Renungan harian Rabu, 05 Mei 2021

Syalom Selamat Pagi Bapak Ibu Saudara sekalian yang dikasihi Tuhan …

Sebuah kisah ilustrasi tentang seekor monyet yang sedang memanjat pohon kelapa, setelah cukup lama di pohon itu. Datanglah angin topan, tornado, dan bahorok. Angin topan bertiup sekencang-kencangnya WUUUUSSS…. Tapi Si Monyet berpegangan erat dan tidak jatuh. Lalu angin tornado, bertiup berputar-putar SWIIIINGGG…., tapi tetap saja si monyet tidak jatuh. Angin bahorok mengeluarkan semua kekuatannya tapi Si Monyet semakin erat bertahan. Datanglah angin sepoi-sepoi menyapa ketiga angin dan berkatalah si angin sepoi-sepoi bahwa dia bisa menjatuhkan monyet di pohon kelapa itu. Ketiga Angin tertawa, “Mana mungkin”. Pikir mereka, mereka yang sudah mengeluarkan seluruh kekuatannya saja tidak mampu menjatuhkan Si Monyet, apalagi angin sepoi-sepoi yang lemah lembut. Angin sepoi-sepoi menghampiri Si Monyet dan meniup pelan ubun-ubunnya. “Hmmm enak, adem, nyaman” pikir si monyet. Karena keenakan Si Monyet jadi ngantuk dan melepaskan pegangannya lalu terjatuhlah Si Monyet dari atas pohon kelapa.

Musuh dari kemajuan adalah kenyamanan. Sebagian orang mungkin akan berkata, bukankah kita perlu merasakan nyaman di dalam hidup ini? Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, namun jika kita hanya semata-mata mengejar kenyamanan, maka kita dapat terjebak di dalam zona nyaman yang kita ciptakan sendiri. Zona nyaman akan membuat seseorang tidak lagi produktif dan responsif terhadap perubahan. Jika seseorang telah terjebak di dalam zona nyaman, maka cepat atau lambat kehidupannya akan mengalami kemunduran dengan sendirinya.

Tapi kenyamanan itu akan membunuh secara perlahan manusia-manusia yang terlarut di dalamnya. Kenyamanan hidup juga bisa membuat seseorang tidak memerlukan siapa-siapa, bahkan Allah sekalipun. Kenyamanan hidup yang menciptakan suasana jiwa dimana seseorang tidak merasa membutuhkan Allah adalah keadaan gawat yang harus dengan cepat segera disadari.

Lukas 21:34-36, “Jagalah dirimu, supaya hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi dan supaya hari Tuhan jangan dengan tiba-tiba jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”

Hal ini mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Allah memanggil Abraham keluar dari negeri Ur-Kasdim. Perlu diketahui bahwa Abraham adalah seorang yang kaya raya. Keluarganya adalah orang yang paling berkuasa di negeri tersebut. Namun, justru Allah memanggilnya untuk keluar dari “zona nyaman”-nya menuju ke tempat yang sama sekali baru dan tidak dikenalnya. Bagi Abraham, untuk pindah ke suatu tempat yang baru artinya dia harus melakukan pekerjaan baru, beradaptasi dengan lingkungan yang baru dan masih banyak hal-hal baru lainnya. Abraham harus memutuskan sebuah langkah iman untuk keluar dari zona nyamannya. Meskipun ada banyak hal yang masih belum diketahui Abraham, namun Allah memiliki rencana yang lebih besar dari segala ketakutan dan kekhawatirannya. Allah ingin Abraham bukan hanya dikenal sebagai orang kaya di tempat asalnya, namun Allah ingin Abraham mengalami kemajuan iman agar hidupnya dapat menjadi berkat bagi banyak bangsa dan Abraham dapat disebut sebagai “bapa semua orang percaya”.

Alexander Solzhenitsyn, seorang kristiani Rusia, pernah dibuang ke kamp pekerja Soviet. Di situ ia disiksa. Disuruh bekerja bagai kuda. Anehnya, setelah keluar ia malah mensyukuri masa-masa itu. “Di situ saya mendapat pengalaman berharga,”

“Sebelum menghadapi bahaya dan kesusahan, jebakan kenyamanan membuat saya malas bertumbuh. Di kamp itu, baru saya sadari, betapa pentingnya mengandalkan Tuhan. Hidup yang keras dan sulit justru membuat iman saya bertumbuh.

Alexander Solzhenitsyn, seorang kristiani Rusia

Hari ini Tuhan pun memanggil Anda untuk keluar dari zona nyaman Anda. Bila Anda sedang menghadapi tantangan yang baru dalam pelayanan, usaha atau pekerjaan sedang mengalami pergolakan, bahkan bila mungkin ada anggota keluarga Anda yang tiba-tiba jatuh sakit, ketahuilah bahwa Allah dapat menggunakan semua hal itu untuk memperbesar kapasitas iman Anda kepada-Nya. Tetapi anugerah Tuhan pasti akan memampukan Anda untuk terus keluar dari zona nyaman Anda, meresponi perubahan-perubahan yang sedang terjadi dalam hidup Anda sehingga kerohanian Anda mengalami pertumbuhan semakin hari semakin serupa dengan-Nya.

Jika saat ini anda tengah diingatkan untuk keluar dari zona nyaman oleh Tuhan, segera lakukan! Tuhan pasti memiliki tujuan bagi anda. Keluarlah dari zona nyaman Anda, sambutlah perubahan yang terjadi secara positif dan alamilah pertumbuhan di dalam iman Anda.

Tidak ada pertumbuhan di zona nyaman, tidak ada kenyamanan jika Anda ingin mengalami pertumbuhan.

Tuhan Memberkati ….

(TC)