Renungan Harian Rabu, 17 Februari 2021

Bacaan: Mamzur 13:1-6

Pastilah kita semua pernah merasa kuatir. Kuatir dengan keadaan perekonomian kita, kuatir dengan kesehatan kita, kuatir dengan masa depan pekerjaan kita, dan banyak hal lain yang dapat membuat kita kuatir. Apalagi ditengah keadaan pandemi saat ini, banyak hal yang dapat membuat kita kuatir.

Saat menghadapi masa-masa yang sulit, terkadang kita mulai komplein kepada Tuhan. Mulai muncul dalam benak kita pertanyaan, “Mengapa Tuhan ijinkan masalah ini menimpaku?”, “Aku sudah setia, tapi kenapa banyak masalah yang aku harus hadapi?”, dan lain sebagainya. Atau dalam saat-saat sulit kita malahan mulai menyalakan orang lain.

Masalahnya adalah :“MASIH BERTUMBUHKAH IMAN KITA DALAM SITUASI SEPERTI ITU”?

KEKUATIRAN

Daud sedang ada dalam masalah yang sangat besar dan tak kunjung selesai,“Berapa lama lagi, ya TUHAN … ? (Ay.2a). Seolah-olah TUHAN menyembunyikan wajahNya (2b) dan tidak mau mengarahkan pandangan-Nya kepada Daud. Nabi Yesaya juga pernah berkata kepada Tuhan

Yesaya 49:14, Sion berkata: “TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.“
Yesaya 40:27 : Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel:“Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?”

Masalah yang besar membuat Daud menjadi kuatir bahkan bersedih sepanjang hari (ay. 3a). Sampai “musuh” mengambil keuntungan dari situasi tersebut (ay. 3b), mereka senang ketika melihat Daud berada dalam permasalahan yang berat dan tidak kunjung menerima pertolongan.

HARUS BERBUAH

Namun, meskipun diterpa kekuatiran, Daud tetap bertumbuh dan berbuah di dalam TUHAN. Bagaimana Daud dapat Berbuah dalam Kondisi yang sangat sulit itu ?

1. Daud memiliki keinginan untuk tetap kuat (4-5)

Daud tetap merindukan jawaban TUHAN (4a), Ia ingin tetap hidup dan melihat jawaban TUHAN (4b), tidak mau goyah (5), agar musuh tidak senang. Saat menghadapi kekuatiran, penting sekali untuk kita tetap memiliki keinginan atau kemauan untuk tetap kuat bertahan. Bukan malah menjadi putus asa atau putus semangat, ini akan membuat kita semakin lemah

2. Daud tetap percaya kepada kesetiaan Tuhan (6)

Daud berkata: Tetapi aku, kepada kasih setia-Mu aku percaya. Di tengah kekuatiran, kita harus tetap percaya akan kesetiaan Tuhan. Ini adalah doa Daud, tapi ini juga adalah suatu bukti yang nyata dalam kehidupan Daud setiap hari. Kesetiaan Tuhan telah sangat terbukti dalam seluruh kehidupan kita, maka dari itu sekalipun kita menghadapi situasi sulit, tetaplah percaya kepada rencana Tuhan.

3. Daud tetap mau memuliakan Tuhan (6b)

Hati Daud bersorak-sorai karena Keselamatan yang dari Tuhan. Daud bernyanyi karena TUHAN itu BAIK dan sangat BAIK. Daud memberikan teladan bagi kita, bahwa saat kita ada di tengah-tengah kekuatiran karena beratnya masalah, mari kita tetap memuliakan TUHAN.

Mari kita tetap meninggikan Tuhan, bersyukur atas semua yang Tuhan ijinkan karena Tuhan ada dibalik setiap apa yang kita hadapi.

Tetaplah berbuah dalam segala situasi dan keadaan karena berbuah adalah bagian dari kehidupan setiap orang yang percaya yang terus bertumbuh didalam Tuhan.

Selamat Berbuah kiranya Roh Kudus yang akan menolong kita.

Tuhan Yesus Memberkati

CM