Renungan Harian Youth, Sabtu 30 Januari 2021

Hakim-hakim 13:24; 16:4-20

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan.

Apakah teman-teman pernah memperhatikan jawaban seorang komandan upacara ketika menerima perintah inspektur upacara? Dengan lantang, sang komandan upacara akan berkata, “Siap laksanakan!” Artinya, komandan upacara mengerti dan bersiap untuk segera menjalankan tugas yang diberikan oleh inspektur upacara kepadanya.

Kesiapan dan keseriusan kita tersebut, bertolak atau berdasar dari iman dan pengharapan kita bahwa TUHAN itu baik kepada kita dan Dia rindu membimbing kita pada jalan, kebenaran, dan hidup-Nya. Sikap masa bodoh dan lalai terhadap firman TUHAN menunjukkan bahwa kita merasa diri mampu menghadapi tantangan dan menjalani hidup di dunia ini, dengan kekuatan dan kemuliaan diri sendiri. Jelas, itu keliru. Kehidupan Simson memberikan peringatan terhadap sikap masa bodoh yang fatal. Ada hal-hal yang tidak bisa kita abaikan. Sesuatu yang diabaikan oleh Simson adalah hal yang fatal karena hal itu berkaitan dengan masalah terpenting tentang hidup dan mati.

Pertama, Simson masa bodoh terhadap panggilan hidupnya.

Hal ini sungguh mengagetkan, karena kelahiran Simson adalah istimewa dan ia memiliki orang tua yang saleh. Simson punya awal hidup yang menjanjikan. “Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia. Mulailah hatinya digerakkan oleh ROH TUHAN…” Namun tidak semua yang mulai dengan baik berakhir dengan baik. Ketika ia menjadi pemuda, Simson berkata kepada orang tuanya,”Di Timna aku melihat seorang gadis Filistin. Tolong ambillah dia menjadi istriku.” Pernyataan itu memulai serangkaian keputusan yang buruk yang mengirimnya semakin terpuruk, jauh dari panggilannya yang tinggi, yaitu untuk apa ia dilahirkan.

Kedua, Simson masa bodoh terhadap kelemahannya.

Ia kuat secara fisik, tapi lemah dalam hal lainnya. Ia sangat bangga terhadap kepiawaiannya, dan sangat sombong terhadap tindakan-tindakannya yang berani hingga ia mengabaikan kelemahannya. Ia masa bodah terhadap penipuan Delila dan perempuan di Timna. Ketika Simson sadar, sudah sangat terlambat, Tuhan telah meninggalkannya.

Orang Cina memiliki ungkapan: Tidak ada yang lebih bodoh daripada orang yang tidak tahu bahwa dirinya bodoh dan tidak tahu bahwa ia tidak tahu.” Simson tidak tahu bahwa Tuhan telah meninggalkan dia, dan ia tidak tahu bahwa kekuatannya sudah lenyap. Masa bodoh semacam itu adalah masa bodoh yang berakibat fatal.

Simson adalah seorang pemimpin yang tanpa disadari melaksanakan tugasnya dengan kekuatannya sendiri. Ketika Tuhan tidak bersamanya, ia hampir tidak merasakan perbedaannya. Kejatuhannya tiba ketika ia tidak mengetahui bahwa Tuhan telah meninggalkan dia. Hal itu bisa terjadi pada kita. Untuk akhir yang baik, menuntut kita untuk mengenal diri kita sendiri dan Allah kita. Simson memberikan peringatan kepada kita mengenai bagaimana kita bisa buta terhadap kesalahan dan kelemahan kita. Kita bisa naif terhadap bujukan iblis dan kejahatan dunia.

Amsal 13:13 mengatakan,”Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa yang taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Sikap masa bodoh tidak akan membawa hasil apa-apa selain hanya akan mendatangkan murka Tuhan. Oleh sebab itu, jangan kita bersikap masa bodoh, terutama masa bodoh terhadap Allah, karena itu tidak mudah terlihat tetapi mematikan.

Tuhan memberkati!

Komitmenku hari ini

Aku belajar untuk mengingat bahayanya “SIKAP MASA BODOH”, yang tidak memperdulikan apa yang benar dan meremehkan Firman Tuhan sehingga menjalani hidup dengan kekuatan diriku sendiri, aku mau memperhatikan kebenaran Firman yang pasti akan memberikan tuntunan dan kekuatan bagi hidupku.

MW – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah VISI atau AMBISI”. Setiap kita pasti memiliki tujuan dalam kehidupan ini, namun apakah tujuan kita sudah sesuai dengan tujuan Tuhan dan bagaimana kita menjalani kehidupan ini untuk mencapai tujuan tersebut harus dibangun dengan nilai-nilai kebenaran yang penting. Apakah visi dalam kehidupan kita dan bagaimanakah kita memandang ambisi dalam melakukan sesuatu?  Temukan jawabannya dalam obrolan kita nanti sore

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah sudah bisa digedung gereja jam 06.00 pagi, Ibadah Online jam 07.00 dan Sunday Funday jam 08.15 di chanel youtube Elohim ministry.