Renungan Harian Anak, Rabu 27 Januari 2020

Yesaya 50:4

Shallom….. Selamat pagi adik-adik…… Bagaimana kabarnya? Kiranya perlindungan dan kekuatan dari Tuhan tetap menjadi bagian kita semua ya. Kakak percaya Tuhan akan selalu menjaga kita semuanya. Mari kita merenungkan firman Tuhan hari ini, jangan lupa awali dulu dengan berdoa yaaa…..

Kali ini kakak punya cerita tentang seorang anak yang luar biasa bernama Joni. Joni tinggal di sebuah panti asuhan karena kedua orang tuanya sudah meninggal karena kecelakaan. Joni belajar untuk mensyukuri segala yang terjadi dalam hidupnya. Joni sangat disenangi oleh orang-orang di sekitarnya. Joni adalah anak yang periang dan sangat senang menghibur orang lain. Saat ada yang sedang susah, Joni menghiburnya, Joni selalu memberi semangat kepada siapapun yang ia temui. Saat itu ada seorang kakek di pinggir jalan yang sedang bersedih karena rumahnya rusak berat akibat diterjang angin puting beliung semalam. Joni melihatnya dan berusaha untuk menghiburnya. Joni berkata “Kakek, jangan sedih. Kita bersyukur Tuhan masih melindungi dan menjaga Kakek sekarang. Jangan sedih ya, Kek. Kakek harus tetap semangat, Tuhan Yesus pasti tolong Kakek. Bagaimana kalau hari ini Joni tolong Kakek untuk memperbaiki rumah?”. Kata-kata Joni ini membuat sang kakek sadar dan kembali bersyukur bahwa Tuhan masih memberi kehidupan kepadanya. Kakek itu merasakan ada kekuatan baru setelah Joni menghiburnya.

Adik-adik tahukah kalian bahwa Tuhan memberikan sesuatu yang kecil untuk membuat hal yang luar biasa?????? Yuk kita mau baca pada ayat Firman Tuhan hari ini

Yesaya 50:4 Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu. Setiap pagi Ia mempertajam pendengaranku untuk mendengar seperti seorang murid.

Tuhan memberikan kita lidah yang kecil, tapi lidah dapat mengubahkan sesuatu yang besar. Artinya melalui perkataan, kita dapat mengubahkan orang yang ada di sekitar kita. Kata-kata yang membangun dan memberikan semangat akan memberikan kekuatan bagi orang yang mendengarnya. Sebaliknya kata-kata yang menjatuhkan akan membuat orang menjadi patah semangat.

Setiap kata-kata kita bisa mempengaruhi orang yang mendengarnya. Sebagai anak Tuhan, kita belajar menggunakan lidah kita untuk memperkatakan firman Tuhan dan memberi semangat bagi orang lain. Perkataan yang memberi semangat dapat membangkitkan seseorang yang telah patah semangat. Tapi sebaliknya, perkataan yang menyakitkan dan tidak sedap didengar dapat membangkitkan amarah orang lain. Mari kita gunakan lidah kita untuk membangkitkan semangat bagi orang-orang yang ada di sekitar kita. Muliakanlah Tuhan dengan lidahmu.

Ayat hafalan:

Yesaya 50:4a; Tuhan ALLAH telah memberikan kepadaku lidah seorang murid, supaya dengan perkataan aku dapat memberi semangat baru kepada orang yang letih lesu.

Komitmen hari ini:

Tuhan, terima kasih untuk lidahku. Aku mau belajar menggunakan lidah untuk memberi semangat kepada orang-orang yang ada di sekitarku.

SP – GCT