“MEMPRIORITASKAN KEBENARAN”

“MEMPRIORITASKAN KEBENARAN”

Renungan Harian Youth, Jumat 23 April 2021

Syalom rekan-rekan Youth, Puji Tuhan hari ini kita masih diberikan kesempatan untuk memasuki hari ini dengan tubuh yang sehat … semua karena berkat dan anugerah Tuhan, jangan lupa untuk bersyukur ya..

Efesus 5:15-17 (VMD) Jadi, hati-hatilah bagaimana kamu hidup. Jangan hidup seperti orang bodoh, tetapi hiduplah bijaksana. Maksudku, kamu harus menggunakan setiap kesempatan untuk melakukan yang baik sebab saat ini adalah waktu yang jahat. Jangan ceroboh dengan hidupmu. Pelajarilah apa yang diinginkan Tuhan untuk kamu lakukan.

Hari ini kita belajar dari Nasehat Rasul Paulus untuk menjadi BIjaksana. Paulus memberikan istilah jangan jadi “Orang Bodoh” siapakah mereka yang tergolong kategori ini? Rasul Paulus secara tersirat menyatakan mereka yang hanya menjadi “Pendengar Firman” tetapi tidak mau berubah dan melakukan Firman. Firman Tuhan hanya sebagai “INFORMASI YANG BAIK” tanpa ada kerinduan untuk melakukannya.

Ingatlah bahwa Kita harus berhati – hati dalam hidup ini, agar tidak hanya menjadi ‘pendengar firman saja’, melainkan menjadi pelaku firman.

Jangan sampai kita sudah ‘merasa’ sudah menjadi pelaku firman ketika mendengar firman! Belum! Hanya pada saat kita melakukan firman barulah kita dikategorikan sebagai pelaku firman seperti yang dinasehatkan oleh Tuhan Yesus sendiri

Matius 7:24;26 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu  … Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.

Suatu kebodohan jika kita hanya mendengar firman tapi tidak melakukannya. Sebab hidup kita akan mudah tergoncang di tengah kondisi dunia yang tidak pasti. Namun jika kita menjadi pelaku firman, maka hidup kita akan kokoh di tengah kegoncangan dunia. Kita ada dalam Kerajaan-Nya yang tidak tergoncangkan. Dipelihara Tuhan dengan cara-Nya yang ajaib, hidup dalam damai sejahtera, dan penuh dengan sukacita abadi.

Hidup yang bijaksana adalah kehidupan yang memprioritaskan dan menjalani KEBENARAN FIRMAN

Dari nasehat Rasuk Paulus dalam Efesus 5:15-17, hal apakah yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita.

1. Pegunakanlah setiap kesempatan untuk melakukan apa yang benar dan apa yang baik walau melawan arus keyakinan dunia ini.

Rekan-rekan youthm ditengah semua situasi yang tidak mudah ini, jangan menjadi goyah namun sebaliknya ayo gunakan kesempatan ini untuk menjadi anak-anak Tuhan yang berani untuk menyatakan kebenaran dan kebaikan hati Tuhan.

Ditengah masa sulit kadang banyak orang menjadi egois dan tidak mementingkan orang lain, namun sebagai anak-anak Tuhan mari gunakan kesempatan ini supaya hidup kita bisa menjadi alatnya Tuhan menyatakan kebenaran dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Ini waktunya untuk kita mengekspresikan kebenaran dan kebaikan hati Tuhan!

 2. jangan Ceroboh tetapi pelajari dan Kerjakan kehendak Tuhan

Jangan menjalani hidup ini semaunya dan akhirnya menjadi ceroboh namun sebaliknya, kerjakanlah apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam kebenaran.

Mungkin kita bertanya apa kehendak Tuhan? Tidak susah sebenarnya, buka hati dan pikiranmu apa yang Firman Tuhan nyatakan dalam kebenaran lakukanlah, karena itulah nasehat Firman Tuhan adalah “Pelajarilah apa yang diinginkan Tuhan” dimulai dari hal-hal yang sederhana dalam hidupmu, rutinitasmu, dalam rumahmu bahkan sampai kepada banyak orang.

Kolose  3:23 Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Jangan sampai kita jadi ceroboh karena terkecoh oleh tipu daya iblis yang membuat focus dan  perhatian kita tertuju kepada hal-hal yang hanya besifat duniawi saja tanpa kita memikirkan hal-hal yang bersifat kekal. Segala sesuatu yang kita lakukan, kerjakan semuanya dengan prinsip nilai kekekalan yaitu lakukan dengan segenap hati untuk memuliakan nama Tuhan.

