“Kalahkan Kekuatiran Dengan 5-B”

“Kalahkan Kekuatiran Dengan 5-B”

Renungan Youth, Kamis 21 Januari 2021

Bahan Bacaan : Filipi 4:6-8

Syalooom… selamat pagi teman- teman remaja pemuda ELOHIM. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan. Berbicara kekuatiran memang tidak akan ada habisnya. Alasannya sangat sederhana, semua orang pernah, sedang dan akan merasa kuatir, tidak peduli dari suku apa, ras, atau status ekonomi seperti apa. Dan pastinya tidak ada yang suka dengan kekuatiran. Persoalannya adalah kadang kita tidak tau cara mengatasinya. Belum ada apotik, yang menjual obat anti kuatir. Itu sebabnya, kita harus bergumul untuk menemukan cara mengatasi kekuatiran. Rasul Paulus memberikan perintah kepada kita untuk mengatasi kekuatiran.

Dalam Filipi 4:6-8; ia berkata,”Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allahdalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal,akan memelihara hati dan pikiranmudalam Kristus Yesus. Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.”

Seorang pernah berkata tentang kekuatiran,
Worry is like a rocking chair – it gives you something to do, but it doesn’t get you anywhere.”
Kekuatiran memang tidak akan membawa kebaikan, tetapi sebaliknya akan merugikan kita dalam banyak hal.

Oleh sebab itu, kita perlu mengetahui cara mengalahkan kekuatiran.

Pertama, Berpikir Positif.

Rasul Paulus mengatakan bahwa kita harus memikirkan segala sesuatu yang jujur, benar dan adil serta hal-hal yang selalu layak untuk dihormati. Berpikir positif sangat penting, karena jika kita mengisi pikiran kita dengan hal-hal yang positif, maka kita akan menuai buah yang luar biasa.

Kedua, Berusaha.

Sebagaimana tubuh tanpa roh adalah mati, begitu juga iman tanpa perbuatan adalah iman yang mati, demikianlah firman Tuhan. Harus ada aksi/ tindakan yang berdasarkan keyakinan untuk mengatasi kekuatiran. Tentu saja tindakan yang benar, positif dan baik. Mungkin kita pernah mendengar istilah NATO (No Action Talk Only). Orang-orang NATO ini adalah orang yang tidak pernah mengenyam kebahagian hidup, karena mereka hanya berbicara tapi tidak melakukan. Jika iman tidak ditunjang dengan perbuatan baik, tidak aka nada gunanya.

Ketiga, Berdoa.

Firman Tuhan mengatakan berdoalah, dan ajukan permintaanmu kepada Allah (Fil 4:6). Karna dalam berdoa ada kuasa. Doa memiliki kekuatan untuk mendatangkan rasa aman. Doa membawa hati kita kepada Tuhan, dan mengubah fokus kita dari apa yang kita kuatirkan menjadi fokus kepada Tuhan saja. Seringlah berdoa, karena doa memiliki kekuatan yang luar biasa untuk mengatasi kekuatiran (Mat 7:9).

Keempat, Berserah.

Penyerahan kepada Tuhan merupakan gaya hidup orang percaya. Dalam I Petrus 5:7, dalam bahasa aslinya berarti; the whole of your care, not every anxiety as it arises, for none will arise  if this transference has been effectually made. Semua yang kita kuatirkan, janganlah dipikirkan, karena itu tidak akan pernah terseleaikan; tetapi serahkan semua kepada Tuhan.

Kelima, Bersyukur.

Kita diminta oleh Rasul Paulus untuk mengucap syukur. Karena mengucapsyukur membuat hidup kita ada dalam kehendak Allah (I Tes 5:18). Kekuatiran membuat fokus kita pada apa yang belum kita miliki. Sedangkan mengucap syukur membawa kita untuk berpikir dan memusatkan diri pada apa yang telah kita miliki.

Ada sejuta alasan untuk kita bersungut-sungut, mengeluh, dan mencari kesalahan orang lain. Namun mari kita belajar untuk mengucap syukur, karena Allah telah menang atas dosa, maut dan kematian.

Komitmenku hari ini

Marilah kita untuk selalu berpikir positif, berusaha, berdoa, berserah, dan bersyukur. Karena dengan demikian kita dapat mengalahkan kekuatiran dalam hidup kita. Tuhan Yesus memberkati kita semua. Amin!

