“Waspada Kebencian”

“Waspada Kebencian”

Renungan Harian Youth, Senin 19 April 2021

Syalom rekan-rekan Elohim Youth, bagaimana kabarnya hari ini semoga semua rekan-rekan tetap semangat ya…

Ada sebuah survei berdasarkan data dari Crimson Hexagon menunjukkan, sebanyak 70 ribu unggahan kemarahan dan ujaran kebencian terjadi setiap hari di media sosial (medsos). Para netizen meluapkan kemarahan dan ujaran kebencian di media sosial setiap hari.

Kata Benci memiliki nuansa menunjukkan permusuhan yang hebat juga perasaan antipati yang berkepanjangan dan disertai niat jahat.

“Emosi yang dalam dan bertahan kuat, yang mengekspresikan permusuhan dan kemarahan terhadap seseorang, kelompok, atau objek tertentu”.

Dictionary of Psychology

Tetapi ada aspek positif dari membenci, apakah itu? Yaitu membenci hal-hal yang dibenci Allah dapat diterima; bahkan, ini merupakan bukti bahwa kita benar-benar berdiri bersama dengan Allah.

Amsal  8:13 Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

Ketika seseorang semakin dekat dengan Allah, semakin dalam persekutuan kita dengan-Nya, maka kita akan semakin peka terhadap dosa, baik terhadap yang kelihatan maupun yang tidak. Bukankah kita berduka dan terbakar dengan kemarahan ketika nama Allah dicemooh; ketika kita melihat kemunafikan rohani; ketika kita melihat ketidakpercayaan dan perilaku fasik yang ditunjukkan dengan begitu terang-terangan? Semakin kita memahami sifat dan karakter Allah, semakin kita akan menjadi serupa seperti-Nya. Kita akan semakin membenci hal-hal yang bertentangan dengan Firman dan natur-Nya.

Namun, kebencian yang negatif pastinya adalah kebencian yang diarahkan terhadap sesama.

Kebencian adalah racun yang menghancurkan seseorang dari dalam, menghasilkan kepahitan yang menggerogoti hati dan pikiran kita. Inilah sebabnya mengapa Alkitab mengatakan kepada kita untuk tidak membiarkan “akar pahit” tumbuh di hati kita (Ibr 12:15). Kebencian juga menghancurkan kesaksian pribadi dari orang Kristen karena mencabut dia dari persekutuan dengan Allah dan orang-percaya lainnya. Marilah kita berhati-hati agar selalu melakukan segala sesuatu seperti yang telah dinasihatkan oleh Allah.

Yohanes 8:44 Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Ingat bahwa kebencian adalah tabiat setan, bukan tabiat Tuhan kita.  Jadi sangat bertolak belakang jika kita mengatakan kita anak Tuhan faktanya justru sifat iblislah yang ada dalam diri kita..!!! Jika tidak diwaspadai kebencian akan menjadi pijakan dari dosa dan kesalahan yang lainnya. Alkitab memberikan beberapa contoh yang jelas seperti Kain yang membunuh adiknya Habil karena benci, Izebel istri raja Ahab yang membunuh Nabot karena benci dan merampas hartanya, Saul ingin membunuh Daud dan masih banyak kisah yang lainnya.

Kebencian itu dapat Merusak dan menyiksa diri..bisa menimbulkan depresi dan frustasi..Benci itu melelahkan, kebencian menimbulkan banyak efek secara jasmani juga psikologis.

Terlebih lagi secara rohani, Rasul Yohanes menyatakan banyak hal mengenai kebencian yang berarti lawan dari Tindakan kasih.

Kebencian membuat seseorang tetap tinggal dalam kegelapan

1 Yohanes 2:10-11  Barangsiapa mengasihi saudaranya, ia tetap berada di dalam terang, dan di dalam dia tidak ada penyesatan. Tetapi barangsiapa membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan dan hidup di dalam kegelapan. Ia tidak tahu ke mana ia pergi, karena kegelapan itu telah membutakan matanya.

