Renungan Harian, Rabu 28 Oktober 2020

2 Raja-raja 6:24 – 2 Raja-raja 7:20.

Dalam kehidupan dan pengiringan kita akan Tuhan, kita mendapati bahwa perjalanan hidup dan pengiringan kita kepada Tuhan seperti roller coaster.  Ada naik-turun, dan lika-liku yang kita alami dan tidak pernah monoton. Tetapi percayalah bahwa setiap pengalaman hidup yang kita alami akan membawa kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa sehingga kita menjadi bijak dalam mengambil setiap keputusan.

Hari ini kita akan belajar bersama dari teks yang terdapat dalam 2 Raja-raja 6:24 – 7:20.  “Tindakan Elisa pada waktu Samaria dikepung.”  Di mana dikisahkan dalam perikop tersebut Samaria (Ibu kota Israel wilayah utara) mengalami kelaparan yang sangat dasyat karena pengepungan tersebut.  Oleh Benhadad (Raja Aram), semua suplai yang masuk ke Samaria ditutup.  Dasyatnya kelaparan tersebut mengakibatkan  orang Israel mengabaikan hukum, perintah dan ketetapan Tuhan yang telah diberikan  kepada mereka.  Tahi merpati (yang dimaksud adalah gandum yang berbulir kecil) mereka makan.  Binatang yang haram mereka makan (kepala keledai berharga 80 syikal) [6:25].  Bahkan ada ibu-ibu Israel yang tega memasak dan memakan anaknya sendiri [6:26-29].   Ini adalah krisis besar yang dialami oleh Samaria.

Dari krisis yang dialami oleh Samaria tersebut ada beberapa respons yang muncul; Respon Raja Yoram, respon ajudan Raja dan respon Nabi Elisa.  Mereka semua ada di Samaria dan sama-sama mengalami krisis yang terjadi akibat pengepungan tersebut.  Raja Yoram dan ajudannya menggambarkan orang percaya yang jauh dari Tuhan.  Nabi Elisa menggambarkan orang percaya yang hidupnya dekat dengan Tuhan.

Respon Raja Yoram:

1. Menyalahkan orang lain.

Yang menjadi alasan Raja Yoram menyalahkan Nabi Elisa tertulis diperikop sebelumnya [2 Raja-raja 6:8-23].  Dalam perikop ini Nabi Elisa tidak mengijinkan Raja Yoram untuk membunuh orang-orang Aram (musuh Israel) yang pada waktu itu oleh karena kekuatan Tuhan dibawa masuk ke Samaria tanpa mereka sadari, namun sebaliknya Nabi Elisa memerintahkan Raja Yoram untuk memeberi mereka makan.  Seandainya pada waktu itu Raja Yoram membunuh orang-orang Aram tersebut, paastilah pengepungan dan krisis tersebut tidak pernah terjadi. 

2. Menyalahkan Tuhan.

Di 2 Raja-raja 6:33, Raja Yoram berkata: “Sesungguhnya malapetaka ini adalah dari pada Tuhan.  Mengapakah aku berharap kepada Tuhan lagi?”

Dengan kata lain sebenarnya Raja Yoram menyadari bahwa semua yang terjadi adalah bentuk hukuman Tuhan atas perilakunya sebagai pemimpin Israel yang berdosa dan membuat juga seluruh rakyat berdosa juga [2 Raja-raja 3:1-3], tetapi walaupun dia menyadari hal tersebut, namun dia tidak mau berbalik dari dosanya dan mencari Tuhan, tetapi malah mau meninggalkan-Nya.

Respon ajudan Raja:

Tidak percaya kepada Firman Tuhan.

Dalam 2 Raja-raja 7:1 datanglah Firman Tuhan melalui Nabi Elisa. Dia berkata: “Dengarlah Firman Tuhan.  Beginilah Firman Tuhan: besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria.” Respon ajudan raja [ayat 2] adalah: “Sekalipun Tuhan membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?”  dia tidak percaya kepada Firman Tuhan.  Maka nabi Elisa menjawab: ”sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya.”  Dan apa yang dikatakan Nabi Elisa benar terjadi [ayat 17].

Amsal 13:13 menuliskan demikian: “Siapa meremehkan Firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

Respon Nabi Elisa:

1. Tetap tenang.

2 Raja-raja 6:32 “Adapun Elisa, duduk-duduk (sambil berbincang-bincang : Terjemahan FAYH) di rumahnya dan para tua-tua duduk bersama-sama dia…”

Nabi Elisa bukan hanya terdampak krisis kelaparan tersebut, tetapi juga menghadapi ancaman pembunuhan oleh Raja Yoram, tetapi karena hubungannya yang dekat dengan Tuhan membuat dia tetap tenang bahkan dalam kondisi terjepit sekalipun. 

2. Percaya kepada Allah dan Firman-Nya.

Responnya terhadap ketidakpercayaan ajudan raja kepada Firman Tuhan menunjukkan betapa tingginya hormat yang ditunjukkan kepada Tuhan dan Firman-Nya.  Level kepercayaan atau iman seseorang kepada Tuhan terlihat jelas dari bagaimana hormat orang tersebut kepada Firman-Nya, kesediaan melakukan Firman-Nya.

Yakobus 1:22 “tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja…”

Selalu saja ada cara Tuhan membela orang-orang yang percaya kepada-Nya, yang tidak mengabaikan Firman-Nya tetapi melakukannya.  2 Raja-raja 7:3-20 menuliskan bagaimana Tuhan menggenapi apa yang difirmankan-Nya melalui Nabi Elisa.  iman dari Nabi Elisa adalah memilih untuk mempercayai Tuhan bahkan ketika apa yang nampak dihadapannya tidak pasti sekalipun.

Bagaimana respon bapak, ibu dan saudara-saudara sekalian ketika ada ditengah krisis??? Marilah kita bersama meneladani kehidupan nabi Elisa. 

Menghadapi situasi Krisis ini … Tetaplah tenang dan Jangan pernah berhenti percaya kepada Tuhan dan Firman-Nya, ada Tuhan yang memelihara kita. 

Percayalah dan bapak,ibu dan saudara sekalian pasti akan melihat pembelaan Tuhan atas kehidupan kita semua.  Tuhan Yesus memberkati.

DYS