Renungan Harian, Kamis 12 November 2020

Kejadian 2:7, “Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.”

Hampir setiap orang saat ini sudah memiliki telefon genggam yang biasa disebut smartphone. Kita bisa dengan mudah berkomunikasi, mencari informasi, memesan barang, memesan makanan, hingga melakukan pembayaran hanya dengan menggunakan smartphone.

Tetapi alat ini hanya dapat menyala jika baterai yang digunakan masih mempunyai daya/tenaga/power. Jika baterai-nya sudah lemah, maka kita harus segera mengisi daya-nya kembali dengan mengkoneksikannya ke sumber listrik agar bisa digunakan kembali ketika dayanya sudah penuh. Baterai yang habis akan mengakibatkan alat ini mati. Dan dalam keadaan mati, alat ini sama sekali tidak berguna bagi kita.

Batrai pada smartphone ini seperti nafas bagi kehidupan kita. Nafas merupakan nyawa agar hidup kita tetap sehat dan dapat melakukan aktifitas dengan normal. Mari kita lihat sedikit lebih dalam mengenai nafas bagi kehidupan kita ini.

Secara Jasmani

Secara biologi, sistem pernafasan merupakan sistem yang digunakan untuk sirkulasi udara. Udara luar yang kaya oksigen dihirup masuk ke dalam paru-paru dan juga sebaliknya udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida akan dikeluarkan kembali. Setelah itu organ-organ tubuh manusia akan menyalurkan oksigen ke seluruh sistem tubuh. Tanpa adanya oksigen, organ-organ tubuh manusia yang penting dapat mengalami kerusakan dalam hitungan menit saja. Tanpa nafas, maka hidup ini tentunya akan berakhir.

Secara Rohani

Secara rohani, kita juga harus memiliki nafas rohani. Doa merupakan nafas bagi kehidupan rohani kita, yang memberikan “oksigen” agar tubuh rohani ini dapat memiliki asupan “oksigen” yang cukup. Dengan demikian organ-organ tubuh rohani kita dapat berfungsi dengan baik, iman kita akan semakin bertumbuh sehat. Seperti apa yang sudah kita bahas dalam renungan harian kemarin, Doa adalah Nafas kehidupan kita.

Tanpa doa, hasilnya juga akan fatal bagi tubuh rohani kita. Efeknya juga akan sama seperti secara fisik, menyebabkan gangguan pada kerohanian kita, membuat kehidupan kita menjadi semakin tidak terarah dan menjauh dari rencana Tuhan. Kita jadi mudah untuk marah, kecewa, sakit hati, putus asa, stress bahkan depresi. Dalam keadaan seperti ini, kita tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Justru kita dapat mengambil keputusan yang salah, yang membuat kita semakin jatuh lebih dalam lagi.

Markus 14:38 “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”

Kembali ke smartphone yang sudah diisi kembali dayanya hingga menjadi penuh, kita akan semakin percaya diri untuk menggunakan dan menyalakan semua fitur yang ada di smartphone tersebut. Kita akan leluasa menggunakan smartphone tersebut secara maksimal.

Demikian juga dengan kehidupan rohani kita yang selalu terisi penuh melalui doa yang berkelanjutan, maka kita akan diberi kemampuan untuk melakukan perkara-perkara besar yang bahkan jauh melampaui akal pikiran kita. Kita akan semakin kuat menghadapi badai gelombang yang menerpa kehidupan kita.

Maka dari itu, mari bangun kehidupan doa kita. Berdoalah setiap hari. Datang kepada Tuhan setiap saat. Kehidupan rohani kita akan diberi nafas, sehingga membuat kita semakin hidup dan dapat mengetahui apa yang menjadi kehendak Tuhan. Melalui doa, Tuhan akan mencurahkan hikmat-hikmatNya yang akan membantu kita mengambil keputusan yang tepat untuk melewati masalah yang kita hadapi.

“Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus,” Efesus 6:18

Tuhan Yesus Memberkati

CM