GOD is our extraordinary GUIDE

GOD is our extraordinary GUIDE

Renungan Harian, Selasa 13 April 2021

Mazmur 25:4-5, “Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku. Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.”

Selamat pagi bapak, ibu dan saudara sekalian,  Di era teknologi maju seperti sekarang ini, manusia telah membuat banyak alat bantu bagi dirinya, tujuannya adalah untuk mempermudah kita dalam seluruh aktifitas yang dikerjakan.  Salah satu alat bantu yang sangat menolong adalah GPS (Gobal Positioning System)

Apakah GPS itu??…

Awalnya GPS dibuat untuk keperluan Militer, baik untuk menunjukan posisi dengan tepat (positioning), membantu dalam memberikan arah (navigation), san sistem pencapaian senjata.  Pada tahun 1984, Presiden AS , Ronakd Wilson Reagan mengumumkan bahwa sebagaian kemampuan GPS boleh digunakan oleh masyarakat luas.  Dalam hal fungsi navigasi saja kita sudah banyak tertolong, belom banyak hal lainnya.

Apabila saya bertanya kepada kita semua ; Siapakah diantara bapak, ibu dan saudara sekalian yang bèlum pernah memakai GPS?  Saya percaya jumlah orang yang mengangkat tangan sangat sedikit.  Karena banyak diantara kita yang pernah memakainya. Aplikasi seperti Google Map dan Waze merupakan alat yang pasti akan kita pergunakan ketika kita melakukan perjalanan ke suatu tempat yang kita sendiri tidak pernah kesana.  Kenapa kita berani, karena Google Maps atau Waze akan membantu untuk menuntun perjalanan kita sampai ditujuan dengan tepat.  Cukup dengan menuliskan alamat tujuan kita di aplikasi GPS, kemudian kita akan dituntunnya sampai ke alamat tujuan kita. bahkan di aplikasi GPS tersebut dapat menunjukkan berapa menit jarak tempuh (menunjukkan waktu) dan berapa KM yang akan kita tempuh (jarak jelajah), bahkan dapat memberi informasi hal kemacetan dalam perjalanan kita.

Bapak, ibu dan saudara sekalian yang dikasihi TUHAN, tema renungan harian hari ini adalah GUIDE.  Apakah arti guide sebenarnya? Kata guide yang merupakan kata benda (noun) dalam Merriam Webster Dictionary memiliki arti: 

1) one that leads or directs another’s way  (sesuatu yang memimpin atau mengarahkan jalan orang lain),
2) a person who exhibits and explains points of interest (seseorang yang menunjukkan dan menjelaskan tempat menarik),
3) something that provides a person with guiding information (sesuatu yang memberikan informasi panduan kepada seseorang).

Dalam arti sederhana kata guide memiliki arti penuntun yang memimpin dan mengarahkan kita kepada suatu tempat yang menjadi tujuan kita.

Mazmur 25:4 menuliskan bahwa dalam doanya pemazmur menyampaikan permohonan kepada Tuhan untuk menunjukkan jalan-jalan-NYA [terjemahan Firman Allah Yang Hidup menuliskan; Tunjukkanlah jalan yang harus ku tempuh ya Tuhan, tunjukkanlah jalan yang benar yang harus ku ikuti].

Mengapa Daud menyampaikan doa yg demikian??  Karena Daud tahu bahwa jalan Tuhan itu sempurna.  Terjemahan King James memakai kata “PERFECT”  untuk kata sempurna tersebut.  Dalam bahasa aslinya Daud memakai kata yang artinya “Tanpa cacat cela” [Mazmur 18:31]. 

Bagi Daud Tuhan adalah “Guide” yang sempurna, jalan-NYA sempurna adanya.  Orang-orang yang mengikuti jalan-NYA sama dengan orang yang mengikuti pimpinan-NYA yang akan membawa kepada akhir yang sempurna.