 Kiranya Tuhan menolong kita semuanya

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk memprioritaskan kebenaran, dengan mau untuk mempergunakan kesempatan yang ada dan menjalani hidup ini dengan bijaksana melakukan kehendak Bapa yang di Sorga

Amen … TUhan Yesus memberkati

YNP – MLE

“Hidup dalam kasih”

“Hidup dalam kasih”

Renungan Harian Youth, Kamis 08 April 2021

Efesus 5:2, dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu m  dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Hallo …. Teman-teman Youth yang dikasihi Tuhan, bagaimana kabarmu hari ini, saya harapkan kalian semua dalam keadaan sehat.

Kita patut bersyukur atas apa yang Tuhan kerjakan sampai saat ini. Seberat apapun beban yang kita alami saat ini, kita yakin bahwa Tuhan pasti menonong kita, ketahuilah Tuhan tahu kemampuan kita dan Dia tidak penah memberi cobaan yang melebihi kekuatan kita. Kalau saat ini kita masih ada di dunia ini , pasti ada rencana Tuhan yang harus kita lakukan. 

Kesulitan-kesulitan hidup saat ini, khususnya di masa pandemi ini, akan membuat kita mulai lemah, gak bersemangat dan bisa jadi mulai malas untuk beribadah, berdoa, maupun membaca Firman Tuhan. Tapi rekan-rekan ayo kita harus tetap semangat melakukan setiap Firman yang kita terima, karena didalam Firman Nya Allah mau menguatkan setiap kehidupan kita semuanya.   

Hari Minggu kemarin kita memperingati hari PASKAH. Dimana Tuhan Yesus rela mati diatas kayu salib, untuk menebus dosa-dosa kita, Dia tidak hanya mati, tetapi pada hari yang ke tiga, dia bangkit dari kubur , dan hidup selama-lamanya. 

Kita harus selalu bersyukur, dan senantiasa mengingat akan kasihNya yang tanpa batas kepada kita semua. Seharusnya kitalah yang harus binasa karena segala dosa yang kita lakukan, Tapi Yesus dengan kasihnya menggantikan kita semua sehingga kita bisa diselamatkan. Oleh sebab itu kita harus hidup di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus mengasihi kita semua.

Kasih merupakan ciri orang beriman.

Karena Kasih Tuhan Yesus kita bisa hidup, dan kitapun harus hidup didalam kasih itu. Kita harus bisa mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa kita, dan kita harus bisa mengasihi sesama kita seperti kita mengasihi diri kita sendiri  .

Matius 22:37-39 Jawab Yesus kepadanya: “Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Mari kita merenungkan Firman Tuhan, kebenaran apakah yang kita pelajari hari ini

Yang pertama, apakah kita sudah mengasihi Tuhan dengan segenap hati kita?

Banyak dari kita yang secara lisan dengan mudahnya mengatakan kita mengasihi Tuhan, tapi pada kenyataannya perbuatan dan hati kita masih jauh dari mengasihiNya. Kalau kita mengasihi Tuhan, berapa waktu yang kita berikan kepada Tuhan? Kalau kita mengasihi Tuhan apakah kita setiap hari, setiap waktu mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh, melalui pembacaan Alkitab, melalui doa-doa kita.

Ini yang sering kita lakukan, kita ngomongnya mengasihi Tuhan , tapi kita kurang sekali menyediakan waktu untuk Tuhan. Ayo teman-teman yang mengasihi Tuhan, mulai sediakan waktu yang terbaik untuk Tuhan.

Yang kedua, apakah kita mengasihi sesama kita,

Apakah kita mulai tidak peduli lagi dengan orang-orang disekitar kita. Teman-teman , yok kita mulai peduli dengan orang-orang disekitar kita, apalagi disaat-saat pandemi seperti saat ini. Banyak dari teman-teman kita yang mengalami masalah, kita yang sudah diberkati Tuhan mesti peduli dengan teman-teman yang mengalami kesulitan.

Walaupun dengan segala keterbatasan yang ada, berilah dukungan bagi rekan-rekan kalian yang lain, pasti kita bisa jadi berkat bagi orang lain selama kita mau, mengasihi bukan saja tentang hal materi tetapi ada banyak hal yang bisa kita lakukan demi kebaikan orang lain.

Ada pengorbanan yang harus kita lakukan apabila kita mau hidup didalam kasih, seperti Tuhan Yesus sudah berkorban bagi kita , kita juga mau berkorban untuk Tuhan dan sesama kita, dengan memberikan yang terbaik untuk Tuhan dan sesama kita. Kiranya Roh Kudus memampukan kita semua untuk bisa hidup di dalam kasih.

