sehingga untuk mencapai pada sasaran yang Allah tetapkan kepada setiap umat-Nya, maka pertimbangkanlah terlebih dahulu untuk memiliki kesatuan hati.  Kesatuan hati yang Allah inginkan terjadi di dalam kehidupan umat-Nya akan menolong setiap pribadi kita melihat semua tujuan Allah terlaksana.

Yoh. 17:19, karena setiap dikuduskan oleh kebenaran Firman Tuhan, maka semestinya kita SEMUANYA MEMIKIRKAN PERKARA YANG SAMA. 

Tidak ada lagi dari kita yang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, tetapi Firman Allah menjadi yang utama di dalam kita.  Pengudusan yang dikerjakan oleh firman Tuhan di dalam hidup kita, menuntun kita kepada hidup yang:

SALING MEMPERHATIKAN (ROMA 15:1) – yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat.
TIDAK EGOIS (ROMA 15:1) – jangan mencari kesenangan sendiri.
MENIKMATI ANUGERAH YANG SAMA (ROMA 15:2) – upaya untuk mencapai kesenangan bersama merupakan awal kehidupan yang dipenuhi kasih karunia Tuhan.

Oleh karena itu kita perlu MENERAPKAN KESATUAN HATI untuk sebuah kehidupan yang seimbang. Ada begitu banyak praktik-praktik kesatuan hati yang perlu kita terapkan di dalam hidup ini.  Kita harus seia sekata, satu hati untuk tetap dalam perkenanan Tuhan, sehingga segala doa-doa kita pun dapat terlaksana sesuai kehendak Tuhan.  Dalam hal ini kita harus bersatu hati untuk:

SEPAKAT UNTUK MEMBENCI DOSA
SEPAKAT UNTUK MELAWAN KEJAHATAN
SEPAKAT UNTUKN MELAWAN TINDAKAN YANG TIDAK DISIPLIN
MEMECAHKAN SEBUAH PERMASALAHAN UNTUK KEBAIKAN BERSAMA

Hal-hal ini mungkin sering kita temui di dalam kehidupan sehari-hari, sehingga pengalaman-pengalaman kita bersama dengan umat Tuhan dalam menerapkan kesatuan hati ini juga sangat menentukan kehidupan kita dalam pemandangan Allah. Allah menilai segala perbuatan kita, jika kita bersatu hati untuk memuliakan Allah, maka nilai diri kita dihadapan Allah pun semakin dipandang berharga oleh Allah.

Tuhan Yesus Memberkati.

RM