 Jika TUHAN yang menjadi “GUIDE” kehidupan kita, maka DIA adalah pribadi yang memimpin, menuntun dan mengarahkan kita menuju tujuan-NYA bagi hidup kita. 

Ada dua hal mengenai GOD is our extraordinary GUIDE;

1. TUHAN adalah Sang Pemandu Kehidupan.

Kita bukan berasal dari bumi ini.  Kita adalah Warga Kerajaan Sorga yang diutus di bumi untuk mengelola bumi dan segala isinya. Ada banyak hal yang tidak kita ketahui bagaimana hidup di bumi. Namun TUHAN adalah Sang Pencipta langit dan bumi serta alam semesta. TUHAN sudah mempersiapkan panduan terbaik agar kita dapat mengelola bumi ini seturut rencana dan kehendak-NYA yang sempurna. TUHAN sudah menyediakan buku panduan yang terbaik bagi kita, buku panduan itu adalah Alkitab. Maukah anda membaca Alkitab? Maukah anda mengikuti panduan TUHAN dengan menjadi pelaku dari firman-NYA?  Yakobus 1:22 menulis; hendaklah kamu jadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja. 

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, marilah kita jadi umat Tuhan yang hidup sesuai dengan Firman Tuhan, sebab Firman- NYA adalah panduan dan petunjuk bagi kehidupan kita.

2. TUHAN adalah Sang Pemandu yang Terbaik.

TUHAN selalu siap memandu kita setiap saat. TUHAN mau kita percaya dan mengandalkan TUHAN setiap saat. Kunci menikmati panduan TUHAN adalah hidup bergantung dan berserah kepada TUHAN. Tetaplah rendah hati dan jangan mengandalkan kemampuan dan kekuatan kita sendiri. TUHAN memandu kehidupan kita dengan sangat tepat waktu, sangat presisi dan tidak pernah salah. Sudahkah kita merelakan kehidupan kita dipandu TUHAN?

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, marilah kita semua bersama menjadi pribadi yang mau mempercayakan hidupnya kepada Sang Pemandu Kehidupan, maka DIA, sang pemandu yang sejati yaitu Tuhan Yesus Kristus, akan membawa kita kepada Tujuan-NYA yang sempurna bagi hidup kita.

Mazmur 18:31 mencatat; “Adapun Allah, jalan-NYA sempurna; janji Tuhan adalah murni; Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung pada-NYA.” 

TUHAN adalah pemandu kehidupan yang sangat luar biasa, relakanlah diri kita untuk dipandu TUHAN setiap saat.

 Amin.Tuhan Yesus Memberkati.

DS

“Paskah = Kemenangan Kita”

“Paskah = Kemenangan Kita”

Renungan harian, Sabtu 03 April 2021
Lukas 24 :1-12

Syalom bapak/ibu dan sdr terkasih. Puji Tuhan hari ini kita dapat mengingat dan merayakan paskah bersama sama, walau dalam keadaan yang berbeda.
Setiap dari kita tentunya sudah familiar dengan kata “Paskah”, karena setiap tahun kita memperingatinya.

Di dalam Perjanjian Lama, Paskah atau “Passover” atau “Pesakh” (Ibrani) adalah perayaan pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir, di mana pada saat itu diadakan upacara roti tidak beragi dan persembahan anak sulung dengan upacara korban domba paskah, dan merupakan perintah Tuhan agar dikenang oleh Musa. Pada saat itu umat Allah merayakan Paskah dalam berbagai lambang. Seperti yang dinyatakan dalam:

Kolose 2:17,
“Semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus. “
Ibrani 10:1,
“Di dalam hukum Taurat hanya terdapat bayangan saja dari keselamatan yang akan datang, dan bukan hakekat dari keselamatan itu sendiri. Karena itu dengan korban yang sama, yang setiap tahun terus-menerus dipersembahkan, hukum Taurat tidak mungkin menyempurnakan mereka yang datang mengambil bagian di dalamnya.”

