Mengambil_keputusan_damai sejahtera

Renungan Harian Youth, Kamis 03 September 2020

Hidup itu penuh dengan pilihan, mulai dari kita buka mata aja udah ada pilihan yang kita ambil. Mau lanjut rebahan, sembunyi dibawah selimut dengan menikmati kehangatannya atau memilih untuk bangun. Sewaktu bangun pun masih ada pilihan lagi, pilih buka Alkitab dan doa atau pilih buka Sosial media, dan dari banyak pilihan itu, keputusan apa yang kita ambil?

Bicara tentang keputusan nih, keputusan punya arti tindakan, kehendak, dan selalu dipengaruhi oleh pikiran, emosi, ataupun kedua-duanya. Membuat keputusan itu bukan bicara tentang kemampuan atau skill  aja tapi juga bicara tentang kebijaksanaan dan hikmat. Membuat sebuah keputusan itu gak bisa cuma dipelajari secara teori tapi perlu dilatih hari demi hari, dilatih berkali-kali. Tuhan mau kita bisa belajar untuk membuat keputusan dan bertanggung jawab dengan keputusan yang dibuat, karena hal itu adalah salah satu tanda kedewasaan.

Mengambil keputusan itu berdasarkan pada 1 hal, apa yang kita hargai, itu yang akhirnya jadi prioritas, yang nilainya lebih tinggi itu yang akan kita dahulukan.  SETIAP KEPUTUSAN SEBENARNYA ADALAH PERTIMBANGAN AKAN NILAI. Kita pasti pernah bingung untuk ambil keputusan, hal itu bisa disebabkan karena pilihan yag ada punya nilai yang sama-sama tinggi, punya nilai yang sama-sama penting, jadi ngebuat kita bingung mana yang harus diprioritaskan. Contohnya nih, yang mungkin sering banget kita alami, di jam yang sama lebih memilih les demi prestasi atau pergi ke gereja, memilih Latihan demi turnamen atau ibadah? 

Penilaian yang salah akan sesuatu bisa berujung pada prioritas yang salah juga, dan menghasilkan keputusan yang kurang bijak.

Firman Tuhan berkata dalam Efesus 5: 17 (VMD) “Jangan ceroboh dengan hidupmu. Pelajarilah apa yang diinginkan Tuhan untuk kamu lakukan.” 

Maka dari itu kita perlu terus belajar untuk tau apa yang bernilai, apa yang baik, apa yang layak dijadikan prioritas, dengan cara bangun komunikasi terus dengan Tuhan lewat doa, penyembahan, dan Firman-Nya.

Kunci untuk mengambil keputusan adalah sadari yang bener-bener berharga dan mana yang hanya terlihat berharga. Semakin tajam kita membedakan mana yang bernilai dan yang kurang/ tidak bernilai, akan semakin mudah kita mengambil keputusan.

Menilai apa yang penting itu juga butuh belajar, dimulai dari hal sederhana dan lama-kelamaan Tuhan akan kasih pilihan dan situasi yang lebih kompleks. Mungkin waktu kita masih remaja, bingung nih antara main atau belajar dulu, antara pergi ke gereja atau hangout sama temen, tapi percayalah waktu demi waktu Tuhan kasih kita pilihan yang lebih kompleks, mau kerja dimana, kerja ini atau itu, mau berkarir di bidang apa, mau pilih pasangan hidup yang seperti apa, si A atau si B, makanya berlatihlah untuk berani ambil keputusan mulai dari sekarang dengan minta saran dari orang-orang terdekat dan kamu percaya, tetap mengandalkan Tuhan dan minta pertimbangan Tuhan, minta hikmat dari Tuhan, supaya kita gak salah ambil keputusan.

Seperti yang dikatakan dalam  Amsal 3: 5-6 (VMD) “Percayalah pada TUHAN dengan sepenuhnya, dan jangan bergantung pada pengetahuanmu sendiri. Dan setiap langkahmu ingatlah apa yang dikehendaki Allah, dan Dia akan menolongmu melakukan yang benar.”

Keputusan yang diambil dengan mengandalkan dan dengar-dengaran sama Tuhan pasti menghasilkan damai sejahtera,

karena itu bisa jadi tanda bahwa Tuhan juga setuju dengan keputusan yang kita ambil. Gak papa kalau kita pernah salah ambil keputusan karena keputusan yang bijak juga bisa muncul setelah belajar dari keputusan yang salah.

Komitmenku hari ini

Tuhan ajari aku untuk belajar mengambil keputusan yang bijaksana dalam kehidupan ini, dengar-dengaran dengan suara kebenaran dari Firman Tuhan atau orang-orang disekitarku.

IFM – SCW