Kebencian disamakan dengan pembunuhan

1 Yohanes 3:14b-15 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia.

Kebencian adalah pekerjaan si pendusta

1 Yohanes 4:20 Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.

Ayat-ayat diatas sudah menyatakan bagaimana kebencian itu merusak kehidupan kita, karena kebencian akan mematikan buah kasih dalam kehidupan kita.

BAGAIMANA KITA MELEPASKAN KEBENCIAN

Dalam surat 1 Yohanes, Rasul Yohanes menyatakan PERBUATAN KASIH sebagai obat penawar dari kebencian. Hiduplah didalam kasih, ijinkan kasih Tuhan untuk menguasai hati kita karena dari sanalah akan mengalir pengampunan dan pemulihan.

KASIH itu membawa pemulihan, tidak hanya berhenti bahwa kasih tidak membenci, tetapi kasih itu mengerjakan perbuatan untuk kebaikan orang lain.

Kiranya Roh Kudus mengoreksi hati kita semuanya, masih adakah kebencian dalam hati kita, mintalah kasih dari Tuhan yang mengampuni dan memulihkan

Komitmenku hari ini

Aku mau belajar melepaskan kasih untuk mengatasi rasa benci yang ada dalam diriku. Kiranya kasih Tuhan selalu menjaga hatiku dari sikap kebencian dan mementingkan diri sendiri.

ER170421 – KPH

“Jangan Takut Gagal”

“Jangan Takut Gagal”

Renungan Harian Youth, Senin 29 Maret 2021

Setiap orang pasti memiliki rencana atau rancangan bagi kehidupannya di masa depan.  Karena itu berbagai upaya kita lakukan supaya segala rencana dan keinginan kita terwujud.  Siapa pun kita pasti tidak ingin gagal, bukan?  Kegagalan seringkali menjadi momok yang sangat menakutkan bagi semua orang.

Sedikit kita mengingat sebuah kisah sejarah yang penting bagi kehidupan manusia yaitu Thomas Alfa Edison. Pada tahun 1878 Thomas Alfa Edison jatuh sakit karena kelelahan. Untuk menyehatkan diri dan mendapatkan ilham, Edison berlibur ke Rocky Mountains. Saat berlibur itulah dia mendapatkan ide untuk mengembangkan eksperimen lampu pijar. Dengan seluruh tim yang bekerja bersamanya, mulailah Edison membuat satu benda ganjil plus mustahil bernama lampu pijar. Segera saja cibiran dan ejekan datang dari segala penjuru, tak terkecuali dari ilmuwan yang waktu itu cukup kondang namanya. Edison dicap cari sensasi, menentang hukum Fisika pada saat itu, kurang kerjaan, gila, pemimpi dan orang gagal. Faktanya Edison tak hanya gagal sekali dua kali, namun ribuan kali. Orang-orang yang membantunya bereksperimen pun sudah patah arang. Namun melihat keuletan Edison, mereka tetap setia membantunya. Pada akhirnya Edison berhasil menemukan bahan khusus yang tahan suhu tinggi untuk dicoba pada lampu pijarnya. Akhirnya lampu pijar berhasil menyala dan tanggal 21 Oktober 1879 Edison berhasil mematahkan apa yang mustahil bagi banyak orang pada jaman itu.

Dengan mengalami kegagalan demi kegagalan, kamu akan semakin tahu di area mana harus berubah dan di area mana harus mempertahankan karakter-karakter baikmu. Edison sampai hari ini terkenal di seluruh dunia dan mendapat julukan raja penemu bukan dengan cara yang instan, namun dengan usaha terus menerus dan semangat yang tak pernah padam. Hari ini bagaimana dengan kamu? Sudah berapa kali kamu gagal dalam mewujudkan cita-citamu atau impianmu? Kalau Edison yang ribuan kali gagal saja selalu bangkit dan belajar dari kegagalan, kamu pun pasti bisa kalau pantang menyerah.

Amsal 24:16 Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana.

