Renungan Youth, Sabtu 23 Mei 2020

Bahan Bacaan : Roma 12:11

Syalooom… selamat pagi rekan-rekan youth ELOHIM. Semoga semuanya dalam keadaan sehat dan tetap semangat ya.. Jatuh cinta berjuta rasanya.. itulah sepotong lagu dari Titiek Puspa yang sangat terkenal. Jatuh cinta bukan hanya membuat orang bahagia, tapi juga baik untuk kesehatan tubuh. Jatuh cinta juga membuat orang bersemangat menjalani hidup.

Ketika jatuh cinta, seseorang pastinya mau melakukan apa saja untuk orang yang dicintainya. Teman-teman youth, apakah masih ingat cinta mula-mula yang kita rasakan ketika pertama kali menerima Tuhan sebagai Juru S’lamat kita? Tentu berjuta rasanya bukan??

Roh kita menyala-nyala, dan hati kita berkobar-kobar untuk melayani Tuhan setiap waktu. Bahkan kita rela membayar harga dan berkorban melakukan apa saja untuk Tuhan. Tetapi, apakah itu masih berlanjut hingga kini? Apa roh kita masih menyala-nyala seperti dulu? Jika tidak, berarti roh kita mulai padam.

Dalam surat Roma 12:11 Rasul Paulus menulis,

”Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlaah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Seorang teolog menjelaskan tentang roh yang menyala-nyala itu sebagai suatu keinginan yang sangat kuat, keinginan yang sungguh-sungguh, semangat yang berkobar atau antusiasme untuk menyenangkan Tuhan dan memuliakan Tuhan dengan cara apapun juga. Istilah yang sering dipakai untuk menyebutkan roh yang menyala-nyala adalah “passion”. Saat kita berjalan dalam rencana Tuhan, jangan biarkan ‘passion’ atau semangat kita turun. Tapi terkadang ada beberapa hal yang membuat ‘passion’ atau semangat kita mulai turun.

Pertama, adalah permasalahan hidup.

Permasalahan pasti hadir dalam kehidupan kita, dan tidak bisa kita pungkiri, hal ini menjadi faktor utama yang dapat menjadikan roh kita padam. Ketika permasalah datang, kita umumnya sibuk memikirkan jalan keluar, dan mulai melupakan Tuhan sehingga hubungan kita mulai kendor dan roh kita mulai padam. Padahal dengan jelas Tuhan mengatakan untuk tidak khawatir dengan permasalahan yang ada, karena Tuhan ada bersama kita. Permasalahan yang hadir bukan untuk menjadikan kita lemah, tetapi sebaliknya, menjadikan kita lebih kuat dari sebelumnya.

Kedua, adalah zona nyaman.

Zona nyaman adalah dimana semua dalam keadaan baik, dan tidak ada yang perlu kita kuatirkan. Tetapi jika kita terlalu terlena di zona ini, maka kita akan melupakan sang pemberi berkat, yaitu Tuhan Yesus. Pada zona nyaman, umumnya kita mulai lupa berdoa, lupa merenungkan firman Tuhan, karena semua dalam keadaan baik-baik saja. Jika kita tetap seperti itu, maka roh kita akan segera padam.

Lalu bagaimana cara yang tepat untuk membuat roh kita tetap menyala?

Pertama, memberi “makanan” pada roh kita.

Tubuh yang sehat adalah tubuh yang diberikan makanan yang bergizi. Begitu juga dengan roh kita memerlukan makanan yang bergizi seperti, merenungkan Firman Tuhan, berdoa, membaca buku-buku rohani yang membangkitkan semangat kita, mendengarkan lagu-lagu rohani, dan membaca renungan-renungan.

Kedua, kembali kepada kasih yang mula-mula.

Jika kasih kita kepada Tuhan mulai hambar, ingatlah akan hal yang mula-mula kita lakukan untuk Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan untuk menjaga passion kita, agar Roh Kudus tetap mengobarkan passion/ semangat kita.

Marilah kita melayani Tuhan dengan talenta-talenta yang Tuhan berikan kepada kita. Walaupun dimasa pandemi ini kita tidak dapat berkumpul dengan saudara kita seiman,

namun jangan lupa, tetap intens memberikan asupan makanan bagi rohani kita, dan ingatlah akan cinta yang mula-mula kita kepada Tuhan. Sehingga semakin hari, kita semakin jatuh cinta kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

MW – AS