Renungan Harian, Rabu 23 Desember 2020

Menunggu adalah sesuatu yang tidak disukai oleh semua orang, terlebih buat orang modern, dengan perkembangan teknologi yang pesat … teknologi yang mendukung kecepatan akan semakin laku, dan yang lambat akan semakin ditinggalkan

Dalam kisah seputar Natal ada seorang tokoh yang akan mengajarkan kepada kita mengenai sebuah “PENANTIAN” ~ Lukas 2:21-30 Kisah Simeon. Simeon MENANTIKAN kelepasan dari Allah bagi umat manusia, ini adalah sebuah teladan yang penting dalam “SEBUAH MASA PENANTIAN” kebenaran apakah yang dapat kita pelajari …

1. Menunggu perlu KESETIAAN

Lukas 2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya.

Siapakah Simeon? Seorang yg BENAR, Seorang yg SALEH, Seorang yg PENUH ROH dan Seorang yg MENANTIKAN MESIAS.

Lukas 2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Kemungkinan Simeon menantikan kehadiran Mesias kurang lebih 30-40 tahun

Dalam Kesetiaan Simeon, Roh Kudus menuntun Simeon untuk tetap menantikan janji Allah, tetap percaya dan dengan Kesetiaan.

“Kesetiaan” adalah Melakukan kehendak Allah, menurut cara-cara-Nya, dengan segenap kekuatan kita, oleh kuasa Roh demi kemuliaan-Nya.

Kesetiaan bukanlah setia dengan cara yang kita ingini, tetapi sesuai dengan cara Allah dan sesuai dengan tujuan Allah, Bagaimanakah dengan kesetiaan kita ketika kita ada didalam sebuah keadaan yang seolah-olah tidak melihat penggenapan janji Tuhan. Apa yang Tuhan kerjakan sementara kita menanti (mengikuti proses) itu lebih penting dari apa yang kita nantikan!

Belajar taat, SETIA dan menantikan waktu-Nya Tuhan, dan jangan pernah kuatir akan kehilangan apa yang Tuhan agendakan bagi kehidupan kita

2. Menunggu perlu PERSPEKTIF KEKEKALAN

Lukas. 2:28-32,  ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya: “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi  dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu. sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.

Kata “Pergi” menggambarkan bahwa kehidupan Simeon dirancangkan untuk tujuan tertentu ~ melihat mesias, menjadi puncak penantiannya dan dia berdoa dan mengarahkan kepada kekekalan.

Penantian harus diarahkan kepada kekekalan, karena itulah pengharapan terbesar orang yang percaya. Penantian terhadap perspektif kekekalan akan membawa orang percaya untuk berani bertahan didalam kesetiaan walaupun menghadapi tantangan hidup.

“Saya menilai segala sesuatu berdasarkan apakah itu memberikan sumbangsih dalam kekekalan”  ~

John Wesley

Setiap kita hidup dalam penantian akan penggenapan janji Allah, nantikan dengan setia walupun itu tidak mudah, lihatlah dengan kaca mata kekekalan karena semua penantian kita kepada Janji Tuhan TIDAK AKAN PERNAH SIA-SIA