Hari raya pada masa Perjanjian Lama adalah bayangan dari apa yang akan datang, dan wujudnya adalah Kristus. Sedangkan Paskah dalam tradisi Yahudi yang lazim sampai saat ini, kepala keluarga mengucapkan puji-pujian lalu mengedarkan cawan anggur pertama. Makanan kecil disajikan sebagai hidangan pendahuluaan. Kemudian cawan anggur yang kedua diedarkan. Lalu ada seorang anak laki-laki harus bertanya, “Apa arti semua upacara ini?” kepala keluarga menjawab dengan membacakan kitab  Ulangan 26:5-11.

Dan dalam Perjanjian Baru Paskah menunjukkan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Pengorbanan itu membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Hal ini hanya terjadi bagi mereka yang percaya kepada-Nya. Paskah bisa disebut sebagai tindakan Allah yang mengasihi manusia yang sudah jatuh di dalam dosa, dengan mengorbankan anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus. Yoh 3:16

Yesaya 59:1-2
“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Yeremia 5:25
“Kesalahanmu menghalangi semuanya ini, dan dosamu menghambat yang baik dari padamu.”

Dokter mungkin bisa membebaskan kita dari sakit penyakit (walaupun adakalanya dokterpun menyerah), bantuan keuangan dari seseorang mungkin bisa membebaskan kita dari masalah keuangan, aparat keamanan juga bisa membebaskan kita dari ancaman manusia yang memusuhi kita, tetapi yang bisa membebaskan kita dari kuasa dosa hanya Tuhan Yesus Kristus.

Roma 6:23
“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.”

Paskah memiliki makna yang dalam bagi setiap kehidupan kita. Apakah makna paskah yang sebenarnya bagi kita??

1. Makna Paskah yang pertama berbicara Tentang Kuasa Kebangkitan Yesus Kristus

Banyak orang Kristen yang belum mengetahui bahwa makna Paskah selain membebaskan kita dari kuasa dosa, Paskah juga berbicara kebangkitan Kristus yang mana dengan kebangkitan-Nya, Ia menyatakan kuasa-Nya.Yesus mempunyai kuasa untuk menyerahkan nyawa-Nya dan mengambil kembali nyawa-Nya. Di dalam

Yohanes 10:17-18
Yesus berkata; “Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku untuk menerimanya kembali. Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku.”

Tidak ada satupun makhluk yang dapat melakukan hal seperti itu, dan melalui kebangkitan-Nya Yesus Kristus membuktikan bahwa Ia adalah Allah, karena hanya Allahlah yang dapat menyerahkan dan mengambil nyawa-Nya sendiri. Jadi jika seseorang memahami makna Paskah yang sesungguhnya yaitu Paskah berbicara mengenai kuasa kebangkitan Yesus Kristus dan ia percaya, maka kehidupannya akan berbeda. Orang berdosa yang diselamatkan karena percaya; akan memiliki rasa takut akan Tuhan dan keyakinan penuh bahwa Kristus tinggal di dalam dia, maka satu-satunya kerinduan dan pikirannya adalah melakukan kehendak Tuhan serta memimpin orang-orang berdosa kepada Kristus.

2. Makna Paskah yang kedua Berbicara tentang Keagungan Allah Yang hebat

Kebangkitan Yesus mematahkan kuasa maut, maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Di dalam surat

Roma 6:9 ada tertulis; “Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.”

Alam maut tidak sanggup menahan Yesus Kristus untuk tetap tinggal dalam alam maut. Yesus mematahkan kuasa maut dan mengalahkannya, hal itu membuktikan bahwa Yesus adalah Allah. Tidak ada makhluk apapun yang dapat mengalahkan maut selain Tuhan. Yesus menjamin kebangkitan orang-orang yang percaya kepada-Nya, seperti ada tertulis didalam :

1 Korintus 15:21-22,“Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.”

Paskah adalah pernyataan keagungan dan kebesaran kasih-Nya.
Rasul Paulus menulis di Filipi 3:10, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,”

Dengan memiliki pemahaman yang benar tentang makna Paskah yang sesungguhnya, marilah kita ubah hidup kita. Tinggalkan cara hidup yang sia-sia, semua rasa sakit yang dirasakan manusia tidak sebanding dengan pengorbanan Yesus, jangan suam-suam kuku melainkan semakin bergairah untuk hidup sama seperti Kristus. Teruslah berdoa karena dengan banyak berdoa itu bukan membuat Tuhan semakin mengasihi kita, melainkan membuat kita semakin mengasihi Tuhan.

