Renungan Harian Youth, Jumat 05 Juni 2020
Yohanes 20: 24-29

Kebanyakan manusia butuh jawaban, butuh kepastian. Hal seperti itu berlaku dan terjadi pada
kehidupan kita sehari hari. Contohnya, ketika smartphone kita tiba tiba bermasalah dan membawanya ke service counter, kemudian tukang service berjanji untuk ‘segera ‘ memperbaiki.
Segera artinya ‘dalam waktu yg tidak lama’. Puaskah kita dg jawaban “segera”? Saya rasa tidak.

Kita masih butuh jawaban, butuh kepastian,kapan smartphone kita selesai diperbaiki. Atau mungkin saat kita melakukan perjalanan dan maskapai penerbangan mengumumkan bahwa pesawat sedang delay. Saat itu akan banyak orang bertanya ke CSO, mengapa pesawatnya delay, berapa lama keterlambatannya, dan kapan pesawat bisa kembali terbang.

Pertanyaan dengan jawaban “kira-kira…, semoga…, secepatnya…., atau tidak lama lagi…” tentunya bukan jawaban memuaskan.
Kita butuh jawaban yang pasti, yang tentunya melegakan. Sebenarnya sah-sah saja meminta jawaban kepastian seperti itu, namun seringnya sikap seperti itu kita tujukan juga saat Tuhan belum menjawab doa kita.

Kita sabar menunggu tapi kita butuh kepastian. Kita rela kalau harus menghadapi pergumulan dan masalah, bahkan mungkin penderitaan, tapi kita butuh jawaban Tuhan mengapa Tuhan mengijinkan semua itu terjadi pada kita.
Masalahnya, banyak hal dalam hidup ini yang tidak bisa kita pahami, mengapa harus terjadi pada kita.
Kita mencari jawaban kesana kemari, tetapi tidak juga menemukan.

” Faith is about trusting God when you have unanswered question”
Ima
n adalah mempercayai Tuhan bahkan ketika anda memiliki pertanyaan yang tidak terjawab

Joel Osteen

Sekalipun kita tidak bisa melihat apa yang terjadi di depan sana, tapi kita percaya bahwa Tuhan ada di sana untuk menyertai, menopang, dan memberi kekuatan kepada kita.


Dalam Kisah Yohanes 20:24-29 … mengisahkan mengenai kisah

THOMAS …

yang tidak percaya akaen kebangkitan Tuhan Yesus, dan Tuhan secara khusus menyapa Thomas dengan menunjukkan luka ditangan dan lambungnya dan sebuah pernyataan “Jangan tidak percaya lagi, tetapi Percayalah”

Iman tidak berarti selalu memahami cara kerja Tuhan, tetapi iman adalah percaya dengan apa yang Tuhan kerjakan. Iman kadang tidak bisa melihat utuh apa yang ada didepan kita …

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala yang tidak kita lihat” Ibrani 11:1

Iman adalah percaya bahwa Bapa yang baik akan melakukan yang terbaik dalam hidup anak-anakNya.

Kemudian kisah ini ditutup pada ayat 29.

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Komitmen ku hari ini:

Jika hari ini aku sedang bertemu dengan pergumulan, aku punya banyak pertanyaan dan tidak juga menemukan jawabannya, aku mau tetap percaya kepada Tuhan yang sedang mengerjakan rancangan terbaik untuk hidupku.

NV – AC