“Keluar dari Keraguan”

“Keluar dari Keraguan”

Renungan Harian Sabtu, 15 Mei 2021

Bacaan: Lukas 24:38. “Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?”

Shalom bapak, ibu dan saudara terkasih… semoga kita semua senantiasa ada dalam pemeliharaan Tuhan. Kata “Ragu-ragu” dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bimbang, kurang percaya.  Terkadang kita dihinggapi keragu-raguan dalam menjalani kehidupan ini.  Terkadang kita dilanda rasa takut yang bahkan akhirnya menjadi ketakutan. Kita takut dan ragu-ragu karena kita tidak siap menghadapi kejutan dalam kehidupan.  Jika bapak, ibu dan saudara sedang dalam keragu-raguan mengikut TUHAN dan sedang takut menghadapi hari esok, sesungguhnya kita tidak sendirian.

Hari-hari ini ada banyak orang sedang meragukan apakah TUHAN itu benar-benar ada. Ada banyak orang yang pesimis akan hari depannya.  Hari ini ada berita baik.  Ingatlah bahwa TUHAN tidak pernah berjanji kemudian mengingkarinya.  Jika TUHAN sudah berjanji pasti DIA akan genapi.

Bilangan 23:19 "Allah bukanlah manusia, sehingga IA berdusta, bukan anak manusia, sehingga IA menyesal.  Masakan IA berfirman dan tidak melakukannya atau berbicara dan tidak menepatinya?"

dalam terjemahana Bahasa Indonesia Masa Kini tertulis demikian; Allah tidak seperti manusia, yang gampang menyesal dan suka berdusta.  Bila Allah berjanji, pasti IA tepati!.  Bila IA berbicara, tentu akan terlaksana!.”

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, mengacu kepada pengalaman murid-murid,

Bagaimanakah supaya kita dapat keluar dari  keragu-raguan?

Yang Pertama, Bersiaplah – Lukas 24:36-37.

TUHAN kita selalu siap memberi kejutan indah bagi kita.
Dalam bacaan kita hari ini dikisahkan murid-murid Yesus sangat terkejut saat Yesus menampakkan diri di tengah-tengah mereka. Yesus menampakkan diri dengan tubuh kemuliaan, sehingga murid-murid-Nya sangat terkejut dengan kehadiran Yesus secara  supranatural. Sesungguhnya murid-murid sangat kaget dan tidak siap dengan kehadiran Yesus. Sebenarnya Yesus sedang memberikan kejutan indah kepada para murid-NYA. Siap tak siap akan selalu ada kejutan terjadi. Namun inilah yang membedakannya, Yesus memberikan kejutan indah dan membangkitkan rasa syukur, sedangkan iblis memberikan kejutan yang menakutkan. Bersiaplah mengalami kejutan indah dari TUHAN.

Yang kedua, Percaya saja – Luk 24:38-41.

Dalam teks kita tertulis bahwa Yesus tidak hanya memberi kejutan indah kepada para murid-NYA, namun Yesus juga memberi bukti bahwa IA TUHAN.  DIA telah bangkit tepat seperti apa yang telah dikatakan-NYA (Lukas 16:21. 17:22,23. 20:18,19). 

Jangan ragu-ragu kepada TUHAN. 
Belajarlah percaya kepada TUHAN.

Yesus adalah TUHAN, ALLAH, RAJA dan JURUSELAMAT. Masihkah bapak, ibu dan saudara meragukannya? Sejak dari hari kebangkitan-NYA, sudah ada usaha untuk menghapuskan berita kebangkitan itu (Matius 28:11-15).  Ada juga berita yang  mengatakan bahwa yang disalibkan adalah Yudas Iskariot namun berita ini adalah hoax yang disebarkan oleh orang yang tak bertanggung jawab agar banyak orang tidak mengakui ke-TUHAN-an Yesus.

Bapak, ibu dan saudara sekalian.  Yesus adalah benar-benar TUHAN yang disalibkan dan mati di kayu salib, kemudian IA dikuburkan di dalam goa dan terjadilah kegentaran di saat dimana Yesus bangkit dari kematian pada hari yang ke-tiga.  Jika kita pergi ke kubur Yesus, maka kita akan menemukan kubur kosong. Tak ada yang menyembunyikan Yesus, sebab IA sudah bangkit. Saat ini Yesus ada di sorga untuk menyediakan jaminan kehidupan kekal bagi kita orang yang percaya kepada-NYA.

