Renungan Umum, 18 April 2020

Apa yang sedang terjadi disekeliling kita pada akhir-akhir ini bisa saja merenggut semangat kita dalam menjalani kehidupan yang tidak biasa ini… Apa yang kita lihat dan kita dengar setiap hari bisa mengecilkan semangat kita tetapi hanya di dalam FirmanNya kita beroleh kembali semangat untuk menjalani kehidupan di dunia ini karena pengharapan didalamNya sungguh nyata dan terbukti bagi umat yang setia kepadaNya…

Semangat:  Roh kehidupan yang menjiwai manusia; Seluruh kehidupan batin manusia; Kekuatan batin.
Inggris : Spirit
Ibrani : Ruach, yang berarti suatu kekuatan yang ada didalam roh kita

Semangat itu bukan sesuatu yang berasal dari luar (kemewahan, kenyamanan, kemegahan hidup) dan kemuliaan duniawi (penghormatan, penghargaan, popularitas, pujian) Melainkan semangat adalah esensi kehidupan yang berasal dari dalam jiwa kita.

Semangat kita TIDAK tergantung dari apa yang KONDISI yang terjadi di sekeliling kita tetapi semangat yang kita miliki itu berasal dari dalam diri kita, ya.. karena kita punya Tuhan Yesus yang hidup dan sumber pengharapan kita.

Amsal 17:22, Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang. 
Hati yang gembira bagaikan obat yang manjur, tetapi semangat yang patah membuat orang sakit. (FAYH)

Walaupun kehilangan segalanya asal kita masih memiliki semangat, kita akan bisa meraih kemenangan kembali – Merry Riana

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, Janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu. Aku akan meneguhkan bahkan akan menolong engkau denga tangan kananKu yang membawa kemenangan – Yesaya 41:10

Kisah Nabi Elia (1Raja-Raja 18-19)

Keberhasilan Elia membunuh 450 orang nabi Baal seorang diri membuat Izebel marah dan bermaksud membunuhnya. Mendengar berita itu larilah Elia untuk menyelamatkan diri, ia dalam ketakutan, putus asa dan patah semangat. Ia lari ke gunung Horeb untuk bersembunyi.

Elia kelelahan secara jasmani setelah perjalanan panjang  (40 hari 40 malam) untuk sampai ke gunung horeb.

Dalam 1Raja-raja 19:4b Kemudian ia ingin mati, katanya:
“Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku.

  • Elia merasa gagal untuk membuat bangsa Israel bertobat.
  • Elia merasa kesepian, ia hanya seorang diri saja dalam pergumulan .

1Raja-raja 19:10 Jawabnya:
“Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”

Allah tidak tinggal diam, Allah tetap memperhatikan Elia yang sedang patah semangat. Allah membiarkan Elia istirahat dan tertidur kemudian Allah mengirim malaikatNya untuk memberi makanan.

Allah juga memberi semangat kepadanya dan memperkuat imannya. Sesungguhnya Allah tidak akan meninggalkan nabi atau umatNya yang setia kepadaNya.

Semangat merupakan salah satu jalan untuk keluar dari permasalahan.

Tetaplah bersemangat , miliki keberanian untuk melakukan Firman Allah. Jangan menyerah, tetapi jika ada yang sudah menyerah segera bangkit dan tetap teguh pegang janji Tuhan.

Tuhan akan memulihkan semangat yang patah. Karena, itu percayalah kepada janji Tuhan

Kuatkan dan teguhkan hatimu, janganlah takut dan gemetar karena mereka, sebab Tuhan Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau
Ulangan 31:6

TC