Renungan Harian Youth, Selasa 02 Maret 2021

Bahan bacaan Keluaran 32:1-14

Syalom sobat Youth, semoga hari kalian hari luar biasa karena ada Tuhan yang selalu menyertai kita. Judul renungan kita hari ini adalah “Standing in the Gap” artinya ”Berdiri di Tengah Celah”. Apa sih maksudnya?

Mari kita lihat dahulu didalam Keluaran 32:1-14

Di situ diceritakan peristiwa saat Musa naik ke gunung Sinai untuk menerima dua loh batu yg berisi 10 perintah Allah, ternyata karena Musa lama tidak turun-turun membuat bangsa Israel memberontak terhadap Tuhan dengan membuat patung anak lembu emas dan menyembah patung itu. Hal ini membuat Tuhan marah sehingga dalam ayat ke 7-10

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya. Segera juga mereka minyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: hai Israel inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir”. Lagi Firman Tuhan kepada Musa: “Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk. Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar.”

Nah di sinilah terjadi sebuah “Gap” atau “Celah” antara umat Israel dengan Tuhan oleh karena pelanggaran yang mereka lakukan.

Jika ada masalah seperti di atas biasanya orang akan memilih menghindar biar tidak ikut kena marah, atau justru jadi kompor dan membuat Gap semakin besar. Tetapi mari kita belajar dari Musa, apa yang dilakukan Musa justru dia “Standing in the Gap” atau “Berdiri di Tengah Celah” dan berusaha menyatukannya kembali hubungan yang renggang itu.

Seperti kita lihat dalam ayat 11-13 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: “Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat? Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu. Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya.”

Musa berdiri ditengah celah dan berusaha menyatukannya kembali, dan hal ini sungguh-sungguh membuahkan hasil sehingga di ayat 14 berkata “Dan menyesallah Tuhan karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya”.

Dari peristiwa diatas kita bisa belajar dua hal:

Pertama, Jika kita melihat orang yang melakukan pelanggaran atau dosa, STOP untuk menghakimi, tetapi ambillah langkah untuk “Berdiri di tengah celah” dengan menjadi pendoa syafaat bagi orang itu agar murka Allah reda.

Hal ini bukan berarti kita kompromi dengan dosa, tetapi kita menaruh kasih diatasnya. Kalau kita baca keseluruhan pasal maka kita melihat bahwa Musa sangat mengasihi bangsanya sehingga dia berusaha melunakkan hati Tuhan, tetapi dia juga menyatakan kesalahan bangsanya dengan menghukum mereka. Karena ucapan kebenaran tanpa kasih adalah menghakimi dan menghancurkan, tapi kasih tanpa menyatakan kebenaran adalah kompromi.

Kedua, Jika kita melihat hubungan antar sesama kita yang retak, missal mama sedang marah karena adik kita melakukan kesalahan, mari kita juga mau berdiri di tengah celah untuk bisa mendamaikan mereka.

Jangan justru mengucapkan kata-kata yang semakin memperburuk hubungan mereka. Bijaksanalah seperti Musa dalam berkata-kata sehingga Tuhan saja dibuatnya menyesal atas malapetaka yang dirancangkan-Nya.

Mari rekan-rekan hari ini kita belajar untuk menjadi anak-anak Tuhan yang membawa damai, didalam keluarga kita, pergaulan kita yuk jadi pribadi yang membawa kasih Tuhan dan juga mau untuk berdoa bagi mereka supaya Tuhan mengubahkan mereka semuanya. Jadilah pelayan Tuhan yang membawa berita pendamaian dari Allah kepada dunia ini.

2 Korintus 5:18-19 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.

Komitmen hari ini

Jadilah anak muda yang mau “Berdiri di tengah Celah” untuk mendamaikan hubungan yang renggang baik itu antara manusia dengan Tuhan maupun antar sesama manusia.

SAM – LP

El Rei – Obrolan anak muda Kristen Elohim hadir di Spotify …