Oleh sebab itu jangan pernah meragukan TUHAN, DIA tahu yang terbaik bagi kita.  Tetap percaya kepada Yesus dan mintalah hikmat-NYA dalam menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab yang sudah dipercayakan TUHAN kepada kita. 

Amin,  Tuhan Yesus Memberkati.

DS

Ibadah Perayaan Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga

Minggu 16 Mei 2021
Jam 06.00
Di Gedung Gereja GPdI ELohim Batu
Jl. Diponegoro No. 125 Batu

“Bukan HALU”

“Bukan HALU”

Renungan Harian Jumat, 14 Mei 2021

Bacaan: 1 Korintus 15:5-9

Pembacaan Firman Tuhan kita pagi ini berisi peristiwa-peristiwa Tuhan Yesus menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Beberapa kali Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada para murid-murid-Nya dan salah satu penampakan Tuhan Yesus yang pagi hari ini hendak kita renungkan adalah peristiwa ketika Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus diwilayah Galilea.

Nampaknya pada waktu itu murid Yesus telah sangat banyak, lebih dari 500 orang di Galilea. Hal ini mungkin disebabkan oleh pelayanan Tuhan Yesus sebagian besar terjadi di wilayah ini dan sebagian besar murid-Nya pun berasal dari Galilea.

Hampir dipastikan bahwa peristiwa ini sama dengan peristiwa yang dicatat di dalam Injil Matius 28:16-20. Hal ini berarti bahwa para murid menerima Amanat Agung untuk memberitakan Injil, bukan hanya untuk kesebelas murid, namun untuk semua murid-Nya.

Namun sayangnya ada tokoh-tokoh yang ternyata meragukan kebangkitan Yesus secara historis. Salah satu contohnya adalah Holtzmann yang menganggap bahwa kebangkitan Yesus bukanlah suatu peristiwa yang nyata tetapi merupakan halusinasi dari para murid. Senada dengan Holtzmann, seorang profesor Perjanjian Baru Gerd Ludemann melalui bukunya What Really Happened to Jesus, menuliskan bahwa peristiwa Kebangkitan Yesus tidak memiliki dukungan sejarah. Menurut Ludemann Perjanjian Baru tidak pernah menuliskan Yesus bangkit. Oleh karena itu, kebangkitan Yesus hanyalah iman tanpa bukti historis, dan merupakan produk halusinasi saja.

Saksi mata yang mengalami “sekaligus”

Paulus tidak hanya menekankan jumlah yang banyak dan momen yang berbeda-beda. Ia pun tertarik dengan jumlah yang banyak pada momen tertentu. Di setiap kisah kebangkitan yang ia singgung, selalu terdapat unsur komunal. Ada dua belas murid (ayat 5). Bukan hanya Petrus yang menyaksikan, tetapi semua murid sekaligus. Ada 500 orang saksi mata yang lain (ayat 6). Mereka melihat secara “sekaligus” (ephapax). Ada semua rasul (ayat 7). Penambahan “semua” (pasin) di sini menyiratkan bahwa kisah di ayat 7 dialami oleh semua rasul secara sekaligus. Seandainya yang dimaksud adalah semua rasul tapi pada momen yang berlainan, Paulus pasti sudah menggunakan ungkapan “setiap rasul,” bukan “semua rasul”.

Keterangan ini, sekali lagi, melemahkan teori halusinasi.

Tidak ada halusinasi yang dialami oleh sekelompok orang dalam jumlah besar dan pada momen tertentu yang sama. Halusinasi tejadi pada individu atau segelintir orang saja. Halusinasi biasanya terjadi dan berlangsung singkat hanya beberapa detik, atau menit, atau jam. Tetapi “Halusinasi” yang disaksikan oleh 500 saksi mata tersebut secara bersamaan dan pada tempat yang sama berlangsung selama 40 hari. (Kisah Para Rasul 1:3)

Halusinasi biasanya terjadi hanya satu kali, kecuali bagi yang orang yang tidak waras halusinasi yang dialami dapat berulang-ulang. Penampakan Yesus Kristus yang telah bangkit terjadi berulangkali kepada orang-orang yang normal (Yohanes 20:19-21:14; dan Kisah Para Rasul 1:3).