Dengan demikian Tuhan sendiri yang akan terus mengisi jiwa kita dengan rasa takut yang kudus, sehingga keinginan berdosa tidak pernah bisa berkembang ataupun bersemi lagi didalam jiwa kita, sebaliknya kita semakin sungguh-sungguh hidup menjadi umat yang layak bagi Tuhan.

Selamat menyambut Paskah
Tuhan Yesus Memberkati

YG

“No Limits”

“No Limits”

Renungan Harian, Selasa 30 Maret 2021

Galatia 6:1-10

Syalom bapak ibu saudara yang diberkati oleh Tuhan Yesus Kristus

“Berbicara tentang kasih” adalah hal yang mudah dalam kehidupan orang Kristen, karena kekristenan itu identik dengan kasih;  tetapi mengasihi seperti cara Tuhan mengasihi kita merupakan hal yang tidak mudah, sebab mengasihi harus diwujudkan dengan perbuatan, bukan perkataan semata.  Perwujudan nyata dari orang yang memiliki kasih adalah melalui perbuatan baik yang dilakukan. 

“Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.”  (Matius 7:17). 

Karena kita telah diselamatkan dan mengalami kasih dari Tuhan, maka kita wajib berbuat baik.  Perbuatan baik bukanlah syarat untuk mendapatkan keselamatan, melainkan buah dari keselamatan!

Kapal Lady Elgin bertabrakan dengan perahu pengangkut kayu sehingga karam. Sebanyak 393 penumpangnya terapung-apung di Danau Michigan yang sedingin es. Seorang mahasiswa, Edward Spencer, terjun ke dalam air berkali-kali dan berhasil menyelamatkan 17 penumpang sampai akhirnya ia kelelahan dan pingsan. Ketika sadar, ia sudah tidak bisa berdiri lagi. Selama sisa hidupnya, Edward terkurung di kursi roda. Bertahun-tahun kemudian, seseorang bertanya tentang apa yang paling diingatnya pada malam yang naas itu. Menurut laporan wartawan surat kabar dari Chicago, Edward menjawab, “Yang jelas tidak seorang pun dari 17 orang itu yang datang untuk mengucapkan terima kasih padaku.”

Ketika kita melakukan kebaikan, tidak ada jaminan orang akan mengucapkan terima kasih, memberikan penghargaan atau pengakuan. Mungkin malah sebaliknya, kebaikan atau pertolongan kita itu dianggap angin lalu, dan kita dilupakan begitu saja. Namun sebagai murid Kristus, hari ini kita diingatkan satu kebenaran Firman Tuhan yang berkata dalam

Galatia 6:9, “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah”.

Setiap kebaikan yang sudah ditabur mungkin tidak diingat bahkan dilupakan begitu saja tetapi suatu saat akan kita tuai, walau mungkin bukan hari ini, besok atau bulan depan. Namun suatu saat, kebaikan itu akan berbuah dan bisa dinikmati. Jika manusia melupakannya tetapi Tuhan akan selalu melihat kebaikan kita.

Hakikat berbuat baik bukan semata-mata pada perbuatan baik itu sendiri, tetapi kepada sikap hati di balik perbuatan baik yang dilakukan.  Perbuatan baik yang dilakukan dengan sikap hati yang benar akan berdampak sangat positif dan menjadi sebuah kesaksian bagi orang lain. 

Hari ini, apakah Anda mulai lelah berbuat baik kepada orang lain? Berapa lama kita harus menunjukkan perbuatan baik?  Perintah untuk berbuat baik itu bersifat permanen, terus-menerus, bukan hanya sesekali atau musiman.