Belajar Kembali dari kisah Daud … Dalam  1 Samuel 16 ketika Nabi Samuel pergi ke keluarga Isai sesuai dengan perintah Tuhan untuk mengurapi raja yang akan menggantikan Saul. Dalam kisah ini Daud tidak diperhitungkan sama sekali jelas karena alasan dia tidak mumpuni dan masih kecil. Namun  Tuhan memilihnya, bahkan dalam pasal selanjutnya Ketika dalam medan pertempuran antara orang Filistin melawan bangsa Israel, Daud datang sebagai pembawa makanan yang tidak diperhitungkan, bahkan kakak-kakaknya memarahi dia karena meninggalkan beberapa ekor domba yang digembalakannya. Jika kita melihat dari “sudut pandang kegagalan” tentunya DAUD bisa jadi mundur dan menerima penilaian dari kakak-kakaknya. Namun Daud memiliki iman yang kuat, ditengah semua kemungkinan kegagalan yang orang capkan kepadaNya Daud berjalan Bersama dengan Tuhan dan singkat cerita pada momen inilah Tuhan menyatakan kuasaNya melalui kehidupan Daud.

Yesaya 55:8-9 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

Kita percaya bahwa ada Rancangan yang besar dan ajaib yang Tuhan sudah siapkan dalam kehidupan kita, karena itulah kegagalan bukan menjadi alasan untuk kita mundur. Kegagalan itu memang menyakitkan tapi mari kita berpikir bahwa kegagalan itu merupakan salah satu anak tangga yang harus kita pijak bila kita mau mencapai puncak.

Jangan biarkan kegagalan seperti batu yang membenamkan diri kita, tetapi jadikanlah kegagalan sebagai alat untuk kita belajar dan menjadikannya batu pijakan untuk kita memasuki level kehidupan yang lebih tinggi

Kegagalan tidak menjadi penghalang karena sesuatu bisa kita capai bila kita mau berusaha dan bersabar. Banyak orang tidak mau berusaha dan bersabar, maunya secara instal. Oleh karena itu berusaha dan bersabarlah, lakukan segala sesuatu itu dengan tekun dan senang hati, dan milikilah pikiran yang positif supaya hidup kita dipenuhi dengan hal-hal yang positif. Saat kita gagal, jangan kita merasa kita tidak bisa atau tidak mampu tapi yakinlah kita pasti bisa karena Tuhan telah berfirman “Dia akan menjadikan segala sesuatu itu indah pada waktunya” (Roma 8:28)

Ingatlah bahwa kuasa Tuhan ada pada kehidupan kita. Janganlah sampai hidup kita dikalahkan oleh kegagalan. Bangkit dan atasi kegagalan dengan semangat dan kekuatan yang telah diberikan Tuhan kepada kita.  Firman Tuhan menyatakan bahwa Tuhan tidak pernah memberikan ujian yang melebihi kekuatan yang kita miliki. karena itu janganlah kuatir, Berdoa dan yakinlah bahwa kuasa dan kekuatan Tuhan menopang kita untuk mencapai semua mimpi dan harapan kita.

Jangan pernah menyerah didalam Proses yang ada karena Tuhan tidak pernah menyerah untuk menyertai kita menggenapi rancangan-Nya

Komitmenku Hari ini

Aku tidak boleh takut gagal, karena kegagalan bukanlah akhir segalanya. Ketika menghadapi kegagalan, aku tidak mau menyerah, aku mau bangkit karena aku percaya selalu ada Tuhan yang menyertai kehidupanku.

ER270321 – KPH

“BERHARAP PADA YESUS”

“BERHARAP PADA YESUS”

Renungan Harian Youth, Sabtu 20 Februari 2021

Rekan-rekan youth, setiap kita pasti pernah berharap kepada orang lain? Kepada orang tua, sahabat, ataupun kepada orang-orang yang dekat dengan kita.  Alasan kita berharap pada mereka pun beragam, ada yang karna dijanjikan sesuatu, ada pula yang hanya sekedar berharap.  Dengan sikap baik dan mungkin pencapaian prestasi kita yang bagus mungkin membuat kita berharap ada apresiasi dari orang tua tanpa dijanjikan apa-apa.  Apapun alasannya, secara otomatis kita memiliki landasan untuk berharap kepada orang lain.  Contohnya pada saat murid-murid Yesus yang melihat betapa berkuasanya Tuhan Yesus dalam melakukan banyak mujizat, sebenarnya mereka juga sudah memiliki harapan yang lebih kepada Yesus.  Karena mereka menetap di Israel yang saat itu menjadi negara jajahan Kerajaan Romawi, satu hal yang mereka harapkan adalah Yesus pantas menjadi Raja Israel dan mereka bisa menjadi negara merdeka pada saat itu.  Namun harapan mereka seakan-akan lenyap seketika pada waktu Yesus mati di kayu salib.

