Kerendahan_Hati

Renungan Harian Youth, Selasa 18 Agustus 2020

Syalom Sobat Youth Elohim yang luar biasa dalam Tuhan Yesus Kristus….

Rekan-rekan pernah nonton film John Wick : Chapter 3 – Parabellum.. Film yang dibintangi Keanu Reeves sangat sukses di pasaran perfilman dunia.

Nah … Keanu Reeves aktor pemeran utama di film John Wick ini sangat terkenal, banyak penggemar (pasti diantara kalian ada yang menjadi penggemarnya) dan pasti hartanya  banyak. Namun ternyata tak seperti kebanyakan selebriti Hollywood, Keanu tetap hidup dalam kesederhanaan. Ia mungkin jadi satu-satunya selebriti Hollywood yang tak punya mansion mewah, masi suka makan di pinggir jalan, mengendarai sepeda motor atau, bepergian menggunakan transportasi umum. Tak hanya itu, Keanu juga melakukan keputusan mengejutkan ketika dia membagikan honornya dari film The Matrix kepada seluruh kru film yang nilainya sebesar Rp 1,2 triliun. Keanu juga pernah menyumbangkan uang sebesar Rp 280 juta kepada salah satu krunya yang mengalami kesusahan agar dapat merayakan natal secara khidmat bersama keluarganya. Keanu Reeves adalah seorang yang dermawan. Meski demikian, Reeves menolak untuk mencantumkan namanya di akta yayasan miliknya tersebut. Sampai banyak orang yang menyebutkan bahwa Keanu Reeves bukan hanya sekedar aktor kelas atas Hollywood, tapi juga seorang manusia sederhana berhati emas!

Sobat Youth, Lawan kesombongan adalah kerendahan hati!  Perhatikan nasihat Rasul Paulus ini! 

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”  (Filipi 2:5-7). 

Kerendahan hati dalam diri seseorang akan tampak nyata ketika ia rela mengesampingkan kepentingan diri sendiri, dan menempatkan orang lain di tempat yang lebih utama. 

Orang yang rendah hati tidak akan berhenti mengasihi hanya karena kasihnya tak terbalaskan.  Orang yang rendah hati selalu menyadari kelemahan, kekurangan dan keterbatasannya, dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan lebih dari pada kekuatan sendiri.

Sobat Kesombongan itu berbahaya … 
Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan (Amsal 16:18).
Sedangkan kerendahan-hati membawa kehormatan.,Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian (Amsal 29:23).

Allah menetapkan diri-Nya menentang orang yang sombong. Seperti kata Alkitab,

Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya (1 Petrus 5:5-6).

Mari sobat youth Elohim, kita belajar dari tokoh Alkitab bernama Raja Uzia. Ia menjadi raja di usianya yang ke enam belas. Selama 52 tahun ia memerintah Yerusalem, ia selalu melakukan apa yang benar di mata Tuhan, maka Tuhan selalu menolongnya secara ajaib dan membuat semua usahanya berhasil. Namun, di puncak kejayaannya, Raja Uzia menjadi sombong dan melanggar perintah Tuhan. Puncaknya ketika ia memasuki bait Tuhan dan membakar ukupan di atas mezbah yang seharusnya hanya boleh dilakukan oleh para imam keturunan Harun. Hal ini menunjukkan kesombongan yang fatal dan sikap tidak menghormati Tuhan. Saat itu juga Tuhan menimpakan tulah kepadanya, yaitu penyakit kusta sampai pada hari kematiannya.

3 hal penting yang harus kita ingat dan lakukan tentang merendahkan diri adalah :

1. Rendahkan diri di hadapan Tuhan

Ada kalanya kita menginginkan pengakuan atas diri kita atau hasil pekerjaan kita sehingga tanpa sadar kita meninggikan diri di hadapan orang lain. Namun, jika kita merendahkan diri di hadapan Tuhan, menyadari dan menerima bahwa kita tidak sempurna dan karena itu kita memerlukan kasih dan pimpinan-Nya dalam hidup kita, Ia akan memenuhi hati kita dengan damai.

2. Kerendahan Hati memunculkan kepedulian kepada orang lain

Kerendahan hati membuat seseorang menerima keadaan dirinya dan menjadi lebih peduli dengan sekitarnya, sehingga dapat lebih menyatu atau “satu hati” dengan komunitasnya, baik itu keluarga, teman-teman, rekan kerja, dll.

3. Pengenalan akan Kristus membawa kepada kerendahan hati

Dalam 2 Korintus 11:7-33 kembali kita dapati bahwa merendahkan diri dalam hal ini bukan dalam arti minder karena Rasul Paulus sebenarnya menyadari bahwa ia telah berkorban sedemikian rupa demi pekerjaan Tuhan. Kerendahan hatinya mengalahkan keinginannya untuk bermegah atas dirinya sendiri. Sebaliknya, ia memilih untuk bermegah dalam Tuhan

“Berkat adalah pemberian Tuhan. Jadilah rendah hati! Terkenal adalah pemberian orang. Bersyukurlah. Kesombongan adalah pemberian dari diri sendiri. Berhati-hatilah”

John Wooden

Jangan sampai kita harus mengalami hukuman karena kesombongan (Amsal 16:5). Untuk itu, marilah kita tetap merendahkan hati di hadapan Tuhan dan mengembalikan segala kemuliaan hanya kepada-Nya

Komitmenku hari ini :

Aku mau menjadi semakin serupa dengan karakter Kristus sesuai dengan Firman Tuhan dan berusaha untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan senantiasa andalkan Tuhan, Amin..

AY – MLE