Renungan Harian, Sabtu 03 Oktober 2020

Ketika mendengar tangan yang teracung, pasti kita memiliki pengalaman yang berbeda. Mungkin kita teringat waktu kita sekolah guru akan mengatakan siapa yang bisa menjawab silahkan acungkan tangan. Atau ketika guru mengabsen kehadiran murid-murid pasti murid-murid akan mengacungkan tangan sebagai bukti kehadiran kita didalam kelas. Mungkin kita juga teringat waktu kecil orangtua mengacungkan tangannya  kearah kita tanda melarang kita melakukan sesuatu atau marah kepada kita.  Ini adalah contoh-contoh dalam kehidupan kita sehari-hari. Allah ketika ingin menyampaikan sesuatu kepada manusia juga menggunakan hal-hal yang sederhana yang dimengerti oleh manusia.

Dalam Alkitab ditulis beberapa contoh tentang tangan Tuhan yang teracung.

Rut 1:13B (TB) …, bukankah jauh lebih pahit yang aku alami dari pada kamu, sebab tangan TUHAN teracung terhadap aku?”

Ini contoh apa yang dirasakan Naomi secara pribadi. Ketika penderitaan dan kesusahan datang dianggap tangan Tuhan sedang teracung sebagai bukti sedang melawan dirinya. Ini adalah pengalaman Naomi pribadi.

Bagaimana Alkitab menjelaskan Tangan Tuhan yang sedang teracung?

Tangan Tuhan yang teacung bisa mengakibatkan dua keadaan yang berbeda. Tangan Tuhan yang teracung berbicara tentang kekuasaan yang Tuhan miliki. Tangan Tuhan yang sama berkuasa untuk menyelamatkan atau menghancurkan.

1. Menyelamatkan

Ulangan 5:15 (TB)  Sebab haruslah kauingat, bahwa engkau pun dahulu budak di tanah Mesir dan engkau dibawa keluar dari sana oleh TUHAN, Allahmu dengan tangan yang kuat dan LENGAN YANG TERACUNG; itulah sebabnya TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau MERAYAKAN HARI SABAT.
Keluaran 6:5 (FAYH)  Sekarang Aku telah mendengar ratapan bangsa Israel yang sedang diperbudak oleh orang-orang Mesir, dan Aku ingat akan janji-Ku.

Allah melalui Musa mengingatkan bangsa Israel ketika mereka bertobat, berbalik dan berseru kepada Tuhan, Tuhan mendengar erangan (tangisan) dan seruan doa-doa bangsa Israel dalam penderitaan mereka. kita lihat disini Tangan Allah yang penuh kuasa siap teracung menyelamatkan dan memberikan kemerdekaan kepada bangsa (Israel dengan cara yang ajaib.
Allah mengijinkan mereka diperbudak karena mereka MELANGGAR PERJANJIAN DENGAN ALLAH untuk setia beribadah HANYA KEPADA ALLAH.  Namun faktanya selain menyembah Allah mereka juga menyembah allah-allah bangsa bangsa disekitar mereka, yang berbentuk patung-patung.

2 Raja-raja 17:36 (TB)  Tetapi TUHAN yang menuntun kamu dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang teracung, kepada-Nyalah kamu harus berbakti, kepada-Nyalah kamu harus sujud menyembah dan mempersembahkan korban.

Bagaimanapun keadaan kita saat ini jika kita datang kembali kepada Tuhan, berseru, memohon, dengan jeritan dan tangisan kepada Tuhan, Tuhan akan bertindak dengan kuasa-Nya yang besar untuk menolong dan menyelesaikan masalah dan pergumulan kita dengan cara yang ajaib.Sebagai mana bangsa Israel dibebaskan tanpa melakukan peperangan melawan Mesir hanya dengan ketaatan kepada perintah Tuhan.

Kita juga akan ditolong, dibebaskan jika kita KEMBALI KEPADA TUHAN dan TAAT KEPADA TUHAN.

2. Menghancurkan, membinasakan.

Yesaya 5:25 (TB)  Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap umat-Nya, diacungkan-Nya tangan-Nya terhadap mereka dan dipukul-Nya mereka; gunung-gunung akan gemetar, dan mayat-mayat mereka akan seperti kotoran di tengah jalan. Sekalipun semuanya ini terjadi, murka-Nya belum surut, dan tangan-Nya masih teracung.
Yeremia 21:5 (TB)  AKU sendiri akan BERPERANG MELAWAN KAMU dengan TANGAN YANG TERACUNG, dengan lengan yang kuat, dengan murka, dengan kehangatan amarah dan dengan kegusaran yang besar.

Tangan Tuhan yang sama melawan, menghancurkan bangsa yang sama juga. Ketika bangsa Israel BERDOSA DAN MURTAD, TANGAN ALLAH tidak segan-segan MELAWAN DAN MENGHANCURKAN MEREKA TANPA TERKECUALI, generasi muda atau generasi tua, semua diperlakukan sama.

Jadi kita melihat disini Allah kita adalah Allah yang penuh dengan BELAS KASIHAN KEPADA YANG MAU KEMBALI KEPADA TUHAN tetapi juga Allah yang MURKA BAGI MEREKA YANG MURTAD DAN BERDOSA. 

Pilihan ada ditangan kita, jika kita ingin Tangan Allah teracung menolong dan menghalau semua musuh kita, hiduplah dalam KETAATAN DAN PERKENAN TUHAN. Demikian sebaliknya jika kita terus hidup dalam KETIDAK TAATAN maka Tangan Tuhan akan teracung menghancurkan kita. 

Allah sebenarnya tidak pernah menginginkan seorangpun hancur atau binasa, Allah selalu memberikan kesempatan, Allah juga tidak pernah memaksa siapapun juga. Allah memberikan kehendak bebas kepada manusia untuk menentukan pilihannya. Pilihan kita lah yang menentukan sikap Allah terhadap kita. Jadi yang menjadi persoalan adalah diri kita sendiri, BUKAN ALLAH.

ALLAH TETAP TIDAK BERUBAH, KASIHNYA DAN KUASANYA TETAP SELAMANYA.
Silahkan menentukan pilihan
Selamat Pagi dan Salam Sehat selalu,
Tuhan Yesus menyertai kita.

EM