MW – SCW

“Belajar untuk Konsiten”

“Belajar untuk Konsiten”

Renungan Harian Youth, Jumat 09 Oktober 2020

Syalooom rekan-rekan youth, semoga rekan-rekan dalam keadaan yang baik dan sehat semuanya. Hari ini kita akan Bersama-sama belajar pentingnya untuk untuk menjadi konsiten.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Konsistensi adalah ketetapan dan kemantapan (dalam bertindak). Maksudanya, ketika seseorang konsisten, berarti dia mantap dalam melakukan sesuatu hal secara terus-menerus.

Namun Anak muda seringkali diberikan label “Kurang konsisten”, karena seringkali gagal untuk tetap melakukan tugasnya apalagi ketika menghadapi tantangan.

Terlebih untuk hal-hal yang rohani, seringkali kita terjebak dengan “mood” dalam mencari Tuhan. Ketika mood hati bagus maka akan mencari Tuhan dengan sungguh, tetapi sebaliknya ketika kehilangan mood maka tidak lagi bersungguh-sungguh mencari Tuhan.

Kesetiaan kita kepada Tuhan harus dibarengi dengan konsistensi, karena orang bisa setia melakukan sesuatu, tetapi belum tentu ia konsisten di dalam nilai-nilai yang benar.

Dalam menjalankan ibadah pun demikian. Jika kita rutin datang ke gereja, kita bisa dimasukkan dalam kategori setia. Namun, belumlah tentu kita menjadi konsisten menjalankan nilai kebenaran dalam ibadah itu. Manakah yang lebih tepat? Orang yang hanya melakukan kegiatan kerohanian atau orang yang konsisten melakukan nilai kebenaran? Ayo kita sama-sama berusaha untuk melakukan apa yang benar. konsisten menjalankan hidup di atas kebenaran Firman. Secara penuh kesadaran dia konsisten membangun hidupnya berpadanan dengan kebenaran Firman Tuhan.

Karena itu kita juga harus dengan setia dan konsisten untuk mau merenungkan Firman Tuhan, sehingga hati dan pikiran kita semakin dipenuhi dengan kebenaran.

Konsisten mencari esensi yang paling penting.

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Tuhan Yesus mengajarkan agar kita menjadikan urusan Kerajaan Allah menjadi hal yang terutama dalam kehidupan kita. Terus utamakan Tuhan dalam segala aspek kehidupan kita, terus carilah Tuhan supaya kita mendapatkan kemenangan yang sudah Tuhan sediakan.

Menghidupi kehendak dan kebenaran Allah  adalah esensi dalam kehidupan kekristenan kita.

Dibutuhkan niat dan kesungguhan hati untuk terus mencari kebenaran dalam kehidupan kita. Konsistensi kita untuk mau terus bertumbuh akan menuntun kita untuk mempraktekkan setiap Firman Allah yang kita miliki. Karena itulah, kita perlu konsisten membangun hidup setiap hari di atas dasar kebenaran. Mengapa harus setiap hari?  Karena iblis kerjanya juga tiap hari, berusaha membuat iman kita kendor dan tidak bertumbuh.

Konsistensi untuk terus mencari Tuhan adalah bagian terbaik yang ada didalam kehidupan kita, ingatlah bahwa pengenalan akan Allah adalah anugerah, namun bukanlah hal yang murahan.

Hanya orang-orang yang benar-benar merindukan Dia dan haus lapar akan Tuhan yang akan menikmati kepuasan yang sejati.

Maria dipuji Yesus ketika dia duduk dekat-Nya. Bukan berarti apa yang Marta lakukan tidak penting. Namun, Maria tahu melakukan bagian yang terbaik di saat yang tepat. Bahkan Tuhan Yesus katakan Maria telah memilih bagian yang terbaik (Lukas 10:42).

Ayo kita Bersama-sama mau untuk belajar memiliki kehidupan yang konsisten dalam mencari Tuhan, percayalah masa muda kita akan menjadi sangat bermakna ketika kita menjadi anak muda yang mau untuk mengenal Tuhan

Amsal 2:4-5 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan TUHAN dan mendapat pengenalan akan Allah.

Kiranya Roh Kudus akan memampukan kita untuk menjadi pelaku Firman

Tuhan Yesus memberkati

YNP – AC