Renungan Harian Youth, Rabu 21 Oktober 2020

Kita semua pasti pernah mendengar kata-kata “selesai tidak selesai dikumpulkan!” Ya kata-kata yang sering keluar dari mulut guru kita waktu guru kita memberi tugas kepada kita untuk dikerjakan dengan batasan waktu tertentu. Dan apabila waktu yang diberi sudah habis guru kita akan berkata dengan keras “waktu habis! Selesai tidak selesai dikumpulkan!!” Bagi murid yang rajin dan mengerjakan tugas dengan baik serta memanfaatkan waktu yang diberi dengan baik pasti akan tenang-tenang saja, tapi akan beda halnya dengan murid yang santai-santai dan tidak memanfaatkan waktu yang ada dengan baik sehingga tugas yang diberi tidak selesai, maka bagi murid yang seperti ini pasti auto panik, karena dia tau pasti dia akan mendapat nilai yang buruk. Itu baru guru kita yang berkata-kata seperti itu, pernah nggak sih bayangin gimana kalau Tuhan yang ngomong “waktu habis! Selesai tidak selesai dikumpulkan!!” Waduh-waduh.. siap nggak ya? Kira-kira kita sudah menyelesaikan tugas kita belum ya? Masalahnya kita tidak tahu waktu yang Tuhan beri kepada kita seberapa lama.

Oleh karena itu mari kita belajar seperti Musa yang berkata kepada Tuhan dalam

Mazmur 90:12 “Tuhan, ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian sehingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Dalam tulisan mazmurnya ini, Musa banyak merenungkan tentang makna perjalanan hari-hari hidup manusia, khususnya hari-hari perjalanan hidupnya sendiri. Apakah umur panjang yang Tuhan anugerahkan kepadanya telah ia isi dengan hal-hal yang bermanfaat ataukah justru sebaliknya, hal-hal yang sia-sia. Meskipun Musa mengalami perkara-perkara yang hebat di sepanjang kehidupannya, namun ia tetap berdoa memohon pemahaman yang benar dari Tuhan tentang singkatnya hidup manusia di bumi dengan maksud agar hari-hari yang dilaluinya itu diisi oleh perkara-perkara yang sarat dengan muatan kehendak Allah. Ia menyadari bahwa sepanjang-panjangnya usia seseorang di dunia, tetap akan datang juga masa dimana Tuhan akan memanggilnya pulang. Oleh sebab itu, hidup yang dijalaninya di bumi seharusnya menjadi masa persiapan menjelang kehidupan di alam kekekalan kelak.

Manusia memiliki rentang dua waktu yang tidak pernah diketahuinya, yaitu waktu kelahiran dan waktu kematian. Tuhan mau kita bertanggung jawab di antara kedua waktu tersebut.

Inilah yang menjadi pesan Tuhan bagi kita. Adakah kita menyadari bahwa ada detik-detik waktu yang tidak dapat kita lihat secara kasat mata, namun faktanya waktu itu terus berjalan sampai batas tertentu dimana Tuhan menjemput kita. Apakah kita telah menggunakan waktu-waktu kita seperti yang Tuhan kehendaki? Sama seperti doa yang Musa naikkan, Tuhan mau kita juga memiliki hati yang bijaksana di dalam menghitungnya, karena jangan-jangan tanpa disadari kesibukan yang kita jalani hanyalah berupa hal-hal yang tidak dikehendaki Tuhan.

Beberapa hal yang perlu kita ketahui berkaitan dengan penggunaan waktu yang Tuhan berikan, di antaranya:

(1). Kita selalu disadarkan bahwa betapa sedikitnya dan terbatasnya hari-hari hidup kita di bumi ini.

Mazmur 90:10  Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.

Musa menulis bahwa hidup manusia itu sangat singkat yaitu 70-80 tahun, itu jaman dahulu saja dikatakan sangat singkat. Padahal perlu kita akui bahwa orang jaman sekarang ini jarang sekali sampai umur segitu, karena faktor makanan dan gaya hidup yang tidak sehat membuat umur manusia jauh lebih pendek. Sering kali kita berfikir “ah..aku kan masih muda, pasti watuku masih panjang, SANTAI..” terus kita berbuat hal yang sia-sia. Ntar kalau sakit parah baru sadar bahwa waktunya cuman dikit. Mari teman-teman kita harus bijaksana, banyak tugas yang harus kita kerjakan bagi Tuhan.

(2). Evaluasilah hidup yang sudah kita jalani selama ini

Efesus 5:16 “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat”  (NKJV.  Redeeming the time, because the days are evil)

Terjemahan Yunani untuk kata “pergunakanlah” adalah sebuah kata “redeem” atau “menebus”. Sebelum mengenal Tuhan pasti banyak waktu yang kita buang untuk mengerjakan hal-hal yang sia-sia. Nah setelah kita ditebus Tuhan, maka kitapun harus menebus waktu-waktu yang sia-sia itu dengan melakukan kehendak Tuhan, dengan cara melayanai Tuhan dengan apapun yang bisa kita kerjakan. Sehingga tatkala Tuhan berkata bahwa waktunya telah habis, maka kita tidak panik lagi karena kita bisa mempertanggung jawabkan waktu yang Tuhan beri.

Melihat apa yang terjadi disekitar kita saat ini mambuat kita sadar betul bahwa waktunya tidaklah panjang, tidak lama lagi Tuhan akan datang menjemput kita semua. Sudah siapkah kita? Sudah selesaikah tugas yang Tuhan beri untuk kita kerjakan? Mari kita manfaatkan waktu yang ada dengan lebih bijaksana lagi demi kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.

SM – YDK