Pada saat Yesus sudah disalibkan, kira-kira kalau kita jadi salah satu/beberapa murid Yesus pada saat itu, apa yang akan kita lakukan jika pada saat itu kita kita tidak tahu sama sekali kalau Tuhan Yesus akan bangkit?

1 Petrus 1: 21,  Melalui Dialah kalian percaya kepada Allah yang sudah menghidupkan-Nya kembali dari kematian dan mengagungkan-Nya.  Jadi, Allahlah yang kalian percayai dan kepada Allahlah juga kalian menaruh harapan.

Kesaksian Rasul Petrus mengenai kebangkitan Yesus merupakan sebuah pengalaman bahwa segala harapan-harapan mereka tidak sesuai dengan rancangan Allah yang besar.  Mereka sebenaranya tidak keliru berharap kepada Yesus, namun yang keliru adalah harapan mereka. Karena harapan mereka tidak sebesar dengan rancangan Allah bagi seluruh umat manusia yang ada di dunia ini.

KEADAAN MURID-MURID YESUS: Murid-murid sudah terbiasa melihat mujizat yang diadakan oleh Tuhan Yesus dan Mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias namun mereka menaruh pengharapan yang tidak sesuai dengan rencana Allah

Tetapi setelah mereka melihat Yesus dibangkitkan pada hari ke tiga.  Pola pikir mereka pun berubah dan bahkan tekad untuk menyebarluaskan ajaran Yesus Kristus menjadi misi yang tertanam dalam diri mereka yang tetap berharap kepada Yesus namun dengan motivasi yang sudah dibaharui.  Tidak lagi berpikir untuk kemerdekaan bangsa Israel namun menyebarluaskan kabar baik mengenai Kerajaan Allah.

YESUS YANG TELAH MENEBUS HIDUP MANUSIA, SANGGUP MENJADI DASAR DARI HARAPAN KITA

Yesus yang telah Menebus Hidup kita telah Menjadi Dasar dari kepercayaan kita sehingga setiap Harapan kita Tertuju Kepada-Nya.  Jika landasan berharap kita diarahkan pada pekerjaan Yesus yang diutamakan, maka kita tidak akan pernah menyesal dan kecewa dalam menjalankan misi Allah di dalam dunia ini.  Yesus harus merobah pola pikir kita dan mengubahnya menjadi motivasi yang benar dalam menaruh pengharapan kepada Dia.

SELALU MENGINGAT AKAN PENGORBANAN YESUS DAN MENJADIKAN HAL ITU SEBAGAI ALASAN MENGAPA IMAN DAN PENGHARAPAN KITA TERTUJU KEPADA-NYA

Setiap hari, jika kehidupan rohani kita selalu diisi dengan kebenaran Allah, maka kebenaran Allah ini akan memurnikan hati dan jiwa kita.  Dasar dari kepercayaan dan pengharapan kita juga turut dimurnikan sehingga hal ini memicu kehidupan kita untuk member dampak kepada orang lain.

Mengapa iman dan pengharapan kita harus tertuju kepada Yesus?

Yesus adalah hakim yang tanpa memandang muka akan menghakimi setiap orang menurut perbuatan-Nya.

(1 Petrus 1:17),  Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini.

maksud dari kalimat ini adalah bahwa perbuatan-perbuatan orang akan menunjukkan siapa mereka sesungguhnya pada hari penghakiman.  Kita wajib hidup beriman, kudus, dan taat, dan perbuatan-perbuatan kita akan menjadi bukti apakah kita sudah hidup dalam standart Allah atau masih belum memiliki motivasi yang benar dalam berharap kepada Yesus.

Manusia harus menyadari betapa pengorbanan Yesus itu tidak ternilai dan tidak dapat dibandingkan dengan berapapun banyaknya harta yang dimiliki manusia.

