Renungan Harian, Kamis 21 Januari 2021

Matius 4:1-11

Pencobaan Yesus oleh Iblis adalah usaha untuk membelokkan Yesus dari jalan ketaatan yang sempurna kepada kehendak Allah.  Dan disetiap pencobaan yang dialami Yesus di padang gurun, dihadapi Yesus dengan menggunakan perkataan Firman Tuhan.  Dengan ini Yesus menunjukkan kepada seluruh pembaca Alkitab bahwa cara ampuh untuk lulus dari setiap ujian kedewasaan adalah dengan menggunakan Firman Tuhan.  Senjata paling ampuh untuk menang atas semua pencobaan adalah dengan memperkatakan Firman Tuhan. 

Dalam teks pembacaan kita hari ini, di sana kita akan menemukan bahwa disetiap jawaban yang Yesus katakan kepada iblis, selalu diawali  dengan kata “Ada tertulis…” ayat 4, 7 dan 10.  Di sini kita melihat betapa pentingnya mempelajari dan mengerti seluruh isi Alkitab.  Karena hanya dengan Firman Yesus mematahkan semua pencobaan iblis.  Dan terlebih lagi, Yesus mempergunakan setiap Firman Tuhan tersebut tanpa harus membawa gulungan Kitab atau buku atau bahkan gadget dengan isi Alkitab elektronik, itu tandanya bahwa Yesus bahkan hafal Firman Tuhan, sehingga Ia siap menghadapi setiap pencobaan dengan pengertian Firman Tuhan yang sudah dimiliki.

Marilah kita semua mengikuti teladan Yesus jika ingin kita siap menang mengatasi setiap pencobaan, tetapi ingat, Mengerti dahulu isi ayat Alkitab-nya, baru cobalah untuk dihafalkan.

Pada jaman Napoleon ada banyak orang asing mau menjadi tentaranya Napoleon. Suatu hari dalam suatu markas tentara, ada persiapan untuk menyambut kedatangan Napoleon. Komandannya tahu bahwa Napoleon tidak senang kalau ada tentara yang tidak bisa berbahasa Perancis, dan karena itu ia mempersiapkan tentaranya yang non Perancis untuk bisa menjawab Napoleon dalam bahasa Perancis. Ia lalu memanggil seorang tentara yang non Perancis dan memberinya kursus kilat. Ia berkata kepada tentara itu: Napoleon selalu menanyakan 3 pertanyaan yang sama dengan urut-urutan yang sama. Napoleon selalu bertanya: Berapa umurmu? Jawab: ’23 tahun’. Berapa tahun kamu jadi tentara? Jawab: ‘3 tahun’. Apakah kamu ikut perang di A atau B? Jawab: ‘dua-duanya’. Komandan itu lalu menyuruh tentara itu menghafalkan ketiga jawaban itu dalam bahasa Perancis. Lalu tibalah Napoleon dan ia lalu memeriksa seluruh pasukan. Ia lalu datang kepada tentara non Perancis itu dan bertanya, tetapi bertentangan dengan kebiasaannya, ia membalik pertanyaannya dan menanyakan pertanyaan kedua lebih dulu: ‘Berapa lama kamu jadi tentara?’ Si tentara  menjawab dengan hafalannya: ’23 tahun’. Napoleon heran, karena tentara itu kelihatan masih muda sehingga ia lalu bertanya lagi: ’23 tahun? Berapa umurmu?’. Tentara menjawab: ‘3 tahun’. Napoleon menjadi marah dan berkata: ‘Yang gila itu kamu atau saya?’ Tentara menjawab: ‘Dua-duanya’. Ini akibatnya kalau orang hanya menghafal, tanpa mengerti!  

Bapak, ibu dan saudara sekalian, dalam hidup ini kita menemukan bahwa kerapkali pencobaan datang kepada kita, akan tetapi Tuhan Yesus telah menunjukkan kepada kita semua bahwa senjata paling ampuh untuk menang atas pencobaan adalah dengan memperkatakan Firman Tuhan.  Memperkatakan Firman karena kita mengerti dan bukan sekedar tahu atau hafal saja.

Marilah kita menyimpan Firman Tuhan di dalam hati  pikiran kita sebagai senjata yang ampuh, daripada kita mengisi hati dan pikiran kita dengan hal-hal sia-sia yang sama sekali tidak menolong ketika kita mengalami kesulitan.

Amin.  Selamat Pagi, Selamat beraktifitas dan Tuhan Yesus memberkati.

DS