Renungan Harian Youth_Selasa 30 Juni 2020

Halo, selamat pagi, syalom untuk rekan-rekan yang selalu setia mendengarkan renungan pagi elohim youth.  Bagaimana kabarnya? Semoga dalam keadaan sehat dan selalu bahagia.

Rekan-rekan hari ini kita akan merenungkan kebenaran firman Tuhan tentang TENGOK LAGI TUJUAN MU!. Rekan-rekan remaja dan pemuda apakah kalian memiliki tujuan dalam hidup ini?. Mungkin kalian ada yang menjawab GAK PUNYA, PUNYA, atau MASIH BINGUNG?. Secara pribadi mungkin kalian tidak memiliki tujuan hidup, bahkan bertahun-tahun berpikir dan tidak menemukannya.

Mari rekan-rekan kita kembali lagi ketujuan awal kita diciptakan dan untuk apa kita di dunia ini.

1. Menghasilkan Buah Yang Baik

Efesus 2:10 “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya…”.

Matius 12:33 “Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal”.

Dari ayat-ayat tersebut kita sadar bahwa hidup harus memberikan pengaruh baik dan berbuat baik kepada semua orang karena dari perbuatan kita dikenal sebagai anak-anak Allah

2. Memuliakan Allah

1 Korintus 10:31, “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah”.

Roma 11:36  “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!”.

Firman sudah jelas mengatakan bahwa hidup kita untuk memuliakan nama Tuhan, bahkan dari hal terkecil sekali pun mari kita lakukan untuk Tuhan dan bukan untuk manusia (Kolose 3:23)

Rekan-rekan mungkin hari-hari ini kalian berpikir dan merasakan hidup kalian yang melelahkan, membosankan, menyulitkan, dan lain-lain, mungkin dikarena kalian tidak memiliki tujuan. Memiliki tujuan hidup membuat kita lebih bersemangat dalam menjalani hari-hari kita. Seperti tokoh alkitab yang bernama Yusuf, dari awal ia mengetahui tujuan hidupnya dari mimpi-mimpinya. Dalam mencapai tujuan hidupnya tidaklah mudah, ia harus menghadapi banyak tantangan agar ia bisa mencapai tujuan hidupnya. Yusuf menjalani proses dengan takut akan Tuhan, mengandalkan Tuhan, bertanggung jawab, dan akhirnya ia bisa mencapai tujuan hidupnya. Dari kisah Yusuf kita belajar bahwa hidup bukanlah tentang pencapaian saja melain sebuah proses dan perjalanan.

Filipi 1:21-22Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah…”

Dengan demikian, sejatinya orang Kristen tidak menentukan tujuan hidupnya sendiri, dia harus kembali kepada tujuan sang pencipta, arsitek hidup dan penyelamat.

Mari kita berkomitmen:

Tuhan saya mau memiliki hidup untuk menghasilkan buah yang baik, agar dapat dinikmati banyak orang dan nama Mu dimuliakan.

KHP – KHP