Renungan Harian, Sabtu 17 Oktober 2020

Keluaran 8:22-23, “Tetapi pada hari itu Aku akan mengecualikan tanah Gosyen, di mana umat-Ku tinggal, sehingga di sana tidak ada terdapat pikat, supaya engkau mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini. Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu. Besok tanda mujizat ini akan terjadi.”

Hari ini kita mau merenungkan bagaimana Tuhan sanggup membuat perbedaan antara orang percaya dan orang yang tidak percaya kepada-Nya. Kisah mengenai 10 tulah yang terjadi di bangsa Mesir membuktikan bahwa Tuhan memiliki kuasa yang luar biasa dan sanggup membuat perbedaan antara orang Israel dengan orang Mesir. Demikian juga dalam kondisi dan keadaan kita saat ini, Tuhan sanggup membuat perbedaan antara orang percaya dengan orang yang tidak percaya.

Gosyen adalah tempat dimana Tuhan membuat perbedaan antara orang Israel dengan orang Mesir.

Arti kata GOSYEN: Drawing Near (Mendekat) artinya Mendekat dengan Allah! Duduk di bawah hadirat Allah atau sebuah hati yang melekat kepada Allah. 

 Orang-orang Israel ditempatkan di tanah Gosyen karena:

Tanah Gosyen terisolir dan terpisah oleh sebuah sungai besar, sehingga mereka tidak dapat hidup membaur dengan orang-orang Mesir, oleh karena mereka adalah keturunan orang Ibrani.

Gosyen adalah tanah subur dan sangat cocok untuk penggembalaan. Salah satu alasan mengapa   orang  Israel diizinkan tinggal di Gosyen adalah karena orang Israel merupakan penggembala kambing domba.

Hal yang perlu kita renungkan dari kisah 10 Tulah:

Tuhan memberikan pengecualian atas Tanah Gosyen (Kel 8:22; 9:26), dimana umat-Nya tinggal. Dan selama Umat-Nya tinggal di tanah Gosyen dan tidak dengan sengaja keluar dari batas tanah Gosyen maka mereka aman.

Jika kita perhatikan Tulah 1 sampai yang ke 9 tidak menimpa umat Israel yang ada di tanah Gosyen, namun tulah ke-10 juga menimpa tanah Gosyen. Tetapi, Tuhan memberikan Protokol: Mereka harus menyembelih anak domba dan darahnya harus disapukan pada ambang pintu dan kedua tiang pintu. Ketika malaikat maut datang dan melihat ada tanda darah, ia melewatinya dan tidak terjadi kematian. Dengan kata lain selamat Protokol tersebut diikuti, mereka selamat.

Dari renungan kita pada hari ini, ada dua hal penting yang harus kita kerjakan sebagai umat Tuhan untuk menikmati janji Tuhan bahwa Tuhan akan mengadakan perbedaan antara orang percaya dengan orang yang tidak percaya: 

1. Mendekatlah kepada Allah

Seperti arti Gosyen yaitu mendekat, Tuhan mau kita sebagai umat milik-Nya untuk tetap terus mendekatkan diri kepada-Nya, atau terus melekat kepada Tuhan.

Milikilah hati yang melekat kepada Allah, maka aka nada keamanan yang ilahi dalam kehidupan kita semua

Mazmur 91:14-16, “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

2. Taat

10 tulah mengajarkan kepada kta umat-Nya untuk hidup dalam ketaatan, ikuti setiap Firman-Nya dan jangan menyimpang dari jalan-Nya. Umat Israel menerima pertolongan daripada Tuhan karena, hidup dalam ketaatan. Ketaatan selalu menjadi bagian yang penting dalam kehidupan orang percaya.

Ketaatan kepada Allah adalah ekspresi dan wujud dari Iman kita kepada-Nya

Belajar dari tanah Gosyen
Untuk selalu ada dalam pemeliharaan dan menikmati janji Tuhan kita harus selalu mendekat kepada Allah dan hidup dalam ketaatan

CM