Sikap_oposan_kuasa_kata_tetapi

Renungan harian Senin, 03 Agustus 2020

Kuasa dari kata “namun; demikian; tetapi”

Hampir semua dari kita pasti percaya bahwa Tuhan punya rencana yg indah bagi kita … namun terkadang kenyataan yg kita alami tidak demikian.

“semakin lanjut usianya semakin yakin dia bahwa hidup adalah 10% hal-hal yg terjadi pada kita dan 90% adalah respon kita terhadap hal-hal tersebut. Bila sikap kita benar tidak ada tembok yang terlalu tinggi, lembah yang terlalu dalam atau tantangan yang terlalu berat, berarti sikap kita punya bobot besar dalam menjalani hidup ini.

– Lou Nicholes

Kita perhatikan 3 peristiwa dalam Alkitab dan sikap dari tokoh-tokoh yang terlibat mengenai kata tetapi

1. Dari positif ke negatif

Bilangan 13:27-33, Dalam kisah ini kata tersebut mengubah positif menjadi negatif. Kisah tentang 12 pengintai , semua mereka, masing-masing melihat dan mengalami betapa luar biasanya tanah Kanaan. Bukan hanya Yosua dan Kaleb yang mengecap buah anggur itu.
Bukan hanya mereka berdua yang membawa pulang hasil bumi yang luar biasa itu
Namun 10 pengintai memakai kata “HANYA” sehingga mengubah semuanya … Kata hanya di Ayat 28…kata ‘nevertheless’ atau ‘tetapi’ artinya berhenti, akhir.

Mereka menyaksikan janji-janji Tuhan namun tidak dapat percaya pada perlindungan-Nya. Mereka mengunakan kuasa kata ‘tetapi’ dan mengubah keadaan positif ‘kami melihat’ menjadi pernyataan negatif ‘kami tidak dapat’. Indera mereka lebih besar daripada iman mereka. mereka lebih percaya logika mereka daripada kuasa Tuhan mereka.

Mengubah keadaan positif menjadi negatif dengan kata ‘tetapi’
Untuk hal-hal yang dihadapkan pada kita, kita pribadi yang menentukan apakah kita akan mengubah janji-janji Tuhan yang positif menjadi negatif karena ketidakpercayaan kita. Apakah kita akan menghentikan rencana Tuhan yang indah bagi hidup kita karena melihat tantangan dan kemustahilan disekitar kita? Kisah ini menunjukkan bagaimana mayoritas memilih utk menjadi oposisi hal-hal positif dari Tuhan.

2. Dari negatif ke positif

Lukas 5:4-5, Disini dikisahkan tentang mujizat penangkapan ikan, kita melihat kuasa kata ‘tetapi’ mengubah keadaan negatif menjadi positif. Simon Petrus tidak terlalu mau menebarkan jalanya lagi. Dia sudah membersihkan jalanya sepanjang pagi (ayat 2). Dia seorang nelayan yang tahu tentang hal menangkap ikan. Keahliannya mengatakan tidak ada alasan untuk mencoba lagi. Dia pun menginformasikan pada Yesus ‘kami sudah sepanjang malam bekerja keras’

Namun Simon menggunakan kuasa kata ‘tetapi’ untuk mengganti negatif menjadi positif Simon mengalami kesia-siaan dari usahanya namun dia mengandalkan ucapan Sang Guru … Kata ‘tetapi’ disini ‘menunjukkan transisi kepada sesuatu yg baru’ Disinilah Yesus memanggil murid-murinya-Nya dari penjala ikan menjadi penjala jiwa.

Kita dapat merenungkan perjalanan hidup kita hingga saat ini…ada berapa banyak momen ‘tetapi’ yang mengubah sikap negatif menjadi positif. Seberapa banyak pun hal-hal negatif yang terjadi dalam hidup kita, ada kuasa kata ‘tetapi’ yang akan menuntun kita pada pengalaman baru yg berdampak positif.

3. Dari jasmani kepada rohani

Markus 14:35-39 … Dalam ayat ini kata tetapi dipakai sebagai oposisi/ lawan dari pemberian hak.Artinya orang ini tidak mengalah pada keadaan, namun dia menyerahkan kehendak diri dan
haknya melalui kata ‘tetapi’.

Kuasa kata ‘tetapi’ dapat mengubah dunia.

Yesus adalah Allah yang terbungkus dalam wujud manusia. Dia tahu apa yang akan terjadi pada diri-Nya di jam-jam akhir hidup-Nya dan ke manusiaan-Nya tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tahu kesakitan, kesepian, penderitaan yang akan dialami sementara Ia berlutut di taman Getsemani. Secara jasmani sangat berat hal yg harus dijalani Ada penyaliban batin yg harus Yesus lewati sebelum Dia membiarkan Yudas mencium Dia. Kemanusiaan-Nya tidak ingin melewati penderitaan penyaliban. Kemanusiaan-Nya tidak ingin kehilangan sahabat2 yg mendukung Dia. Kemanusiaan-Nya meminta cara lain untuk menggenapi kehendak Bapa-Nya.

Karena kuasa kata “tetapi” bukan kehenda-Ku namuan Kehendak-Mu yang terjadi dapat membuat kita menikmati anugerah keselamatan… Karena kuasa ‘tetapi’ kita dapat mengalami hadirat Tuhan dari pemulihan hubungan dengan-Nya. Karena Yesus menyerahkan kehendak Pribadi-Nya kita mendapat rahmat dan kasih karunia


Kuasa kata ‘tetapi’ punya kemampuan untuk mengubah segala sesuatu. Setiap manusia dianugrahi hak untuk menentukan pilihan pribadi. Tuhan tidak dapat memaksa kehendak bebas kita tetapi kita yang dapat menyerahkan kehendak diri kita pada rencana dan rancangan Tuhan.
Banyak hal yang mungkin tidak sesuai dengan kehendak dan keinginan kita namun waktu kita menundukkan diri pada Tuhan banyak hal yang lebih luar biasa yang Tuhan sudah siapkan dan sediakan bagi kita.

Sikap oposan dengan menggunakan kata ‘tetapi’ berkuasa ketika kita menaruh firman Tuhan untuk dasar kepercayaan kita. selalu ada kebenaran Firman Tuhan yg dapat kita gunakan untuk mengubah keadaan kita.

GS