Tetap semangat didalam Tuhan, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Selamat Paskah, Tuhan Yesus memberkati kita semua .

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar untuk hidup dalam kasih, aku mau belajar untuk hidup dalam kasih dan menjadi saluran berkat bagi orang-orang yang ada disekitarku.

Amen … salam semangat

Tuhan Yesus memberkati

RA – LP

“Kacamata kebaikan”

“Kacamata kebaikan”

Renungan harian Youth, Selasa 23 Maret 2021

Yohanes 9 :1-11

Syalom rekan-rekan youth … semoga rekan-rekan dalam keadaan yang baik semuanya, salam semangat dan sebelum kita melanjutkan aktivitas kita yuk kita mau Bersama merenungkan Firman Tuhan terlebih dahulu.

Rekan-rekan Kita memakai kacamata hitam agar tidak silau saat terpapar sinar matahari. Ada juga Tukang las memakai kacamata khusus yang lebih gelap agar tidak silau saat terus menerus melihat percikan api las. Jadi, butuh kacamata yang tepat dalam menghadapi setiap kondisi. Apalagi teman-teman yang memiliki masalah dengan lensa di mata kita tentunya perlu kacamata supaya dapat melihat atau membaca dengan jelas.

Alkitab berkata dalam Efesus 5:16 “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” … kita hidup di hari-hari yang jahat. Namun untuk dunia yang jahat inilah Yesus datang, dan Tuhan Yesus rela untuk mati diatas kayu salib, berkorban bagi orang-orang yang berdosa. Kepada manusia-manusia berdosa, Tuhan mencurahkan kasihNya dengan luar biasa.

Kacamata Kristus bukan kacamata dunia yang memandang manusia dari kejahatan nya saja. Kacamata Kristus adalah kacamata kasih yang memandang kita sebagai jiwa yang tidak berpengharapan, hilang arah, dan sedang berjalan menuju maut. Itu sebabnya Yesus datang menyelamatkan kita .

Dalam perikop Alkitab yang kita baca hari ini, dalam Injil Yohanes pasal 9, Saat para murid bertemu dengan orang buta sejak lahir tersebut, mereka bertanya siapakah yang salah, dosa siapa sampai ia buta. Kacamata yang dipakai oleh murid-murid adalah penghakiman, mencari siapa yang salah karena situasi atau kondisi yang sedang terjadi kepada orang buta ini. Namun Yesus berbeda, melihat orang buta itu, Yesus melihat rencana Allah yang harus digenapi yaitu pemulihan dan kebaikan. Dan benar Tuhan menyatakan kuasaNya dan melalui mujizatNya nama Tuhan dipermuliakan

Menghadapi orang-orang di sekitar kita, kacamata apa yang kita pakai? Seringkali kita sama seperti para murid, memakai kacamata penghakiman, kacamata untung rugi, kacamata prasangka, kacamata kebenaran diri sendiri.  Padahal kita tahu, penilaian kita belum tentu benar .

Bagaimana supaya kacamata kita tidak berisi penghakiman dan hal negatif seperti itu?

Lukas 11:34 berkata, “Matamu adalah pelita tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu, tetapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu.”

Milikilah cara pandang yang benar dengan mengisi pikiran dan hati kita dengan hal yang baik, positif, dan penuh kasih, pakailah kacamata kebenaran.

Inilah kunci memiliki pikiran yang dipenuhi damai sejahtera. Mari kita periksa diri kita masing masing. Apakah pikiran kita selalu saja buruk, gundah, atau tidak tenang, karena cara memandang sesuatu juga selalu nagatif, penuh prasangka dan egois. Karena Pikiran yang baik akan menghasilkan cara pandang yang baik.

Begitu juga kita memandang diri kita sendiri, pakailah kacamata kebenaran supaya kita memandang diri kita sesuai dengan Firman Tuhan. Memandang setiap keputusan dan pilihan dalam kehidupan kita dengan sudut pandang yang benar. Sehingga hal-hal yang lakukan mau selalu diselaraskan dengan Firman.

Ayo rekan-rekan Youth kita mau semakin bertumbuh dalam kebenaran, milikilah Firman Tuhan yang setiap hari kita renungkan untuk mengubah kacamata kita yang salah. Meluruskan hati dan pikiran yang salah dan saya percaya dengan pertolongan Roh Kudus kita akan dimampukan untuk memandang dengan kaca mata yang benar baik tentang diri kita, orang lain dan situasi atau keadaan yang ada disekitar kita.

Komitmen ku hari ini :

Aku mau mengisi pikiranku dengan kebenaran firman Allah agar aku juga bisa memandang sekelilingku  dan hidupku dengan cara yang benar.