Teori halusinasi hanya dapat digunakan untuk mencoba beragumen bahwa kebangkitan Yesus tidaklah benar terjadi, setelah kejadian kebangkitan mulai. Tapi teori halusinasi tidak dapat digunakan untuk berargumen dan menjelaskan bagaimana kubur Yesus kosong, batu penutup pintu kubur Yesus yang terguling sehingga kubur terbuka, dan tidak dapat membuktikan keberadaan tubuh Yesus. Tidak ada teori yang dapat menjelaskan hal-hal tersebut kecuali teori bahwa Yesus Kristus benar-benar bangkit.

Tuhan Yesus benar-benar bangkit dan DIA benar-benar hidup, mari kita penuhi Amanat Agung-Nya:

Matius 28:18-20, “Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

Tuhan Yesus Memberkati.

CM

Berkat Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga

Berkat Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga

Renungan Harian Kamis, 13 Mei 2021

Selamat memperingati hari kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga.

Kenaikan TUHAN YESUS ke Sorga bukan sekadar DIA kembali ke tempat asal-NYA, namun memiliki arti penting. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang makna di balik kenaikan-NYA itu karena Sering kali orang Kristen kurang memperhatikan dan mempelajari arti kenaikan TUHAN YESUS ke Sorga. Kita bersyukur atas penebusan dosa yang dilakukan melalui kematian  dan kebangkitan-NYA. Dalam Iman kekristenan baik kelahiran, kematian, kebangkitan, maupun kenaikan-NYA ke Sorga sama-sama memiliki makna yang penting dan perlu kita pelajari. TUHAN YESUS naik ke Sorga bukan sekedar pulang ke rumah-NYA di Sorga.

LUKAS 24 : 51, Dan ketika IA sedang memberkati mereka, IA berpisah dari mereka dan terangkat ke Sorga.

KISAH PARA RASUL 1 : 9 Sesudah IA mengatakan demikian, terangkatlah IA disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-NYA dari pandangan mereka.

Ada beberapa hal yang perlu kita pelajari seputar kenaikan TUHAN YESUS ke Sorga ini. Lukas mencatat Ayat di atas mencatat, bahwa kenaikan YESUS itu disaksikan oleh murid-murid-NYA. Mengapa demikian? Karena TUHAN YESUS tahu, bahwa kenaikan-NYA itu memiliki makna penting. Dan TUHAN tahu, setan berusaha menghilangkan fakta ini dan memakai orang-orang untuk mengaburkan, memalsukan dan menutup-nutupi fakta kenaikan TUHAN YESUS ini. Karena itu, TUHAN YESUS membawa para saksi, bahwa DIA benar-benar naik ke Sorga. Dipertegas dengan pernyataan dari Lukas yang juga sebagai penulis Kisah Rasul ini, bahwa awan menutup-NYA dari pandangan mereka. Berarti hal ini bukan halusinasi, tetapi sungguh-sungguh nyata.

Tujuan YESUS adalah kembali ke Sorga. Hal ini menunjukkan bahwa DIA adalah benar-benar ANAK ALLAH yang berasal dari Sorga. Nubuat para nabi tentang YESUS telah digenapi: DIA lahir, mati, bangkit dan naik ke Sorga. Sebagai orang beriman, kita memiliki keyakinan dan menunggu kegenapan DIA akan turun menjemput kita untuk tinggal bersama-NYA di Sorga.

Kita acap kali bertanya-tanya, “TUHAN sudah mati menebus dosaku, sudah bangkit dalam kemenangan, mengapa DIA tidak terus tinggal di dalam dunia ini. Jadi kalau kita sedang sakit atau membutuhkan sesuatu, kita hanya perlu meminta kesembuhan, meminta berkat?” Ternyata TUHAN YESUS sudah meninggalkan berkat bagi kita, para murid-NYA, sebelum kenaikan-NYA ke Sorga.

1. TUHAN MEMBERIKAN BERKAT KEKUATAN

YOHANES 16 : 33 Semuanya itu KUkatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam AKU. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, AKU telah mengalahkan dunia.”

