talenta_Anugerah_Tanggung_Jawab

Renungan Harian Youth, Senin 31 Agustus 2020

Syalom rekan-rekan Youth, salam semangat memasuki minggu yang baru ya …saya doakan kita semua tetap dalam keadaan yang sehat dan baik-baik semuanya. Hari ini kita akan Kembali merenungkan Firman Tuhan yang masih ada “relate” nya sama El rei hari sabtu kemarin (buat rekan youth yang masih belum nonton, jangan lupa kunjungi chanel youtube Elohim ministry ya)

Bakat, dalam bahasa Inggris memang disebut “talent” atau “gift” dan dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “talenta”. Tetapi, arti istilah bakat sebenarnya tidak sama dengan talenta seperti yang ditulis dalam Alkitab.  Talenta lebih cocok bila diartikan sebagai sejumlah modal yang Tuhan titipkan pada diri kita. Dalam perumpamaan tentang talenta, kita tahu bahwa ada yang dititip 5 talenta, 3 talenta, dan 1 talenta. Artinya, memang “modal” setiap orang tidaklah sama. Namun tugas dan tanggung jawabnya sama, yaitu: masing-masing harus mengupayakan modal tersebut agar berbuah atau berlipat ganda.

Seperti Perumpamaan mengenai talenta (Matius 25:14-30), dari perumpamaan ini sangat jelas bahwa semuanya harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan yang memberikan talenta kepada kita.

Talenta yang Tuhan titipkan dalam kehidupan kita adalah Anugerah, namun disisi yang lain hal itu adalah tanggung jawab kita untuk mengembangkan dan memakainya untuk memuliakan Tuhan.

“Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.” – Mazmur 127:4

Anak panah bisa digambarkan sebagai karunia, talenta, dan gift yang Tuhan taruh dalam hidup kita. Hal apa yang harus dikerjakan sebagai anak-anak panahnya Tuhan ?

1. Diluruskan & Ditajamkan

Anak panah yang tidak tajam tidak akan menghasilkan apa-apa, tidak tertusuk pada sasaran, dan akan mental. Kita baru dapat berfungsi dengan baik dan tepat sasaran jika kita tajam dan lurus. Kita bertanggung jawab Mengasah kemampuan, karakter, dan kepekaan kita. Lewat kepekaan ini, secara otomatis karunia yang Tuhan berikan akan berfungsi untuk menolong, menghibur, dan membangun orang-orang di sekitar kita karena melayani itu bukan tentang diri kita sendiri, tetapi tentang Tuhan dan jemaat-Nya. Dan yang penting adalah melalui Firman-Nya, Ia memberi tahu kita tentang apa yang berkenan bagi-Nya. Sediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman-Nya. Kalau kita kuat dalam Firman, kita tidak akan berjalan sembarangan saat menghadapi masalah karena kita tahu persis apa janji Tuhan.

Penting untuk Menjaga hati kita tetap lurus di hadapan Tuhan. Pasti kita pernah mengalami masa di mana hati kita bengkok. Tapi terus berusaha untuk menjaga hati dan lakukan apa yang benar di mata Tuhan.

2. Diarahkan

Anak panah tidak bisa melesat sendiri. Ia harus dilepaskan oleh sebuah tangan dan kita percaya bahwa hidup kita ada di tangan yang tepat dan penuh kuasa, yaitu Yesus. Seringkali, kita tidak sampai ke sasaran karena mengikuti yang kita mau, bukan yang Tuhan mau. Maka itu, kita perlu kerendahan hati, mau mendengarkan-Nya dan juga pemimpin di sekitar kita.

INGATLAH : Saat kita mau diarahkan, kita akan berfungsi dengan baik.

3. Diseimbangkan

Kehidupan spiritual dan jasmani kita harus berjalan seimbang.  Contohnya: Kita tidak mungkin melayani terus di gereja tanpa melayani keluarga kita. Kita tidak mungkin melayani terus tanpa berdoa ataupun istirahat. Kita juga tidak bisa hanya sibuk cari uang, tapi tidak memberanikan diri untuk memberkati orang lain. Perhatikan hal-hal di hidup kita yang perlu diseimbangkan.

Saat anak panah tajam, lurus, terarah, dan seimbang, kita juga harus mengerti bahwa ada waktu di mana anak panah harus ditarik jauh ke belakang untuk dilesatkan menuju sasaran. Tuhan yang ingin melesatkan kita ke tempat yang lebih jauh lagi; ke level yang lebih tinggi. Maka itu, jangan menyerah. Percayalah bahwa Tuhan tidak pernah salah dan lalai dalam rencana-Nya. Semakin jauh kita ditarik, semakin besar kuasa-Nya yang akan dinyatakan.

Itulah sebabnya setiap anak panah harus disimpan di tempat yang benar; di dalam tabungnya Tuhan

“Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.” – Yesaya 49:2

Hadirat Tuhan adalah tempat teraman bagi kita. Kita ada di tangan-Nya dan pada saat yang sama, Ia menyempurnakan tangan kita menjadi seperti tangan pahlawan sehingga setiap karunia yang kita lepaskan akan memuliakan-Nya.

Komitmenku hari ini

Talenta adalah tanggung jawab sehingga kita dapat dipakau menjadi perpanjangan tangan Tuhan, menghancurkan kuasa iblis, dan menjangkau banyak jiwa agar dapat mengenal Tuhan.

ER 290820 – KPH