Renungan Harian Anak, Selasa 20 April 2020

Bacaan : Keluaran 2:1-10

Selamat pagi, Adik-adik yang Tuhan Yesus kasihi… Apa kabar semua? Pagi ini kita akan kembali berdoa dan mendengarkan firman Tuhan.

Adik-adik, bila Adik-adik diminta ibu untuk diminta tolong sama orang tua kita, apa yang akan Adik-adik lakukan? Contohnya disuruh membantu membersihkan rumah, atau menjaga adik kecil kalian,  hmmm… pastinya seharusnya Adik-adik akan berusaha untuk melakukan yang terbaik ya, membersihkan rumah dengan bersih atau berhati-hati menjaga supaya adikmu tidak terjatuh dan menangis, bukan?
Adakah yang marah-marah dan tidak mau membantu ibu kalian ? Wah itu tidak baik ya…

Ayo sekarang kita mau Bersama mendengarkan kisah dalam ALkitab

Dalam kitab keluran pasal 2 ada seorang tokoh … ayo perhatikan apa yang dilakukan oleh Miryam.
Dia diberi tugas penting oleh ibunya. Saat itu, Raja Mesir memerintahkan untuk meniadakan semua bayi laki-laki Israel yang baru lahir. Nah, Miryam mempunyai seorang adik bayi laki-laki. Ibu Miryam tidak ingin tentara Mesir mengetahui bahwa ia mempunyai seorang bayi laki-laki karena pasti akan dibunuh oleh raja. Maka ibu Miryam memikirkan suatu cara untuk menyelamatkan bayinya, yaitu dengan menaruhnya di dalam peti yang terbuat dari pandan dan menghanyutkannya di tepi sungai Nil. Lalu ibu meminta Miryam untuk menjaga adiknya.

Miryam menjaga peti yang berisi adiknya itu dari kejauhan. Miryam duduk diam-diam di tepi sungai sambil matanya tak lepas memperhatikan peti yang berisi adiknya di antara rumput-rumput tinggi di tengah sungai. Cukup sulit keadaan Miryam saat itu. Dia harus dapat menjaga dirinya dengan baik agar tidak ketahuan tentara, sekaligus juga menjaga adiknya.

Bagaimana Miryam dapat melakukan tugasnya supaya berhasil? Apa yang dilakukan Miryam, Adik-adik?
Dia tidak menolak tugas dari ibunya meskipun sangat sulit, Miryam tidak manja, dia melakukan tugasnya dengan baik. Dengan sabar Miryam menjaga adiknya dari kejauhan.

Tanpa diduga putri raja Firaun datang ke sungai Nil itu untuk mandi. Putri melihat bayi dalam peti itu. Segera Miryam keluar dari persembunyiannya dan dengan berani dia menghampiri putri Firaun untuk menawarkan seorang pengasuh bagi bayi itu, yang tak lain adalah ibunya sendiri. Putri Firaun menyetujuinya dan meminta agar ibu Miryam menyusui bayi laki-laki yang ditemukannya di sungai. Putri Firaun memberi nama bayi ini Musa yang artinya ‘diangkat dari air’. Setelah besar, bayi itu dibawa kembali pada Putri Firaun, diangkat menjadi anak dan tinggal di istana. Dan adik-adik tahu siapakah bayi itu? Iya Namanya adalah MUSA, yang akan dipakai oleh Tuhan untuk membebaskan bangsa Israel.

Adik-adik, Miryam tetap melakukan yang baik di saat sulit sekalipun.

Apa yang dilakukan Miryam tersebut membawa kebaikan bagi keluarganya. Musa tetap hidup dan dapat menyusu pada ibu kandungnya. Keluarganya juga bisa menjaga serta merawat Musa tanpa terancam lagi oleh tentara Firaun.

Adik-adik, kita mau belajar melakukan hal baik seperti yang dilakukan Miryam. Mau membantu orang tua, dengan apa yang bisa adik-adik lakukan.  Meskipun sulit, kita mencoba membantu meringankan pekerjaan orang tua adik-adik, bukan menambah repot mama dengan kemanjaan kita. Jika kita mampu melakukan hal baik, keadaan sulit yang mama hadapi bisa teratasi oleh peran kita.

Tuhan Yesus senang melihat anak-anak yang mau melakukan hal baik. Maka Adik-adik dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Ayo kita baca ayat Firman Tuhan

Amsal 13:4 Hati si pemalas penuh keinginan, tetapi sia-sia, sedangkan hati orang rajin diberi kelimpahan.

Komitmenku hari ini.

Tuhan Yesus aku mau belajar melakukan yang terbaik, walaupun mungkin itu susah tetapi aku mau belajar menjadi anak yang Rajin.

SSM – GCT