Renungan Harian Anak, Kamis 25 Juni 2020

1 Samuel 16:1-13

Syalom adik-adik … hari ini kita akan Kembali membaca dan merenungakan Firman Tuhan, ayo disiapkan telinganya dan buka hati ya supaya Firman Tuhan tertanam dalam hati adik-adik semuanya.

Sore hari waktunya berkumpul bagi Ari, Wendy, Bobby dan Winer untuk bermain bersama sambil melepas penat setelah seharian bersekolah. Mereka berkumpul bersama di pos ronda favorit mereka sekaligus sebagai “base camp” mereka. Bermain bola, kelereng, layangan, bulutangkis semua mereka lakukan setiap harinya, namun hari ini mereka merasa bosan dengan permainan yang sama setiap harinya. Masing-masing dari mereka pun mengusulkan permainan bersama. “Bagaimana kalau kita bermain catur teman-teman ?” kata Bobby. “Ah, ga seru ihh ! Apalagi kan catur harus dimainkan oleh 2 orang sedangkan kita berempat” sahut Ari. “Bagaimana kalau kita bermain petak umpet saja, teman-teman” usul Wendy. “Wah boleh juga tuh, pasti aku akan menang sesuai namaku, hehehe” kata Winer sambil mengiyakan usulan Wendy. Lalu mereka pun bermain petak umpet.

“Hom-pim-pa” dan akhirnya Wendy yang harus menjaga sedangkan 3 teman lainnya harus bersembunyi. Wendy pun menutup matanya didekat pohon kelapa sambil menghitung supaya teman-temannya bisa bersembunyi lebih dulu. “……7,8,9,10 ! Siap atau tidak aku datang” teriak Wendy. Wendy pun mulai mencari satu per satu dari mereka semua. “nah ketemu kamu” ucap Wendy yang menemukan Bobby bersembunyi di dekat pohon mangga. “Kamu ngapain sih ner, ga sembunyi yaa” kata Wendy. “Wah,bagaimana bisa kamu menemukanku?” tanya Winer. “Kamu emang lagi sembunyi yaa? Masa Cuma duduk manis sih didepan pos ronda, hehehe” sahut Bobby sambil tertawa. “Kukira kalian gak akan kesini jadi aku balik aja kesini hehehe” jawab Winer.

“Ayo kalian semua pulang sana, sudah mau malam masih keluyuran aja” sahut seseorang kepada mereka yang rupanya adalah pak RT. “iya-iya pak, ini kami mau pulang kok !” kata Winer. “Yaudah kalau begitu besok lagi ya teman-teman” kata Wendy. Mereka pun akhirnya pulang dan meninggalkan Ari yang masih bersembunyi menunggu untuk ditemukan.

Hayo siapa yang disini suka melupakan temannya nih pas main petak umpet? Atau ada yang pernah ngalamin hal yang sama seperti Ari yang dilupain sama temannya. Pasti ga enak banget kan hehehe.

Di Alkitab juga ada lho sosok yang dilupakan bahkan oleh ayahnya sendiri. Ayo tebak siapa? Dia adalah Daud. Lho kok Daud? Siapa sih yang tidak mengenal Daud? Daud adalah Raja Israel yang hebat, gagah perkasa dan berkuasa bahkan dia adalah orang dipilih langsung oleh Tuhan sebagai raja menggantikan Saul. Lebih hebatnya lagi, Daud pernah berduel dengan Goliath dan menang lho. Padahal Goliath badannya jauh lebih besar dari Daud dan berpakaian tempur lengkap dengan pedangnya yang juga sangat besar. Tapi Daud dengan batu dan umbannya berhasil mengalahkan Goliath dengan satu lemparan tepat di dahi Goliath. Terlepas dari semuanya itu, Daud pernah dilupakan oleh ayahnya sendiri loh.

Pada saat itu, Samuel datang ke rumah Isai, ayahnya Daud untuk mencari orang yang dipilih Tuhan untuk menjadi raja atas Israel. Lalu Samuel menanyakan dan ingin melihat anak-anaknya Isai satu per satu. Isai pun memanggil Eliab dan memperlihatkan dirinya pada Samuel. “Pasti orang inilah yang dipilih oleh Tuhan” pikir Samuel.

Tetapi Tuhan berkata “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Tuhan bukan hanya ingin melihat bentuk badan yang tinggi, kekar dan gagah saja tapi Tuhan melihat hingga kedalaman hati seseorang, apakah dia orang yang layak atau tidak. Lalu Samuel menolak Eliab utnuk menjadi raja. Setelah itu keluarlah Abinadab yang tidak kalah ganteng dengan Eliab tadi, namun Tuhan tetap menolaknya. Semua anaknya pun diperlihatkan kepada Samuel, tapi semua tidak memenuhi maunya Tuhan.

“Apa hanya ini semua anakmu?” kata Samuel.
“Astaga, aku lupa ! Masih ada satu di Padang rumput lagi jaga kambing domba sambil main kecapi” kata Isai.
Merekapun pergi dan menjemput Daud yang memang sedang menggembalakan kambing domba dan Tuhan berkata pada Samuel untuk mengurai Daud yang adalah orang pilihannya

Dari kisah diatas kita belajar bahwa Tuhan tidak akan pernah melupakan satupun diantar kita semua. Meskipun orang lain bisa melupakan kita atau sebaliknya bahkan beberapa orang juga bisa melupakan Tuhan, tapi Tuhan akan selalu mengingat dan memperhatikan kita.

Tuhan adalah kekuatan dan harapan kita, yang selalu melindungi dan menyertai setiap kehidupan kita dimanapun dan kapanpun kita berada. Kita tidak akan pernah merasa sendirian dan terlupakan karena Dia selalu Mengingat kita.

Ayat hafalan kita hari ini:

1 Samuel 16:7b Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Komitmenku hari ini.

Tuhan Yesus trima kasih untuk kasih-Mu, Engkau yang selalu mengasihi aku dan mengingat aku. Aku mau selalu belajar menjadi anak yang selalu mengasihi-Mu.

MEK – RS