Renungan Harian Youth, Sabtu, 25 April 2020

Ayat Bacaan : Kejadian 1:1-31

Syalom rekan-rekan Youth Elohim …

Menurut kalian, apa sih yang disebut baik??? 
Mungkin ada yang menjawab Baik itu, yang penting saya senang! Baik itu, yang penting saya suka dan tidak membuat saya kesal! Baik itu, kalau saya makan kenyang, punya uang banyak, dan…yang lain

N0…N0…N0… Rekan-rekan, kalau menurut Tuhan, yang disebut baik, bukan seperti itu. Kita akan Kembali kepada kitab Kejadian pasal 1 yaitu pada kisah penciptaan.

Dalam Kejadian 1 ada unsur penting yang mau ditegaskan, yaitu bahwa dunia ciptaan Allah itu baik (disebut dalam ayat 4, 10, 12, 18, 21, 25, 31). Setelah Allah selesai menciptakan dan memperhatikan hasil karya-Nya, dilihatnya bahwa segala yang dijadikan-Nya itu ‘sungguh amat baik’ (Kejadian 1:31). Itu menunjukkan bahwa Allah tidak menaruh kejahatan apa pun di dunia ciptaan-Nya. Dunia mempunyai nilai yang agung, hanya karena Allahlah yang menciptakannya.

Apa sih maksud Tuhan, waktu Dia menciptakan dunia ini, setiap selesai menciptakan suatu ciptaan, kitab Kejadian selalu mengatakan, “Allah melihat bahwa semuanya itu baik.”

Waktu Tuhan menciptakan hujan, apakah itu baik? Baik. Tuhan memberikan hujan agar tanah tidak kekeringan. Luar biasanya, semua yang Tuhan ciptakan itu, diberikan untuk kepentingan manusia. Manusia boleh mengambilnya, mengolahnya, memeliharanya supaya manusia senang hidup di dunia ini. Kuda yang kuat dapat ditunggangi, sapi yang besar dapat digunakan untuk membajak sawah, ikan di laut juga berguna untuk makanan manusia.

Tuhan menciptakan benda-benda langit satu persatu untuk kebaikan manusia, sehingga manusia dapat bekerja pada waktu siang dan beristirahat pada waktu malam. Bahkan pada jaman modern ini manusia terus mempelajari ciptaan Tuhan dengan sungguh- sungguh. Ada yang mencoba pergi ke bulan, menyelidiki berbagai planet yang Tuhan ciptakan, berusaha mengurangi pemanasan global agar bumi tidak mengalami bencana lebih besar.

Selain itu Tuhan juga membuat berbagai bahan makanan untuk manusia dengan menciptakan bermacam-macam tumbuhan dan hewan. Semuanya baik dan berguna bagi manusia, hanya sayang manusia sering kali tidak memelihara dan menjaganya dengan baik, sehingga banyak tumbuhan yang tercemar oleh bahan-bahan kimia/pestisida, binatang-binatang terjangkiti virus yang membahayakan yang sangat merugikan manusia seperti yang sedang terjadi sekarang ini.

Jadi kalau sekarang alam semesta ini menjadi rusak dan sumber bencana bagi manusia, itu bukan maksud Tuhan. Manusia sendiri yang tidak menjaga dan memeliharanya dengan baik, sehingga alam cenderung tidak bersahabat, bahkan menimbulkan berbagai bencana.

Semua yang diciptakan-Nya itu sungguh amat baik, artinya mampu untuk memuliakan Allah, mampu untuk menerima penggenapan rencana dan maksud Allah bagi dunia ini.

Karena itu saat seorang mengatakan

’’Saya dicipta untuk menyatakan kemuliaan Allah” itu berarti saya dicipta untuk …

1. Berterima kasih pada Sang Pencipta yang telah membuat segala yang kita miliki baik adanya.
2. Melakukan pekerjaan yang baik juga salah satunya yaitu memelihara bumi ini, sebagai wujud ucapan syukur kepada Tuhan

Ayo kita baca Firman Tuhan

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Komitmenku hari ini :

Aku mau belajar untuk melakukan apa yang baik, bukan hanya kepada sesame tetapi juga buat lingkunganku, aku mau belajar untuk menjaga-nya.

SSM – AS