Berkat damai sejahtera yang telah dijanjikan-NYA sebelum DIA naik ke Sorga ini akan dapat kita nikmati dengan kondisi “di dalam AKU”. Damai sejahtera ini bukan membuat kita terlepas dari kesulitan, tetapi memampukan kita menghadapi dan mengalahkan kesulitan itu. Berarti kalau kita tidak mau dijajah problema, kita harus hidup di dalam YESUS, bukan hidup dalam keduniawian. Jadi pilihannya ada di tangan kita: menikmati berkat damai sejahtera, sehingga kita mampu menghadapi kesulitan, ataukah kita mengandalkan keduniawian yakni kekayaan, kekuasaan, dan segala kemampuan yang kita miliki.

2. DIA BERSYAFAAT BAGI KITA

IBRANI 9 : 24 Sebab KRISTUS bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat ALLAH guna kepentingan kita.

Di dalam Ibrani 9:22-24 tercantum secara ringkas namun lengkap tentang misi TUHAN YESUS turun ke dalam dunia dan kemudian kembali ke Sorga. Ayat 22 menjelaskan mengenai misi penyelamatan YESUS KRISTUS, Domba Paskah yang tersembelih bagi kita. YESUS datang ke dalam dunia bukan untuk meniadakan hukum Taurat, tetapi justru untuk menggenapinya. DIA mati menebus dosa kita, dan kemudian bangkit dalam kemenangan. Kemudian Dia menghadap Bapa “UNTUK KEPENTINGAN KITA”, Tuhan menjadi pembela kita, dihadapan Allah Tuhan Yesus menjadi pensyafaat atau pengantara antara Bapa dengan orang-orang yang percaya kepada-Nya

3. DIA MENYIAPKAN TEMPAT DALAM KEKEKALAN BAGI KITA

Yohanes 14:3, Dan apabila AKU telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, AKU akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-KU, supaya di tempat di mana AKU berada, kamupun berada.

Kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga menggenapi apa yang Tuhan janjikan bagi kehidupan kita semuanya, janji yang sangat istimewa yaitu JAMINAN KESELAMATAN dan KEPASTIAN KEHIDUPAN YANG KEKAL bersama-sama dengan DIA

Betapa kita sangat bersyukur atas anugerah dan karya Allah yang sangat besar dalam kehidupan kita melalui kebangkitan-Nya Yesus membuktikan KEMULIAANNYA sebagai ALLAH yang HIDUP dan yang BERKUASA. Percayalah seperti janji yang Tuhan berikan bahwa melalui ROh KudusNya Dia menyertai kehidupan kita sampai akhir jaman. Tugas kita adalah menjadi saksi-saksiNya yang membawa berita keselamatan bagi dunia ini.

Tetaplah bersaksi, melalui kehidupan kita … nyatakanlah bahwa Tuhan sudah menebus dosa umat manusia, telah menyediakan jaminan keselamatan bagi semua orang yang mau untuk percaya kepada-Nya.

Kiranya dalam moment kita memperingati hari kenaikan Tuhan ini, membawa kita semakin memuliakan Tuhan dan menjadi saksiNya bagi duni ini.

Tuhan Yesus memberkati

YNP

Perayaan Ibadah Kenaikan Tuhan Yesus dilaksanakan pada hari Minggu jam 06.000 di gedung Gereja Elohim

Sudahkah Anda Sabar Hari ini ?

Sudahkah Anda Sabar Hari ini ?

Renungan Harian Rabu, 12 Mei 2021

Syalom Selamat Pagi Bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan . . . !

Pada pagi hari ini kita mau kembali mengingat dan merenungkan arti sebuah KESABARAN karena hal ini adalah bagian perjalanan seumur hidup kita.. Sabar itu mudah dikatakan tetapi sulit dijalani APALAGI jika kita tidak memulai hari kita dengan Tuhan maka dalam hari ini seakan-akan dengan hal-hal kecil sajakita bisa emosi sehingga akan merusak hari yang ini. Bukan sabar jika masih ada batasnya.

Kata “sabar” dalam bahasa Yunani adalah kata “macrothumos”“makro” berarti panjang dan “thumos” (dari sini kita mendapatkan kata “termometer”) berarti panas. Secara harafiah berarti “memakan waktu lama bagi Anda untuk menjadi panas”.