Janganlah jemu-jemu menunjuk kepada suatu tindakan yang harus dilakukan secara terus-menerus.  Kepada siapa kita harus berbuat baik?  Kepada semua orang dalam situasi dan kondisi apa pun,  “…tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”  (Galatia 6:10).  Mengapa?  Karena mereka adalah keluarga dalam kerajaan Allah, sesama anggota tubuh Kristus.  Jangan tunda-tunda waktu dan menjadi kendor dalam berbuat baik, sebab pada waktunya kita akan menuai apa yang kita tabur. 

Seperti seorang petani yang telah menabur benih, ia tidak dengan serta merta berhenti bekerja, tetapi ia terus mengupayakan agar benih yang ditabur tersebut terus bertumbuh dengan baik hingga waktu untuk menuai itu pun tiba.

Mari kembali tetapkan hati untuk kembali berbuat baik dan lakukanlah itu dengan sukacita  dari Tuhan.

“Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”  Yakobus 4:17

Kiranya Tuhan menolong kita semuanya untuk dapat menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan… Amen

Tuhan Yesus Memberkati

TC

“Rencana Terindah”

“Rencana Terindah”

Renungan Harian, Jumat 26 Maret 2021

Bacaan: Yakobus 4:13-17

Rencana menjadi sesuatu yang sangat familiar dengan hidup kita. Karena manusia diciptakan sbg mahluk perencana.  Tetapi seperti yang banyak orang katakan tentang pandemi yang kita dan seluruh dunia alami, covid-19 telah membuat banyak rencana manusia berubah.  Ada beberapa rencana yang harus mengalami penyesuaian namun tidak sedikit juga yang rencananya gagal total.  Surat Yakobus ditulis oleh Yakobus, saudara dari Tuhan Yesus, kepada keduabelas suku yahudi di perantauan dengan memberikan beberapa nasehat penting didalamnya sebagai petunjuk dan memberikan semangat kepada mereka untuk sabar serta tetap percaya dan beriman kepada Tuhan.

Sebagai perantau pasti apa yang menjadi pokok bahasan Yakobus dalam perikop ini sangatlah sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka.  Yakobus memberikan beberapa unsur dalam sebuah perencanaan supaya rencana tersebut berhasil.

1. Tuhan perancang kehidupan yang terbaik.

     Surat ini di tulis kepada para “perantau” yahudi.  Setelah penyaliban dan kebangkitan Kristus, ada banyak orang yahudi kristen yang akhirnya merantau. Selain karena keadaan, tapi natur alami mereka pun sebenarnya juga senang untuk pergi merantau dan berdagang. Dalam kondisi demikian, Yakobus mengingatkan mereka tentang peran krusial Tuhan dalam setiap perencanaan dan apa yang mereka perbuat. Sebenarnya orang yahudi adalah orang-orang yang merancang  atau merencanakan sesuatu dengan baik.  Bicara tentang merancang sesuatu, mereka adalah orang-orang yang sangat teliti dan sangat ahli. 

Namun Yakobus tetap memperingatkan mereka akan adanya peluang untuk gagal.  Oleh sebab itu Yakobus memperingatkan utk selalu melibatkan Tuhan dalam perencanaan dan tindakan mereka.  Yakobus mengingatkan utk selalu menempatkan Tuhan pada posisi yang seharusnya.  Tuhan yang tahu hari esok, DIA kekal dan tidak berubah, namun manusia tidak tau apa yang akan terjadi esok dan hidup mereka seperti uap. [Yakobus 4:13-14]

Bapak, Ibu dan Saudara yang terkasih, sebagai perancang kehidupan yang terbaik, Tuhan tahu apa yang terbaik bagi hidup kita.  Marilah kita senantiasa percaya bahwa apa yang Tuhan buat pasti yang terbaik.

