Renungan Harian Youth, Jumat 29 Januari 2021

Rekan-rekan elohim youth, dalam sebuah penggalan lirik lagu karangan seorang raja dangdut yang terkenal terdapat sebuah keresahan terhadap orang-orang muda. Adapun lirik lagu tersebut mengatakan demikian:

DARAH MUDA DARAHNYA PARA REMAJA
YANG SELALU MERASA GAGAH TAK PERNAH MAU MENGALAH
MASA MUDA MASA YANG BERAPI-API
YANG MAUNYA MENANG SENDIRI WALAU SALAH TAK PERDULI
DARAH MUDA

Sebenarnya ini bukan hanya ditujukan kepada para remaja usia dini saja, melainkan kepada setiap anak-anak muda; bahkan lebih spesifik lagi kepada anak-anak muda Kristen (pengikut Kristus).  Bukankah jiwa muda kita sering meronta-ronta jika kita tersinggung atau sakit hati? Atau mungkin dalam kita gampang menjadi rendah diri dan cenderung menjadi pendiam jika pendapat/pandangan kita tentang suatu hal tidak disetujui oleh orang lain (orang tua, rekan kerja, atau rekan pelayanan di gereja).

Rasul Paulus memberikan suatu nasihat yang bijak kepada salah satu anak rohaninya yang bernama Titus mengenai apa saja yang harus dilakukan oleh orang-orang muda yang hidup di zamannya.

Titus 2:6, Demikian juga orang-orang muda; nasihatilah mereka supaya mereka menguasai diri dalam segala hal;” 
terjemahan bahasa Inggris berkata demikian: Young men likewise exhort to be sober minded (KJV);  
terjemahan Alkitab Jawa Suriname berkata seperti ini: Para enom-enoman lanang uga kudu diwulangi supaya pada nggenah angen-angene.”

Kata kunci dalam ayat ini adalah kata “sober minded.” Bila diartikan kata ini memiliki makna yang beragam, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, yaitu berarti menguasai diri, menjadi bijaksana (sensible), dan selalu melakukan hal yang benar dan pantas.  Dan kata yang paling tepat untuk menerjemahkan kata sober minded ini adalah kata “SADAR PIKIRAN.”

MENGAPA ORANG MUDA PERLU KESADARAN DALAM SEGALA PEMIKIRANNYA?

Seorang komentator Alkitab bernama Matthew Henry, memberikan tanggapannya mengenai  Titus 2:6; menurutnya:

Inilah kewajiban orang-orang muda.  Mereka cenderung tidak sabar dan mudah marah, kurang pertimbangan dan tergesa-gesa.  Oleh karena itu mereka harus benar-benar dituntut  dan dinasihati supaya penuh pertimbangan, tidak gegabah.  Mereka harus dengar-dengaran dan patuh, tidak keras hati dan keras kepala, rendah hati dan lemah lembut, tidak sombong dan angkuh.  Sebab, ada banyak orang muda yang jatuh lebih karena keangkuhan daripada karena dosa lain.  Orang muda harus berperilaku terhormat dan bijaksana dalam sikap dan tingkah laku mereka, dengan menggabungkan kesungguhan orang tua dengan semangat dan kekuatan seorang remaja.  Ini akan membuat tahun-tahun di masa muda berhasil mencapai tujuan yang baik, dan menghasilkan bahan renungan yang menghibur ketika hari-hari buruk datang.  Itu akan mencegah banyak dosa dan kesedihan, dan meletakan dasar untuk melakukan dan menikmatu banyak hal yang baik.  Orang-orang seperti itu tidak akan mengeluh pada akhirnya, melainkan mendapat kedamaian dan penghiburan dalam kematian, dan setelah kematian itu, mendapatkan mahkota kehidupan yang mulia.

Sadar pikiran adalah awal dari segala perbuatan kebenaran yang berkenan kepada Tuhan.  Karena kesadaran inilah kita dituntun untuk menjadi orang bijaksana dan kemudian bermuara kepada tingkah laku dalam segala sesuatu yang kita kerjakan.  Kita akan terus mengarahkan pikiran kita kepada pikiran Kristus dan menjadi pribadi yang disenangi oleh Tuhan. 

Dalam segala perilaku kita, kita menjadi persis seperti orang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam (Mazmur 1:1-2).

Seperti kata Matthew Henry, sadar pikiran yang dimaksud oleh Paulus bukan hanya bermanfaat di dalam kehidupan di masa sekarang saja, ini adalah aktivitas yang harus dikerjakan setiap hari di dalam hidup kita, seperti dicatat dalam Mazmur 90:12, ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Buah dari kehidupan yang sadar pikiran ini adalah kehidupan yang dituntun untuk benar-benar memiliki tujuan untuk memperoleh mahkota kehidupan yang Tuhan telah sediakan bagi umat-Nya yang setia dan berharap kepada-Nya.

Komitmen kita:

Aku mau terus mengarahkan pikiranku kepada pikiran yang disenangi Tuhan dengan menjadi anak muda yang menguasi diri, menjadi bijaksana dan melakukan segala hal dengan benar dan pantas menurut firman Tuhan.

Tuhan Yesus Memberkati

RM-AC