Renungan Harian, Kamis 20 Agustus 2020

Manusia seringkali lupa bahwa ada sepasang mata yang melihat semua perbuatan mereka, oleh karena itu mereka berbuat sekehendak hati mereka, tanpa perduli dengan sesama. Suami atau istri saling mengkhianati, melakukan perselingkuhan entah didunia nyata ataupun di dunia maya, mereka pikir tidak ada yang tahu apa yang telah mereka lakukan. Para pejabat yang korup mereka anggap tidak ada yang akan tahu perbuatan mereka, bahkan akhir-akhir ini mereka melakukan korupsi berjemaah (beramai-ramai) dengan terbuka dan secara sadar, tidak punya lagi nurani yang baik.

Ada juga anak-anak yang menuntut orang tua gara-gara warisan, anak melupakan orangtua, orang tua juga memperlakukan anak semena-mena menjadikan anak sebagai alat mengumpulkan kekayaan, dan sebagainya.
Inilah dunia kita saat ini, benar menjadi salah salah menjadi benar. Kebenaran seolah-olah dapat dibeli atau digantikan dengan kebenaran diri masing-masing. Mereka melakukan semua itu seolah-olah tidak ada yang akan tahu apa yang mereka perbuat ditempat-tempat tersembunyi.
Ini tepat seperti yang ditulis oleh pemazmur.

Mazmur 94:7 (TB)  dan mereka berkata: “TUHAN tidak melihatnya, dan Allah Yakub tidak mengindahkannya.”

Allah melihat kita,pada waktu kita hidup maupun ketika kita mati. Dimanapun kita berada apapun yang kita lakukan ditempat terbuka atau tempat tersembunyi, bahkan apa yang ada dalam hati kita pun DIA tahu. Perhatikan apa yang disampaikan oleh Ayub :

Ayub 26:6 (TB)  Dunia orang mati terbuka di hadapan Allah, tempat kebinasaan pun tidak ada tutupnya.

Semua terbuka dihadapan Allah berhati-hatilah dalam hidup ini karena ada sepasang mata yang selalu melihat,

Mungkin tidak ada seorangpun yang tahu dosa kita, keluarga, pasangan, anak, orang tua, namun ada mata yang melihat kehidupan kita masing-masing.

Belajar dari kehidupan Yosia, kita belajar bersama-sama bahwa …

Allah melihat apa yang telah dilakukan Yosia. Yosia mewakili bangsa Israel mohon pengampunan dan bertobat, mengadakan pembaruan. Allah melihat penyesalan Yosia atas segala dosa nenek moyangnya yang tidak mau melakukan yang benar, sehingga Allah murka kepada bangsa Israel. Allah melihat hati Yosia yang lembut, sehingga Allah tidak mengijinkan Yosia melihat murka Allah kepada bangsanya.

2 Tawarikh 34:27-28, 33 (VMD)
Yosia, engkau menyesal dan engkau merendahkan dirimu, mengoyakkan pakaianmu. Engkau menangis di hadapan-Ku. Jadi, karena engkau lembut hati, kamu akan mati dan bergabung bersama nenek moyangmu. Engkau pergi ke kubur dengan damai. Engkau tidak akan melihat bencana yang Kubawa ke tempat itu dan kepada orang yang tinggal di situ.’” Hilkia dan para hamba raja membawa pesan itu kepada Raja Yosia. Orang Israel mempunyai berhala dari berbagai negeri, tetapi Yosia memusnahkan semua berhala itu. Ia menjadikan semua orang Israel melayani TUHAN, Allah mereka. Dan selama Yosia hidup, mereka terus melayani TUHAN, Allah nenek moyang mereka.

Melihat keteladanan hidup Yosia, bangsa Israel dibawa untuk TERUS melayani (beribadah) kepada Allah. Seharusnyalah kita melakukan seperti yang dilakukan oleh Yosia. Kita berdiri sebagai pendoa syafaat bagi bangsa dan negara kita. Kita mohon pengampunan Tuhan atas dosa bangsa kita, kita mohon pemulihan atas bangsa Indonesia. Dan mari kita membawa bangsa kita untuk hidup melayani (beribadah) kepada Allah. Kita ucapkan berkat atas Indonesia biar kemuliaan Allah akan nyata atas bangsa Indonesia.

Ingatlah bahwa ketika Allah melihat apa yang kita lakukan, Allah sendiri yang akan berkarya atas bangsa kita. Sesuatu yang dahsyat akan terjadi, Indonesia penuh kemuliaan Allah. Dan ketika orang melihat kesalehan hidup kita, mereka akan datang kepada Tuhan.

1 Petrus 3:12 Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”

Puji Tuhan.
Selamat Pagi, Selamat Beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai kita senantiasa. 

EM