2. Libatkan Tuhan dalam segala rencana.

Para perantau yahudi yang berdagang banyak diantaranya yang menjadi pedagang yang cukup berhasil di negara dimana mereka berdagang.  Keberhasilan mereka telah membuat mereka menjadi sombong dengan apa yang mereka raih.  Melalui suratnya dengan sangat keras Yakobus memperingatkan mereka.  Karena Tuhan sanggup membuat perencanaan kita“melenceng” apabila tidak sesuai dengan mau dan kehendak-NYA. 

Jadi, melibatkan Tuhan adalah pilihan terbaik dalam hidup kita.  Marilah kita senantiasa melibatkan Tuhan dalam segala sesuatu, bukan supaya rencana kita berhasil tetapi supaya kehendak-NYA terjadi dan apa yang menjadi rancangan dan rencana-NYA terealisasi (terwujud nyata) dalam hidup kita.  [Yakobus 4:15-16]

3. Bertindaklah Benar dalam setiap rencana hidup-MU.

Yakobus 4:17 menyatakan sebuah kesimpulan seperti demikian; “Jadi jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa. 

Jadi ketika seseorang tahu apa yang benar adalah menjadi sebuah tanggung jawab untuk orang tersebut melakukan, karena jikalau ia tidak melakukannya, itu adalah DOSA.   Marilah kita gunakan segala yang baik dari potensi perencanaan kita bagi kebaikan org lain, karena itulah yang menjadi kehendak Tuhan atas hidup kita.

Dalam Matius 5:16 Tuhan Yesus berkata; “demikianlah hendaknya terangmu bercahaya didepan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”  Kepada Jemaat di Galatia dan kepada setiap kita, Alkitab menulis dan menasehatkan demikian; “Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.

Bapak, Ibu dan sausara yang terkasih, “Mengenal kehendak Allah adalah pengetahuan terbesar, mengetahui kehendak Allah adalah hikmat terbesar, menemukan kehendak Allah adalah penemuan terbesar, melakukan kehendak Allah adalah prestasi terbesar.”

Marilah kita menjadikan kehendak Allah sebagai inti dari setiap perencanaan kita.  Janganlah sombong dengan kesanggupan kita, ingatlah siapakah kita dan jadilah orang yang bertindak benar. 

Amin. Selamat Pagi, selamat beraktifitas, semangat selalu dan Tuhan Yesus Memberkati kita semua.

DS

“Menghitung Hari”

“Menghitung Hari”

Renungan Harian Kamis, 25 Maret 2021

Mazmur 90: 12
“Tuhan, ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian sehingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Mazmur ini boleh dikatakan salah satu sastra yang paling kuno di antara karya sastra yang pernah ditulis. Mazmur ini ditulis oleh Musa, seorang pemimpin masyarakat, politik, militer, dan pemimpin agama. Ada 3 periode yang Musa alami selama hidupnya:

  • Periode pertama ada 40 tahun , Musa berada di Mesir. Dia merasa dia sangat hebat.
  • Periode kedua, 40 tahun di padang belantara, dia merasa tidak ada apa-apanya.
  • Periode ketiga ketika dia memimpin bansga Israel selama 40 tahun, disitu dia sadar bahwa Tuhan adalah segalanya.

Kemudian, pada masa tuanya Musa menuliskan syair yang kita baca di dalam Mazmur 90 ini: “Masa hidup kami tujuh puluh tahun, dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan;…”(ayat 10). Dan di dalam ayat 12 Musa menuliskan:“Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.”

Apakah artinya menghitung hari-hari kami? apakah menghitung hari-hari sekedar menghitung kalender minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun lewat tahun? Bukan hanya itu. Menghitung hari hari memiliki makna

Pertama, Sadari bahwa betapa sedikitnya dan terbatasnya hari-hari hidup kita di bumi ini.

Ada sebuah kesadaran yang konstan akan sementaranya hidup di bumi ini dan bagaimana saya secara konstan meresponi pengertian itu bahwa hidup ini sementara.

