Renungan Harian Anak, Jumat 20 November 2020

“Kasihilah Tuhan, Allahmu  , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Matius 22:37

Selamat pagi adik-adik….hari ini kakak ingin mengajak kita semua melakukan satu hal. Coba bayangkan adik-adik berdiri di depan rumah, jendela, maupun pintu rumah kita. Bentangkan tanganmu, dan cobalah focus melihat keatas dan sekitarmu, … apa yang ingin adik-adik rasakan? Pasti adik-adik melihat langit yang luas dan indah dan kita menjadi sangat kecil.

Nah dari tindakan diatas seringkali perasaan kita menjadi kecil karena ada hal yang besar dan luas dihadapan kita. Kalau seandainya adik-adik bayangkan yang besar dan luas itu adalah hal yang menakutkan, maka pasti adik-adik akan lari dan takut bukan … nah begitu juga dengan kehidupan kita adik-adik kalau kalian takut berarti kita sedang lupa bahwa kita punya Tuhan yang besar yang jauh lebih hebat dari apapun.

Nah pagi hari ini kita akan belajar dari kisah mengenai Maria dan Martha dalam Matius 10:38-42.

dalam bacaan ini disebutkan kalau Marta dan saudarinya Maria menyambut Yesus di rumah mereka. Tapi didalam cerita ini kita bisa melihat kedua bersaudara ini mengambil tugas yang berbeda. Dalam ayat ini disebutkan kalau Maria duduk mendengarkan Yesus di dekat kaki-Nya, sedangkan Marta sibuk melayani sehingga dia ditegur oleh Tuhan.

Apakah salah yang dilakukan Martha, padahal kan dia Rajin melayani dan mempersiapkan makanan bagi Tuhan? Adik-adik Tuhan tidak menegur Martha karena dia sibuk melayani tetapi karena Martha mengerjakan dengan bersungut-sungut, dan juga Martha tidak memilih mendengarkan Firman tetapi sibuk sendiri. Dengan kata lain Tuhan Yesus berharap Martha seperti Maria mendengarkan Firman Tuhan terlebih dahulu lebih penting dari kesibukannya. Maria dikatakan duduk di bawah kaki Yesus, Maria sunguh-sungguh menghargai Firman Tuhan.

Adik-adik kita belajar dari Martha dan Maria, Tuhan rindu kita semuanya untuk mendahulukan apa yang seharusnya dilakukan. Tuhan tidak melarang adik-adik sibuk dengan kegiatan adik-adik tetapi penting untuk mengutamakan Tuhan terlebih dahulu

Contohnya paling sederhana adalah dalam hal beribadah, waktunya Sunday Funday adik-adik harus menata waktu untuk bisa beribadah dengan baik, bangun pagi trus siap-siap supaya bisa beribadah dengan baik. Jangan sampai kita beralasan wah nanti aja ibadahnya, aku mau melanjutkan kesibukanku. Atau untuk mendengarkan renungan harian, adik-adik harus disiplin jangan tunda-tunda dengan melakukan hal yang lain terlebih dahulu.

Jika adik-adik mengasihi Tuhan, pasti kita akan mengutamakan Tuhan diatas segala-galanya. Ayo adik-adik semua kita belajar mengutamakan Tuhan ya. Dan jangan lupa adik-adik juga tidak boleh bersungut-sungut dalam beraktivitas, harus melakukan semuanya dengan sukacita.

Ayat hafalan

Matius 22:37a “Kasihilah Tuhan, Allahmu  , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk mengutamakan Tuhan dalam kehidupanku setiap hari,  tidak hanya sibuk dengan kegiatanku sendiri.    

TW – YC