Renungan Harian, Rabu 17 Juni 2020

PENGKOTBAH 12:13-14, Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang. Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

Perkataan pengkotbah dalam 2 ayat terakhir ini adalah merupakan inti atau kesimpulan dari semua pengajaran, hikmat, pengetahuan, nasehat yang dituliskan bagi kita termasuk juga Amsal- Amsal yang ditulis oleh Raja Salomo sebelumnya.

Perhatikan ini : “takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya”. Karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Kalau kita perhatikan  ada 3 hal diungkapkan yang kita bisa renungakan hari ini :

1. Takutlah akan Allah,

Pengertian takut akan Allah sifatnya luas dan komplek, namun yg terjadi dasarnya adalah rasa hormat dan kagum akan Allah karena kebesaran-Nya, kekudusan-Nya, keadilan-Nya, kasih setia-Nya, anugrah-Nya, penghukuman-Nya, dan hal lainnya tentang Allah.  Hanya kepada-Nya saja kita menaruh iman, pengharapan dan kasih kita, sebab hanya Tuhanlah Allah kita, tidak ada yang lain.

2. Berpegang pada perintah-perintahNya

sebagai umat Tuhan yang percaya, berharap, mengasihi dan takut akan Tuhan , kepada perintah dan ketetapan FirmanNyalah kita berpegang untuk melakukanNya. Firman Tuhan sebagai pondasi dan poros kehidupan kita sebagai orang percaya, yang akan terus menuntun langkah kita setiap waktu.

3. Kewajiban setiap orang

Artinya takut akan Allah dan berpegang pada firman-Nya harus ditaati sepenuhnya dan harus dilakukan oleh semua umat Tuhan. Hal ini semua wajib kita perhatikan karena, karena pada suatu waktu kelak, kita akan menghadap tahta pengadilan Kristus untuk mempertanggung jawabkan segala sesuatunya.

Seperti yang disampaikan pada bagian yang kedua,

Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.

Ingatlah bahwa kita akan mempertanggung jawabkan semuanya kelak dihadapan Tuhan, tidak ada yang tersembunyi.

Mari pikirkanlah segala sesuatu kepada sudut pandang kekekalan yang akan menolong kita untuk menjalani kehidupan kita dengan benar dan bermakna.

Kalau kita hidup takut akan Allah dan berpegang pada perintah -perintahNya, maka Dia akan berkenan  kepada kita .

Immanuel, Allah beserta kita semuanya
Tuhan Yesus memberkati.

EW