jangan_lupakan_kebaikan_Tuhan

Renungan Harian Youth, 25 Agustus 2020

Bahan Bacaan :  Mazmur 103:1-2

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Judul renungan kita pagi hari ini adalah self-talk. Teman-teman tau apa itu self-talk? Mungkin tanpa kita sadari kita sering melakukan self-talk dalam kehidupan kita sehari-hari. Self-talk adalah cara kita berdialog dengan inner voice diri sendiri saat menghadapi berbagai macam situasi. Ada banyak hal positif yang bisa dihasilkan (jikalau kebiasaan ini dilakukan dengan makna yang benar dan cara yang benar pula). Jadi self-talk pada diri sendiri bersifat netral, bisa membangun, bisa pula merusak.

Apa yang dilakukan Daud dalam Mazmur 103:1-2 adalah self-talk yang membangun. Dalam mazmur 103:1-2 Daud mengatakan:

“Dari Daud. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Tuhan, hai jiwaku, dan jangan lupakan segala kebaikan-Nya!”

Daud mengajak jiwa dan batinnya untuk memuji Tuhan. Memuji Tuhan seharusnya terjadi secara natural dan spontan. Tapi dalam kenyataannya, dosa membuat kita enggan memuji Tuhan,  masalah hidup membuat kita sukar untuk memuji Tuhan. Bahkan kesibukan kita dapat menjauhkan kita dari hadirat Tuhan.

Hal terpenting disini adalah: memuji Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kebaikan-kebaikan-Nya.

Kita harus menyadari bahwa bila kita melupakan segala kebaikan-Nya, berarti kita memberi tempat pada keputus-asaan, tidak ada pengharapan, dan dapat menyebabkan stress serta depresi dalam jiwa dan pikiran kita.

Tuhan yang penuh kasih telah memberikan kebaikan yang berlimpah-limpah kepada kita. Dan mengapa kita tidak boleh lupa akan kebaikan Tuhan? Karena….

“Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala sakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.” (ayat3-5).

Inilah yang menjadi alasan bagi kita untuk mengingat segala kebaikan Tuhan pada kita. jika ada orang yang mempunyai alasan untuk mengucap syukur karena segala yang diberikan Allah kepadanya, orang itu adalah Saul. Dari antara orang-orang Israel, Saul-lah yang dipilih Allah menjadi raja. Ketika itu, ia adalah seorang muda yang saleh dan rendah hati. Saul berkembang menjadi seorang pemimpin. Allah memberi dia kuasa dan kekayaan yang besar, serta kemenangan-kemenangan atas musuh-musuh mereka. Namun, lambat laun, dia melupakan semua kebaikan Allah. Saul mengalami depresi yang berat. Dia mengikuti suara hti yang buruk dan jatuh pada ketidaktaatan.

Sementara itu, pada waktu yang sama, seorang muda bernama Daud terus melakukan yang terbaik untuk memuji Allah, kendati hidupnya tidak seindah dan semegah Saul. Daud tidak pernah berhenti memuji Allah dan merenungkan kebaikan Allah siang dan malam. Dan akhirnya tahta kerajaan Saul diberikan kepada Daud.

Mari kita melatih diri kita untuk memuji Tuhan disetiap waktu dan disegala macam situasi. Mari kita mengingat kebaikan-kebaikan Tuhan dalam hidup kita. Mari kita naikan ucapan syukur kita kepada Tuhan.

Mazmur 107:1 mengatakan,”Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Amin.

Komitmenku hari ini :

Aku selalu mau belajar untuk memuji Tuhan, karena dengan memuji Tuhan aku akan selalu mengarahkan hatiku kepada Tuhan.

MW – SCW