Tuhan Yesus Memberkati kita semuanya

NV – TVP

“Jangan Menolak Nasihat”

“Jangan Menolak Nasihat”

Renungan Harian Youth, Rabu 10 Maret 2021

Amsal 12:15 (TB)  Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.

Rekan-rekan youth, siapa diantara kita yang tidak pernah mendapat wejangan atau nasihat dari orang tua kita? bukan hanya orang tua sih, bisa juga guru, kakak, kakek-nenek, atau bisa saja kalian senang mencari qoutes2 yang berkaitan dengan masa kini dan masa depan kita.  Di masa kini juga banyak sekali bermunculan para motivator-motivator yang mengarahkan para penonton/pendengarnya bagaimana menjadi orang yang berhasil.  Semua perkataan yang mereka ucapkan adalah sebuah hasil perenungan dan pengalaman hidup yang dibagikan kepada Kita.

Adakah diantara kita yang sering kesal dengan seseorang apabila kita mendapat nasihat dari orang lain.  Kelemahan Kita sebagai orang muda cenderung justru merasa lebih kuat dan lebih bijak, bahkan merasa lebih benar jika diperhadapkan dengan suatu perkara.  Bahkan terkadang, kita lebih memilih ego kita daripada menurut nasihat dari orang lain. Cobalah untuk bersikap tenang, arahkan pikiran kita kepada Tuhan dan bukalah hati kita untuk selalu dipenuhi dengan perkataan Firman Tuhan.

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5

Prinsip Amsal sejak permulaan adalah pilih hikmat dan tolak kebebalan. Ini adalah hal mendasar. Seperti membangun rumah yang harus didirikan dengan fondasi batu, bukan pasir ( bandingkan dengan. Matius 7:24-27). Oleh karena itu kritik Amsal di perikop ini harus ditanggapi dengan serius dan dijadikan dasar untuk membangun ulang hidup.  Integritas menjadi dasar untuk menjalani hidup di dunia ini: integritas dalam motivasi, perkataan, dan perbuatan.

Pikiran orang baik dipenuhi dengan kejujuran; pikiran orang jahat dipenuhi dengan dusta. Orang jahat memfitnah; orang benar membela. Orang jahat akan binasa; orang benar akan tetap tegak. Orang yang berakal budi dikagumi, tetapi orang dengan pikiran yang bengkok dibenci. Amsal 12:5-8 (FAYH)

Mengenal diri sendiri penting agar dapat memperbaiki diri, bila perlu dengan merubuhkan bangunan kehidupan yang telah keliru berdiri. Dibutuhkan pengendalian diri dan kerendahhatian untuk menerima kritik tanpa bersikap reaktif.

Tuhan sebenarnya mengenal pola pikir dan karakter dari masing-masih kita, namun Tuhan juga memberikan pembelajaran bagi kita untuk mengenal diri kita melalui situasi dari perkara-perkara kehidupan yang kita hadapi.  Ini sangat berguna untuk respon kita terhadap masalah-masalah yang bahkan belum terpikirkan oleh kita.

Apapun motivasi orang yang memberi kritik, kritik itu sendiri memberi kesempatan bagi kita untuk mengevaluasi diri dan mengizinkan Allah beroperasi, memperbarui kita dari dalam. Kritik memang tidak menyenangkan, apalagi kalau disampaikan oleh orang yang bermaksud menjatuhkan kita, atau disampaikan dengan cara kasar tanpa peduli perasaan orang lain. Akan tetapi, Tuhan dapat memakai kritik untuk membentuk kita menjadi seperti yang Dia kehendaki.

Adakah seseorang yang begitu bijak sehingga ia memiliki pengetahuan yang sempurna akan segala sesuatu?

-Thomas Kempis-

Amsal 9:1-12 memberikan perbandingan antara seorang pencemooh dan seorang yang bijak. 
Orang bijak tidak takut atau marah ketika ia dinasihati.  Ia mampu menerima dan mengelola nasihat, kecaman, atau teguran keras sebagai sarana untuk membangun dirinya.  Ia memiliki kelenturan yang luar biasa terhadap nasihat.  Sebaliknya, pencemooh tidak suka terhadap nasihat dan akan membenci orang yang menasihatinya.  Ia cenderung menganggap masukan sebagai serangan pribadi.

Raja Salomo juga pernah menyatakan dalam Kitab Amsal: Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan, tetapi terlaksana kalau penasihat banyak.

Tuhan sendiri adalah Penasihat Ajaib.  Ia memberikan nasihat melalui orang-orang dewasa rohani yang ada di sekitar kita.  Mintalah nasihat dari mereka dan bersyukurlah kepada Allah karena keberadaan mereka dan bersyukurlah kepada Allah karena keberadaan mereka.