(1 Petrus 1:18,19) – Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

kata “darah yang mahal” merupakan pemahaman dari Petrus mengenai pengorbanan Yesus di kayu salib bagi manusia. Menurut Wycliffe:  Ketidakberdosaan sempurna dari Sang Anak Domba, penderitaan-Nya yang seharusnya ditanggung manusia, merupakan landasan bagi suatu cara menilai yang baru dan surgawi.

Yesus telah ditetapkan oleh Bapa untuk menjadi penyelamat manusia.

(1 Petrus 1:20) – Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir.

yang menarik dari ayat ini adalah bahwa Yesus dipilih oleh Allah sebelum dunia dijadikan.  Bahkan untuk hal-hal yang belum ataupun tidak dipikiran oleh manusia, sudah dipikirkan Allah lebih dahulu.  Dan kemudian hasilnya adalah bahwa Yesus menjadi dasar bagi manusia untuk berharap melalui karya ilahi Allah yang dinyatakan kepada setiap manusia yang percaya kepada-Nya. Pengorbanan Yesus adalah alasan mengapa kita memiliki pengharapan.  Mari pastikanlah bahwa setiap harapan kita didasari atas kepercayaan kita kepada Yesus Kristus.

Komitmen kita: Aku mau berharap selalu kepada Yesus dan terus percaya kepada Pribadi-Nya yang luar biasa dalam segala karya-Nya kepada seluruh umat manusia.

RM – AdS

PENGUMUMAN …

Buat rekan-rekan youth … jangan lupa nanti sore di chanel youtube Elohim ministry … Nanti sore ada EL-Rei jam 16.30 yang akan menemani kalian untuk memahami isu-isu yang banyak anak muda hadapi, dan tentunya kita akan belajar juga dari sudut pandang Firman Tuhan … dan tema kita nanti sore adalah “KOMITMEN”. Kita akan membahas salah satu nilai yang penting dalam kehidupan kita yaitu Pentingnya Komitmen dalam kehidupan masa mud akita … apakah komitmen itu? Bagaimana dan mengapa … temukan jawabannya dalam obrolan kita nanti sore …

Dan Juga jangan lupa buat Ibadah sudah bisa digedung gereja jam 06.00 pagi, Ibadah Online jam 07.00 dan Sunday Funday jam 08.15 di channel youtube Elohim ministry.

Bahaya Kemunafikan

Bahaya Kemunafikan

Renungan harian Youth, Senin 19 Oktober 2020

Publik saat ini dihebohkan dengan game Among Us. Salah satu gameplay yang ada di game ini digadang-gadang dapat ‘merusak pertemanan’, karena pemain dapat menuduh satu sama lainnya. Among Us merupakan permainan multiplayer yang menuntut kerja sama tim dan usaha pengkhianatan. Dalam game ini, para pemain harus bisa bekerja sama untuk meyakinkan satu sama lain. Ada dua peran yang berbeda, yakni crewmate dan impostor. Crewmate merupakan peran baik yang dituntut untuk menyelesaikan misi kecil yakni memperbaiki pesawat. Sementara impostor merupakan peran jahat yang menuntut player untuk menjadi penghianat dan memiliki misi menghabisi semua anggota crewmate. Bisa jadi ada yang menjadi crew biasa dan ada yang menjadi Impostor.  Impostor, seolah-olah dia adalah manusia biasa ditengah manusia-manusia lainnya. Tapi ternyata Impostor memakai topeng dan dibalik topeng tersebut, pelan-pelan dia membunuh orang” disekitarnya. Dari games ini kita melihat bahwa ada seseorang serigala berbulu domba, seolah-olah dia berlaku sebagai kawan, padahal dia adalah serigala yang adalah lawan..

Kemunafikan menjadi salah satu problema yang sering dihadapi oleh orang-orang Kristen dan tak jarang kemunafikan menjadi masalah yang mengerogoti Kekristenan itu sendiri, bahkan bisa dibilang menyerang kalangan pemuda remajanya. Ada sebuah riset salah satu faktor  yang membuat Kekristenan mundur di kalangan anak muda  adalah adanya kemunafikan dari orang-orang yang menyebut dirinya rohani.

