Renungan Harian Youth, 30 September 2020

Syalom rekan-rekan Elohim youth … salam sehat buat rekan-rekan semuanya, Mendengar kata “diberkati”, jujur seringkali yang pertama kali muncul dipikiran kita adalah kondisi kecukupan, uang banyak, usaha yang berkembang, jabatan yang tinggi, keluarga yang kompak dan senyum yang merekah setiap hari.

Sebaliknya jika rekening kita menipis bahkan kosong, usaha kita gulung tikar, bahkan kita kena phk ataupun keluarga jarang berkumpul, betapa sulit buat kita untuk kita berkata kita masih diberkati.

Padahal rekan-rekan youth, ada berkat Tuhan yang amat dekat dengan kita, yaitu bahwa kita punya tubuh sehat.

Apalagi ditengah situasi pandemi covid-19 ini. Ya, banyak orang mengeluh tidak diberkati padahal jika ia masih bisa beraktivitas dengan baik karena punya tubuh sehat, itupun adalah berkat.

Tanyakan ini kepada para jutawan atau pejabat tinggi yang keluarganya setia mendampingi tapi kini ia harus tergolek di rumah sakit. Bisa dipastikan mereka akan berkata bahwa kesehatan adalah berkat yang tidak ternilai. Atau kita mungkin sudah menyadari bahwa kesehatan itu adalah berkat. Di dalam doa kita setiap hari, kita selalu bersyukur atas kesehatan, namun sudahkah cara hidup menunjukkan bahwa kita benar benar menganggap kesehatan adalah berkat?

Jika kita menganggap kesehatan adalah berkat, tentu kita akan menghargai kesehatan itu dengan cara memelihara dan menjaga tubuh kita. Patuh pada protokol kesehatan di situasi pandemi sekarang ini juga cara kita menjaga anugrah Tuhan.

Kenyataannya, kita lebih sering seolah berat menjaga kesehatan. Kita juga kerap mengorbankan kesehatan untuk mengejar ambisi dan kepuasan pribadi. Makan tidak sehat demi memuasakan lidah, mengorbankan istirahat demi mengejar karir dan kekayaan, malas beraktivitas fisik, dan di situasi pandemi sekarang ini, masih sering lalai memakai masker dan jaga jarak.  

Menjaga tubuh yang sehat adalah tindakan yang bijaksana

Amsal 3:7-8 Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu.

Ada satu ungkapan berkata, ” Banyak orang mengorbankan kesehatan demi memperoleh harta tapi lalu mengorbankan hartanya demi memperoleh kesehatan “.

Tentu bukan seperti itu yang kita inginkan bukan? Karena itu teman teman, hargai kesehatan sebagai sebuah berkat dan anugrah dari Tuhan. Menjaga kesehatan tidak berat selama kita sadar kesehatan adalah berkat yang harus disyukuri. Uniknya, ada banyak penelitian juga mengungkapkan bahwa orang yang bisa bersyukur akan lebih sehat, artinya kita tidak hanya perlu menjaga kesehatan dengan menjaga pola makan dan olahraga, tapi juga tetap bersukacita, dan memelihara hubungan kita dengan Tuhan.

1 Timotius 4: 8 berkata, “Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

Nah, itulah cara mensyukuri berkat kesehatan, jika kita ingat kesehatan adalah berkat, maka memelihara kesehatan tidaklah berat bagi kita. Milikilah tubuh yang sehat supaya kita bisa menjadi anak muda yang produktif dan menjadi berkat bagi sesama, dan memuliakan nama Tuhan dengan tubuh kita yang sehat.

Seperti doa dari rasul Yohanes, juga menjadi doa kita semunya supaya kita memiliki kesehatan baik secara jasmani dan tentu juga secara rohani.

3 Yohanes 1:2, Saudaraku yang kekasih, aku berdoa, semoga engkau baik-baik dan sehat-sehat saja dalam segala sesuatu, sama seperti jiwamu baik-baik saja.

Komitmen ku hari ini

karena sehat adalah berkat,aku mau bersyukur kepada Tuhan dengan cara menjaga kesehatan tubuhku

NV – YDK