Mendengarkan nasihat dan masukan akan menuntun kita menjadi lebih bijaksan dan penuh pertimbangan.

Komitmen kita:

Aku mau bertumbuh menjadi bijak dengan tidak menolak nasihat dan didikan sehingga aku memiliki respon yang benar dari sgeala perkara hidup yang aku hadapi.

Amin … Tuhan Yesus Memberkati

RM-YDK

El Rei hadir di Spotify …

“KUATIR itu Merugikan diri sendiri”

“KUATIR itu Merugikan diri sendiri”

Renungan Harian Youth, Kamis 11 Februari 2021

Mazmur 13:3, Berapa lama lagi aku harus menaruh kekuatiran dalam diriku, dan bersedih hati sepanjang hari?

Selamat pagi… salam semangat buat rekan-rekan semuanya … kiranya hari ini menjadi hari yang diberkati oleh Tuhan.

Rekan-rekan yang dikasihi oleh Tuhan Yesus … Hidup di tengah dunia yang semakin bergejolak dan penuh problematika ini tak seorang pun hidup tanpa kuatir dan tak seorang pun terhindar dari rasa kuatir, termasuk kita sebagai orang percaya.  Jika ada orang yang menyatakan diri bahwa ia tidak pernah merasa kuatir sedikit pun dalam hidupnya, hal tersebut adalah sebuah penyangkalan.  Akan tetapi setiap kita dapat menolong diri sendiri terlepas dari rasa kuatir yaitu memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan dan melihat setiap masalah, situasi, keadaan atau peristiwa yang ada dari sudut pandang Firman Tuhan.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata  ‘kuatir’  memiliki pengertian:  takut  (gelisah, cemas)  terhadap suatu hal yang belum diketahui dengan pasti.  Perasaan ini biasanya dihubungkan dengan pikiran negatif tentang sesuatu yang mungkin terjadi di masa yang akan datang.  Kuatir juga berarti was-was, bingung dan pikiran terpecah-pecah. 

Tuhan berfirman:  
“Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?”  (Matius 6:25). 
Lalu Dia menambahkan:  “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”  (Matius 6:27). 

Tuhan memperingatkan kita untuk tidak kuatir, karena Dia sendiri yang menjadi jaminan bagi kita.  “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”  (Ibrani 13:5b).

Hendaknya kita menyadari bahwa kekuatiran itu hanya memindahkan beban dari bahu Tuhan yang kuat ke bahu kita yang lemah.  Kekuatiran adalah sebuah obsesi akan hal buruk yang mungkin terjadi dan juga tidak terjadi, ketakutan terhadap hal yang tidak menyenangkan, menderita sakit, mengalami kekurangan, kehilangan sesuatu dan sebagainya. 

Daud, seorang raja pun, juga pernah merasa kuatir, tapi ia tak mau terus dibelenggunya, kemudian …  Daud mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan melalui doa dan percaya penuh kepada-Nya!

Mazmur 13:6 Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya, hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau menyanyi untuk TUHAN, karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

Cara Daud Mengatasi Kekuatiran

1. Membangun Kepercayaan kepada Tuhan.

Daud mengarahkan pikiran dan hatinya kepada kebesaran Allah bukan kepada besarnya masalahnya. Daud memilih untuk percaya kepada janji Allah dibanding memilih untuk ditekan oleh masalah yang dia hadapi.

2. Membangun Pujian kepada Tuhan

Ada kuasa didalam pujian. Ini adalah kebenaran bagi kita anak-anak Tuhan, setiap pujian yang kita naikkan kepada Tuhan adalah untuk mensyukuri setiap kebaikan Tuhan. Pujian itu membangun Iman dan percaya kita kepada Allah. Ketika kita memuji Tuhan maka sebenarnya kita sedang mengarahkan hati kita kepada Tuhan.

Dalam segala situasi dan keadaan, bahkan dalam keadaan yang berat … pujilah Tuhan … naikan pujianmu kepada Allah, percayalah setiap pujian itu akan mengingatkan kita kepada kebesaran dan kebaikan Allah yang jauh lebih besar daripada kekuatiran dalam kehidupan kita.

Perhatikan nasehat Amsal Kekuatiran dalam hati membungkukkan orang,”  Amsal 12:25

Komitmenku hari ini

Kekuatiran akan menyedot energi dan semangat kita, karena itu pilihlah untuk tetap percaya dan arahkan hatimu kepada kebesaran Tuhan

Tuhan Yesus Memberkati

YG – SCW