Signature_Life_Hidupmu_istimewa

Renungan Harian Youth, Selasa 28 Juli 2020

Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Matius 6:32

Kalian yang hobi kuliner pasti tidak asing dengan kata “topping”?Saat mendengar kata ini pasti kalian akan langsung membayangkan segala jenis masakan lezat ataupun minuman yang menggiurkan dengan “topping” favorit kalian. Pelaku bisnis kuliner semakin memanjakan para “foodie” dengan menawarkan beragam jenis topping pada makanan atau minuman mereka. Tentu saja menikmati kuliner dengan topping yang sesuai selera akan jauh lebih menggoda daripada menikmati yang original. Pernahkah terlintas dalam pikiran kita, apakah yang original itu buruk, membosankan, tidak menarik, biasa saja? 

Suatu saat ketika saya mengunjungi sebuah restoran yang cukup besar, di antara deretan menu, ada sebuah kata yang memancing perhatian saya “Signature Omelette”. Menu yang sangat sehari-hari dan kita merasa siapapun bisa membuat makanan sederhana ini. What is so special about the omelette? Label “signature” ini benar-benar membuat penasaran.

Mengacu pada kata “signature” yang memiliki arti tanda tangan, sebuah hal yang khas, menunjukkan pribadi pembuatnya, mewakili pemiliknya, unik, atau bisa dikatakan penyajian terbaik dari penyajinya. “Signature dish” adalah sebuah paket lengkap yang kita bisa harapkan ketika menikmati sebuah makanan, bukan mengandalkan pengetahuan kita yang terbatas mengenai apa yang kita suka. “Signature dish” adalah hidangan hasil karya seorang chef yang menjadi representasi dirinya. Lewat hidangannya orang mengetahui siapa dia dan apa yang penting bagi dia sampai dia menyajikan sebuah hidangan tertentu. 

Menikmati kehidupan tidak ubahnya menikmati hidangan di hadapan kita.Allah Bapa di sorga menyajikan sebuah kehidupan dalam sebuah paket lengkap yang terbaik untuk kita, bisa kita katakan “Signature Life”.

Yohanes 10:10b (NIV) I have come that they may have life, and have it to the full.

Tuhan Yesus datang ke dunia untuk memberi kita hidup dalam kepenuhannya. Menikmati hidup yang utuh, penuh dengan kelimpahan, tidak berkekurangan segala sesuatu pun yang baik.

Tentu saja kita tidak bisa menyangkal betapa sering kita mengeluh dan kuatir tentang hidup kita, dan pastinya semua bersumber dari keinginan kita sendiri. Bapa di surga mengetahui apa yang terbaik dalam hidup kita secara utuh. Keinginan kita terbatas pada hal-hal yang kita “pikir” baik untuk kita. Segala suka dan duka, hal yang mungkin kita anggap tidak baik untuk kita

Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan  bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28) 

Jika kita mau jujur, hidup kita seringkali menjadi rumit karena kita menginginkan “topping” kesukaan kita. Sebuah hal yang bukan kebutuhan namun keinginan. Matius 6:32 mengingatkan semua kita bahwa semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Makanan, pakaian, semuanya hanyalah tambahan. Tuhan mengetahui dengan sempurna pa yang kita perlukan dalam kehidupan kita bahkan untuk mencapai kepenuhannya.

Mari nikmati hidup kita. Jangan hanya apa yang ada di hadapan kita. Ketika kalian menoleh ke belakang, mungkin ada masa-masa kelam. Tapi bukankah lewat masa-masa kelam itu Tuhan menyatakan diriNya sebagai gembala dengan gada di tanganNya yang siap untuk membela dan melindungi kita? Lewat sakit penyakit Tuhan mengijinkan kita menikmati Dia sebagai Jehovah Rapha, Allah yang menyembuhkan. Dalam kekurangan, Allah Jehovah Jireh menyediakan segala yang kita perlukan. Pun jangan kuatir tentang masa depan kita. Iblis mencuri dan membinasakan hidup kita dengan kekuatiran  masa depan yang yang tentu saja menjadi misteri besar bagi kita. Allah menjamin masa depan yang penuh dengan harapan (Yeremia 29:11)

Mazmur 34:9-11 Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan  orang yang takut akan Dia. Singa-singa muda merana kelaparan, tetapi orang-orang yang mencari TUHAN, tidak kekurangan sesuatupun yang baik.

Ayat-ayat dalam pasal ini tidak ditulis ketika Daud menghadapi kehidupan yang menyenangkan. Daud sampai harus berpura-pura gila ketika dia dikejar-kejar musuh dan sampai di hadapan Abimelekh. 

Hidup kita dengan masa lalu, masa kini, masa depannya adalah sebuah paket kehidupan yang utuh dan lengkap. Sebuah  “Signature Life” yang disediakan oleh Bapa di surga yang merenda sebuah karya yang agung dan mulia.

Jangan pernah kecewa dan mulai bersungut-sungut kepada Tuhan hanya karena sesuatu tidak berjalan seperti yang kita mau. Jangan habiskan energi kalian mengejar hal-hal yang tambahan karena Tuhan tahu memberi kita yang terbaik dan sempurna. Berhentilah memusatkan diri pada apa yang kita ingini, sukai, mau. Belum tentu itu baik dan membuat hidup kita “nikmat”. 

Komitmenku hari ini :

Sobat pemuda dan remaja, jadilah bijak. Nikmati kehidupan yang utuh dan sempurna dengan memandang Allah saja. Dia yang tahu yang terbaik bagi kita. Mari kita berkomitmen untuk menikmati kehidupan seperti yang Tuhan mau.

DDO – MLE