Kapan Kita Harus Bersabar?

Ada beberapa situasi menurut rasul Yakobus dalam Yakobus 5:7-11 di mana membutuhkan kesabaran ekstra.

1. Ketika keadaan tidak terkendali

Rasul Yakobus menggunakan gambaran seorang petani (ay 7) untuk menggambarkan situasi yang tidak terkendali. Petani hanya bisa bersabar menunggu tanaman tumbuh, hujan Turun, panas datang, dan tibanya musim panen. Petani tidak bisa mengendalikan semua gejala alam di atas, tapi ia bisa belajar sabar menunggu dalam situasi tersebut. Kita harus belajar sabar ketika kita tidak mampu mengendalikan situasi. Kadang cobaan datang untuk membuat kita mengerti apa arti “kesabaran”

2. Ketika orang-orang tidak mau berubah

Kadang-kadang ada orang-orang yang tidak mau berubah menjadi lebih baik. Rasul Yakobus menggunakan gambaran seorang nabi (ay 10). Walaupun sang nabi sudah berkotbah puluhan kali, sering kali orang yang mendengarkannya tidak berubah dari hidupnya yang jahat. Yang bisa dilakukan si nabi hanya bersikap sabar!

Mengapa Kita Harus Bersabar?

1. Karena Tuhan tetap memegang kontrol

Tiga kali Yakobus mengatakan bahwa Yesus akan segera datang. Ini menunjukkan bahwa kontrol sejarah tetap dipegang oleh Tuhan (ay 8). Ia pasti akan datang kembali, oleh sebab itu kita harus sabar dalam susah sukar kita di dunia ini! Tidak ada yang bisa menggagalkan kedatangan Yesus ke dua kali ke dunia ini untuk menjemput kita di awan-awan!

2. Karena Tuhan memberi upah pada mereka yang sabar dan tekun

Kesabaran dan ketekunan Ayub berbuah manis (ay 11a). Tuhan mengembalikan apa yang Ayub punya 2 kali lipat! Tapi upah bagi kesabaran atau ketekunan kita bermacam-macam, seperti: karakter kita bertumbuh, hubungan kita dengan orang lain membaik,  kita menjadi lebih bahagia.

3. Karena Tuhan bekerja secara diam-diam

Walaupun tidak kelihatan, Tuhan bekerja atas hidup kita. Dia membuat segala hal menjadi kebaikkan bagi kita (ay 11b). Contohnya dengan tumbuhan. Sekalipun tidak terlihat, tangan Tuhan secara perlahan tapi pasti menumbuhkan tumbuhan itu. Si petani menunggu panen, sementara tangan Tuhan secara perlahan menumbuhkan tumbuhan itu hingga siap dipanen!

Ada 2 hal yang harus kita hindari:

Jangan bersungut-sungut (ay 9)

Bersungut-sungut tidak akan merubah keadaan menjadi lebih baik malahan justru akan memperburuk keadaan. Sungut-sungut justru akan menjauhkan kita dari berkat Tuhan. Generasi pertama Israel bersungut-sungut selama 40 tahun, akhirnya tidak masuk Kanaan.

Jangan saling mempersalahkan (ay 9)

Jangan saling menuding satu terhadap yang lain, jalan terbaik adalah biarlah Tuhan yang akan menilai. Bagian kita adalah bersabar.

Sebagai ayat penutup

Kolose 3 :13 Sabarlah kamu seorang   terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Kesabaran bukan berarti diam, pasrah dan tidak melakukan apa-apa tetapi kesabaran berarti mau untuk berproses, memahami dan mengerti orang lain.Kesabaran juga berarti ketaatan untuk tetap setia dan percaya meski hasilnya belum terlihat oleh mata

TC

“Pertolongan-Nya Ajaib”

“Pertolongan-Nya Ajaib”

Renungan Harian Selasa, 11 Mei 2021

Ayat Bacaan : Yohanes 2 : 1-11

Syalom  … Waktu berjalan begitu cepat namun kondisi sepertinya belum terlihat membaik namun kita percaya bahwa pertolongan Tuhan begitu ajaib bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya.

