Senin, 30 Maret 2020

Bacaan : Yohanes 2:1-11

Ketika hendak mengadakan pernikahan, orang tentu akan menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Semua dihitung dan disiapkan dengan terperinci, sebab ketika ada perhitungan yang meleset, maka bisa jadi akan muncul masalah yang mungkin dapat menimbulkan rasa malu bagi pihak mempelai dan keluarga.

Orang Yahudi memiliki kebiasaan menggelar pesta perkawinan besar-besaran dengan mengundang banyak orang. Pesta pernikahan digelar selama beberapa hari disertai perjamuan anggur di malam harinya. Kekurangan anggur di tengah pesta adalah masalah serius dan sangat memalukan. Hal itu menunjukkan bahwa si tuan rumah tidak bisa menjamu para tamunya dengan baik, dan ini bisa menodai nama keluarga. Peristiwa kekurangan anggur terjadi pada pesta perkawinan di Kana.

Dalam kondisi terjepit, apa yang bisa mereka perbuat? Tidak ada jalan lain selain datang kepada Tuhan dan meminta pertolongan! Ketika Yesus menyuruh para pelayan untuk mengisi tempayan-tempayan dengan air, mereka taat, meski yang diperintahkan Yesus itu tidak masuk akal. Upah dari ketaatan itu pun nyata, yaitu mukjizat terjadi: air dalam tempayan itu berubah menjadi anggur. Akhirnya “muka” tuan rumah pun terselamatkan karena mukjizat yang dikerjakan oleh Yesus.

Rekan Remaja dan Pemuda, hidup kita akan dipulihkan ketika kita mengizinkan Tuhan mengubahkan hidup kita dan mau untuk taat kepada-Nya. Mari belajar untuk berserah kepada-Nya, biarkan Tuhan mengendalikan hidup kita dan kita akan mengalami damai sejahtera.

Coba renungkanlah …

  1. Apa yang Maria lakukan saat melihat tuan rumah kekurangan anggur?
  2. Apa tantangan yang kamu hadapi saat mengundang Tuhan Yesus ada dalam hidupmu?

Ditengah situasi yang sedang kita hadapi sekarang, waktu yang sangat tepat untuk kita datang kepada Tuhan dengan sebuah kesadaran bahwa kita semua perlu pertolongan Tuhan.

Komitmen hari ini

Aku mau selalu mengundang Tuhan Yesus hadir dalam hidupku