Renungan Harian Anak, Jumat 12 Februari 2021

Bacaan: Maz 139:13-16, Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.

Hallo adik-adik semua…. Selamat dan semangat pagi ya… Selamat menikmati hari libur ya adik-adik, hari apa ya ??? Iya betul hari ini adalah Tahun Baru Imlek, selamat merayakan ya buat temen-teman yang merayakan.

Yuk sama-sama kita baca Firman Tuhan pagi hari ini ya…

Kakak mau tanya nih… dari ayat yang sudah kita baca, siapakah yang membentuk hidup kita? Iya benar… Tuhanlah yang membentuk kita, sejak di dalam perut Mama kita lho. Wow, Tuhan kita luar biasa ya.

Pernahkah adik-adik menyadari dan bersyukur bahwa kita ada di dunia, kita dikandung di perut Mama, kita bisa lahir itu adalah sesuatu kejadian yang dasyat dan ajaib. Dan, semua itu menunjukkan bahwa kita ini sangat berharga dimata Tuhan.

Kakak punya cerita adik-adik… Suatu hari ada seorang pendeta memegang uang pecahan Rp. 100.000,-, dan ia bertanya kepada hadirin, “Siapa yang mau uang ini?” Tampak banyak tangan diacungkan. Pertanda banyak yang mau adik-adik. “Saya akan berikan ini kepada salah satu dari Anda sekalian, tapi sebelumnya  perkenankanlah saya melakukan ini.” Ia berdiri mendekati hadirin. Uang itu diremas-remas dengan tangannya sampai berlipat-lipat. Lalu bertanya lagi, “Siapa yang masih mau uang ini?” Jumlah tangan yang teracung tak berkurang, masih banyak yang mau.
“Baiklah,” jawabnya, “apa jadinya bila saya melakukan ini?” ujarnya sambil menjatuhkan uang itu ke lantai dan menginjak-injaknya dengan sepatunya. Meski masih utuh, kini uang itu jadi amat kotor dan tak mulus lagi. “Nah, apakah sekarang masih ada yang berminat?” Tangan-tangan yang mengacung masih tetap banyak.
Kemudian bapak pendeta itu berkata: “Hadirin sekalian, Anda baru saja menghadapi sebuah pelajaran penting. Apa pun yang terjadi dengan uang ini, Anda masih berminat karena apa yang saya lakukan tidak akan mengurangi nilainya. Biarpun lecek dan kotor, uang itu tetap bernilai Rp. 100.000,-.”

Pagi ini kakak mau mengajak adik-adik semua untuk menyadari bahwa hidup kita sangat berharga dimata Tuhan. Bacaan kita pagi ini menunjukkan bahwa sejak dari dalam kandungan, Tuhan sendiri yang menenun kita, Tuhan sendiri yang membuat kita dan Tuhan telah merancangkan hari-hari kita kedepan dengan luar biasa.

Dalam kehidupan ini kita pernah beberapa kali melakukan kesalahan, berbuat dosa, dan kita seperti belepotan kotoran akibat kesalahan kita. Dalam kondisi seperti itu, kita merasa tak berharga, tak berarti. Padahal apa pun yang telah dan akan terjadi, kita tidak pernah akan kehilangan nilai di mata mereka yang mencintai kita, terlebih di mata Tuhan. Jangan pernah lupa – “Aku Berharga”.

Ayat Hafalan:

Mazmur 139:14, Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Komitmen Hari ini:

Tuhan, aku mau selalu bersyukur dengan diriku apa adanya. Aku adalah ciptaan yang berharga dihadapan-Mu.

CM – YC