Di dalam bahasa Yunani, bahasa asli penulisan Alkitab Perjanjian Baru, istilah munafik (hipokrit) mengacu kepada seorang aktor. Ketika kamu sedang menonton drama, para pemerannya adalah orang-orang yang munafik, dalam arti bahwa mereka berpura-pura menjadi orang lain, seperti halnya memakai topeng. Seorang munafik adalah seorang yang sedang beradegan (melakukan sesuatu yang sebenarnya bukan diri mereka).

Apakah kamu orang yang munafik? Yuk kenali cirinya!

Bagaimana ciri-ciri orang yang berlaku munafik? Belajar dari teguran Tuhan Yesus terhadap orang Farisi dan Ahli Taurat dalam Matius 6 dan 23.

1. Gampang melihat kesalahan orang lain, tetapi tidak melihat kesalahan sendiri.

Tuhan Yesus kerap kali menegur orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka begitu ahli melihat kesalahan-kesalahan kecil yang dilakukan orang lain.

“Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” – Lukas 6:42

2. Suka Mencari Muka

Apa alasan kita melakukan sesuatu? Apakah untuk Tuhan, atau agar dipuji manusia? Saat kita lebih memilih berbuat sesuatu supaya dilihat orang, kita sudah menjadi orang munafik.

3. Terlihat bagus di luar, tapi di dalam, siapa tahu?

Banyak orang terbungkus dengan sampul yang kelihatannya baik dan rohani. Namun, bagaimana sikap hati kita sebenarnya? Apakah kamu rajin pelayanan, tetapi dosa terus dilakukan selancar jalan tol?  Apakah rajin beribadah, namun tong kosong prakteknya?

KEMUNAFIKAN secara sederhana adalah Hati dan tindakan berbeda, Melakukan sesuatu dengan pura-pura. Berarti dia melakukan sesuatu tidak dengan tulus. Hanya mau menerima manfaat tanpa resiko dan Pandai berteori tanpa praktek.

Mengatasi kemunafikan adalah proses perubahan setiap kita. Karena masalah kemunafikan terjadi akar permasalahannya adalah keegoisan … yang diutamakan adalah kepentingan diri, pendapatannya, kemauannya dan penilaiannya sendiri terhadap orang lain.

Kemunafikan membuat orang tidak dapat melihat kesalahan sendiri, tapi cenderung mudah menghakimi orang lain.  Hal Kunci untuk mengatasi Kemunafikan adalah INTEGRITAS.

Integritas seseorang erat kaitannya dengan jati diri yang sejati. Seluruh aspek kehidupannya, baik yang internal maupun eksternal, berjalan dengan harmonis, tanpa kepalsuan atau kemunafikan. Dengan kata lain, pribadi yang berintegritas adalah mereka yang memiliki keselarasan dalam pikiran, perasaan, perbuatan, serta perkataannya. Integritas merupakan hal yang sepaket dengan kehidupan rohaninya. Integritas menjadi gambaran hidup orang percaya, yang tercermin dari sikap sehari-harinya, entah saat berada di tempat umum maupun saat sendirian.

Menjadi pribadi yang beritegritas sama dengan membangun kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus. Yang dikejar adalah apa yang menyenangkan hati Tuhan, bukan apa yang berkenan kepada manusia

Di tengah banyaknya kepalsuan dan kepura-puraan di dunia, kita sebagai orang Kristen sebenarnya sudah punya fondasi yang benar, yaitu Tuhan. Jadi, padankanlah hidup kita dengan pikiran dan perasaan Kristus. Dengan demikian, integritas kita dapat menjadi inspirasi bagi mereka yang belum mengenal Tuhan. Karena ingatlah bahwa Kemunafikan menghambat pertumbuhan rohani kita, 

“Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah. Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,”  (1 Petrus 2:1-2).

Komitmenku hari ini

Dari pada sibuk menilai dan memberikan stempel munafik kepada orang lain lebih baik untuk sibuk membangun Intergitas dalam kehidupan kita

EL Rei 171020 – KPH