Renungan Harian, Kamis 14 Mei 2020
(Peka Positif atau Peka Negatif)

Arti kata Sensitif adalah cepat menerima rangsangan, peka, membangkitkan emosi.
Seringkali kata sensi ini dipakai dalam konotasi yang cenderung negatif. Contohnya ketika kita melihat seseorang yang gampang tersinggung seringkali kita  menjuluki orang itu dengan kata “sensi” banget sih orang itu, gitu aja tersinggung dan marah.

Melalui kisah dalam Alkitab kita akan belajar dua orang yang memiliki “Sensi/kepekaan yang berbeda” Kita tahu kisahnya Saul adalah raja Israel pertama yang dipilih dan diurapi oleh Tuhan.

Kita akan melihat kehidupan Saul

1. Pada awalnya ia adalah orang yang sangat rendah hati.

Alkitab tuliskan dalam I Sam 9:21 (FAYH) Saul berkata kepada Samuel aku berasal dari suku TERKECIL, suku Benyamin dan dari keluarga yang PALING TIDAK BERARTI. padahal faktanya dia berasal dari keluarga yang kaya dan memiliki pengaruh yang besar.

Secara fisik Saul juga orang yang keren tinggi badannya diatas seluruh bangsa Israel (I Sam 9:2)
Tidak menggembor-gemborkan bahwa dia telah diurapi menjadi Raja oleh Samuel (I Sam 10:16)

2. Memiliki hati yang baru, hati yang telah diubahkan.
I Sam 10:9 (FAYH)  Allah memberikan hati yang baru.
3. Dikuasai penuh oleh Roh Tuhan ~ 1 Sam 10:10
4. Sabar, tidak tersingungan ~ I Sam 10:6-7, 9-10.

Ketika seseorang dikuasai oleh Roh Tuhan.  Perkataan/penilaian orang lain yang negatif tidak menjadi penting/mengganggunya.

Namun ketika Tuhan sudah meninggalkan Saul. Saul memiliki SensiMin (kepekaan yang negatif) I Sam 18:7-8

Saul

MERASA dirinya dikecilkan, tersaingi.

Faktanya para wanita tidak punya maksud merendahkn Saul, mereka hanya menyanyikan lagu yang spontan menyambut kemenangan Daud. (I Samuel  18:7,8)

MERASA kedudukannya terancam oleh Daud.

Kenyataannya tidaklah demikian Daud tidak pernah mau mengambil kedudukan Saul, karena Tuhan sendiri yang mengurapi (I Sam 16:12) dan menyerahkan kedudukan raja kepada Daud sebagai pengganti Saul. (I Taw 10:14)

Jadi jelas penyebab utama Saul memiliki SensiMin  (tersinggungan) adalah Roh Tuhan telah meninggalkan dia. Waktu Saul masih dipenuhi Roh Tuhan dia tidak sensiMin, bahkan ketika ditolak dan di rendahkan, dia tetap tidak tersinggung.

Selanjutnya kita lihat kehidupan Daud.

DAUD memiliki SensiPos

Ketika mendengar Tuhan dan bangsanya direndahkan oleh Goliat (I Sam 17:26), Daud marah, emosi,tersinggung karena perkataan Goliat yang menghina bangsa Israel.

Perduli terhadap orang orang yang tertolak

I Sam 22:1-2, Daud menerima semua orang yang terbuang, tertolak dan bersedia menjadi pemimpin mereka. Ketika dirinya direndahkan, Daud tidak pernah tersinggung atau marah.

Pelajaran apa yang kita bisa ambil dari Saul dan Daud.

MINTA TUHAN  MEMENUHI KITA DENGAN ROH KUDUS ~ Ketika kita penuh dengan Roh Kudus maka kita akan memiliki kepekaan yang positif.

Kita tidak akan mudah tersinggung, marah, terganggu oleh ucapan ataupun perlakuan orang lain terhadap kita, karena kita menyadari bahwa apapun yang diijinkan terjadi dalam hidup kita atas seijin Tuhan, dan pembalasan adalah hak Tuhan (Roma 12:19b)

Mazmur 118:6-7 (FAYH)
Ia memihak aku. Mengapa aku harus takut? Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku? TUHAN ada di pihakku. Ia akan menolong aku dan aku akan mengalahkan orang-orang yang membenci aku.

KETAATAN KEPADA TUHAN ADALAH BUKTI KITA DIPENUHKAN DENGAN ROH KUDUS


Bapak ibu saudara dalam Tuhan ketika hidup kita dipenuhi oleh Roh Kudus maka kita akan dimampukan untuk hidup dalam ketaatan, kepekaan terhadap kehendak Tuhan.

Salah satu kepekaan Daud terhadap sesamanya ditunjukkan dengan menerima orang-orang yang dalam masalah, orang orang yang tertolak, dan daud bersedia memimpin mereka menjadi pahlawan pahlawan yang luar biasa. Hidup mereka diubahkan dalam kepemimpinan Daud.
Marilah tunjukkan kepekaan yang positif, sehingga keberadaan kita sebagai anak anak Tuhan bisa membawa perubahan yang baik disekeliling kita.

Tuhan Yesus menyertai kita sampai selama-lamanya.

EM