Waktu yang diberi oleh Allah kepada kita terbatas dan tidak akan kembali

Waktu ini digambarkan bukan sebagai lingkaran, melainkan garis lurus punya pangkal punya ujung tidak akan pernah kembali ini seringkali dilupakan oleh para siswa-siswi bahwa waktunya itu sedikit dan terbatas banyak orang bersikap seolah-olah memiliki waktu yang tidak berkesudahan. Lupa bahwa masa mudanya hanya 1 kali seumur hiudp. lupa bahwa kesempatan hanya datang 1 kali saja, dan jika kesempatan itu dibuang maka kesempatan itu tidak akan kembali lagi seumur hidup.

Kedua, Evaluasilah hidup yang kita sudah jalani selama ini.

Efesus 5:16 “dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” Firman Tuhan mengatakan ” Tebuslah” kairos mu/kesempatanmu Eavluasi kembali

Bagaimana cara kita menebus kembali waktu kita?

Memakai kairos dengan baik.

Kata “waktu” yang dipakai dalam istilah yunani kairos. Dalam kata Yunani ada 2 kata yang penting untuk waktu, yaitu kronos dan kairos. Kronos menunjukkan waktu yang sedang berjalan secara mekanis. Jam tangan saudara yang terus bergerak secara mekanis, itulah yang disebut dengan kronos. Sedangkan kairos, menunjukkan suatu saat (momen, kesempatan) yang tidak akan kembali lagi. Jikalau selama ini kita tidak memakai kairos /kesempatan dengan baik untuk bertumbuh dlm kerohanianmu, belajar dgn sungguh-sungguh, maka kita masih punya kesempatan untuk menebusnya pada hari-hari mendatang.

Mengubah setiap waktu itu menjadi suatu momen yang bersifat kekal.

Kita datang beribadah, doa, baca firman bukan lagi untuk mengisi waktu, tetapi kita jadikan suatu kairos dimana melalui firman Tuhan dan doa kita bertumbuh. Jadi waktu itu kita ubah menjadi momen untuk bertumbuh. Kita bekerja bukan lagi untuk tujuan-tujuan yang fana, melainkan menjadikan nya sebagai kairos yang memiliki nilai-nilai kekekalan, yang akan memuliakan Tuhan.

Menyaring segala sesuatu yang kita kerjakan

Yang tidak bermakna kita tolak. Sebenarnya banyak hal yang tidak perlu dibaca, banyak film yang tidak perlu ditonton, banyak musik yang tidak perlu didengarkan, banyak permainan yang tidak perlu dimainkan. Semua itu perlu diseleksi agar kita dapat menebus waktu kita. Biarlah kita mencari hal-hal yang berarti dan yang bermakna saja, yang tidak perlu kita buang, yang penting kita raih, kita olah baik-baik, kita pelihara.

Pergunakanlah waktu yang ada, atau tebuslah kairos-kairos yang ada. Dengan menjadikan kairos itu bersifat kekal, dan dengan cara menyaring segala sesuatu yang kita kerjakan. Jika kita tidak menjadikan kairos itu bersifat kekal, maka kairos itu akan bersifat fana.

Tak ada wilayah yang netral di jagad raya ini: setiap sentimeter, setiap detik yang ada adalah milik Allah, jika tidak, maka akan direbut Setan”

C.S. Lewis

Oleh sebab itui, waktu/kairos ini, pakailah dengan serius untuk Allah, jika tidak maka akan dipakai untuk setan.

Pada hari ini mari kita renungkan kehidupan kita bersama.

Hidup yang tidak diperiksa tidaklah layak untuk dijalani periksalah apakah saudara sudah menjalaninya dengan bijaksana,dengan waspada, dengan memakai kairos untuk sesuatu yang bernilai kekal?

Socrates

Jadi bapak ibu saudara yang dikasihi Tuhan Jika belum mulailah sekarang ini, jangan tunggu besok. Karena hari ini adalah kesempatan untuk kita berubah

Tuhan Yesus Memberkati.

CM