Kita akan melihat satu perikop dalam Alkitab yaitu dalam kitab Yohanes 2 : 1 – 11, yang menceritakan bagaimana Tuhan Yesus membuat mujizat yang pertama yaitu mengubah air menjadi anggur pada satu perkawinan di Kana.  Pada banyak kesempatan pertolongan Tuhan diawali dengan kehabisan, bahkan mujizat pertama Yesus diawali dengan keputusasaan. Karena pada waktu itu keadaannya benar benar sangat mengkhawatir, sebab anggur habis disaat pesta masih berlangsung.

Yohanes 2 : 1 – 3, Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.

Ada keadaan yang terjadi di mana pada jamuan perkawinan di Kana tersebut mereka kehabisan anggur untuk menjamu tamu-tamu. Ada kata kehabisan yang dialami sebelum Tuhan Yesus memberikan pertolongan-Nya. Mungkin saat ini kita mengalami banyak kehabisan sehingga membuat kita putus asa karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, namun percayalah dari kehabisan ini kita dapat mengalami mujizat Tuhan. Kata habis mengajarkan kita banyak hal yaitu percaya sepenuhnya, berharap dan bersandar hanya kepada Tuhan sebab tidak ada lagi yang dapat kita lakukan. 

Dan pada hari ini, ada 3 hal yang Tuhan mau ajarkan lewat kisah perkawinan di Kana, yaitu;

1. Pertolongan Tuhan, tepat pada waktunya

Yohanes 2 : 3 – 7 , Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu ? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan merekapun mengisinya sampai penuh. 

Yesus menghadiri pesta perkawinan dengan ibunya, dan ibunya mengetahui keadaan yang terjadi saat itu, yaitu kehabisan anggur. Ibu Yesus mencoba memberitahu namun Yesus berkata bahwa saatnya belum tiba. Sikap utama yang menentukan pertolongan Tuhan adalah ketaatan. Pengerja di pesta menuruti apa yang Yesus katakan untuk mempersiapkan tempayan-tempayan dan mengisinya dengan air. Ketaatan dapat dilakukan karena iman kita kepada Tuhan. Sama seperti yang dilakukan oleh Abraham saat diminta Tuhan untuk mempersembahkan anaknya, Ishak.

Ibrani 11 : 8a & 17 “Karena iman Abraham taat, Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal,” Kadangkala sebagai manusia kita ingin mencoba banyak hal namun pertolongan Tuhan selalu datang tepat waktunya.

2. Pertolongan Tuhan, tidak dapat dibatasi keadaan dan situasi kita

Yohanes 2 : 9 – 10, Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu–dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya–ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.

Pemimpin pesta sampai mengatakan bahwa anggur yang disajikan berkualitas baik sampai akhir pesta. Menurut siklus untuk menghasilkan anggur yang baik dibutuhkan sekitar 10-30 tahun, namun saat Tuhan Yesus turun tangan, Dia melakukan pertolongan yang ajaib, ada percepatan terjadi, mengubah air menjadi anggur, dari yang tidak ada menjadi ada. Walaupun keadaan tampak tidak baik dan tidak mungkin, namun Tuhan Yesus sanggup membalikkan keadaan.

3. Pertolongan Tuhan, membawa kemuliaan Tuhan

Yohanes 2 : 11, Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

Segala sesuatu dikembalikan untuk memuliakan nama Tuhan, apa yang Tuhan Yesus kerjakan dalam mujizat dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib pasti kembali untuk memuliakan nama Tuhan. Kita seringkali menghendaki pertolongan Tuhan sesuai dengan waktu kita, seringkali kita bertanya kapan Tuhan, bahkan cenderung memaksa Tuhan.

Pertolongan Tuhan ada dalam kedaulatan-Nya, jadi mari menantikan pertolongan Tuhan yang berarti menikmati kedaulatan Tuhan. Bukan memaksakan kehendak kita, memberitahu Tuhan, atau berusaha untuk meminta percepatan agar pertolongan itu segera terjadi atas kita. Kita belajar menjadi umat yang dewasa secara rohani.

Jangan hilang harapan karena pertolongan Tuhan selau ada bagi yang berharap kepada-Nya, sebab Dia adalah Jehova Jireh, Allah yang menyediakan. Dan yang terpenting adalah, kerjakan bagian kita, dan Tuhan akan mengerjakan bagianNya.

Efesus 3 : 20, Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,” 

Tuhan Yesus Memberkati

YG