Renungan Harian, Selasa 05 Desember 2020

Bagi seseorang yang sudah diampuni dosanya ia menjadi anak Allah. Orang yang sudah diampuni ini memiliki hak untuk masuk ke dalam tempat kudus dengan penuh keberanian, karena Yesus telah membuka jalan baginya dan Yesus telah menjadi sang Imam Besar yang mengepalai rumah Allah (ayat 19 – 21). Hak istimewa ini diperoleh  bukan karena kekuatan kita, tapi karena anugerah Allah sepenuhnya.  Namun kita memiliki beberapa tanggung jawab rohani untuk tetap kuat dalam iman, yang harus kita lakukan  dengan semangat dan suka cita sehingga kita tidak lagi jatuh bangun kedalam dosa. 

Ibrani 10:19-21 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

Kita dapat melihat tanggung jawab ini dalam ayat bacaan diatas, dan semua tanggung jawab rohani ini saling berkaitan, dimana kita tidak dapat melakukan setengah-setengah ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan:

Pertama, MENDEKAT KEPADA ALLAH…

Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus iklas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni “ (ayat 22)

Artinya dengan hati yang telah dibersihkan kita perlu membangun sebuah kebiasaan untuk mencari Tuhan  dengan ketulusan hati dengan iman yang teguh . Kedekatan dengan Tuhan ini adalah dasar terpenting agar kita tetap kuat dalam iman. Bangunlah sebuah kebiasaan yang konsisten untuk mendekat kepada Allah setiap hari.

Kedua, BERPEGANG TEGUH PADA PENGHARAPAN

”Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia.” (ayat 23)

Saat kita percaya kepada Tuhan Yesus kita memiliki  banyak pengharapan di dalam Dia yang dijanjikan oleh Firman Allah. Namun dalam kenyataannya, pengharapan ini sering timbul tenggelam dalam diri kita .  Saat  tidak kunjung melihat wujud dari apa yang diharapkan kita seringkali melepaskan pengharapan itu.   Mengharapkan sesuatu yang tidak segera terwujud adalah sebuah perjuangan yang tidak mudah. Itu sebabnya kita tidak boleh berjuang sendiri. Melainkan ikut sertakan Tuhan Yesus.

Ketiga, SALING MENDORONG DALAM KASIH DAN PERBUATAN BAIK

”Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan  yang dibiasakan oleh beberapa orang , tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan” (ayat 24-25).

Inilah faktor  yang tidak kalah pentingnya dalam membangun iman yang teguh, Perjuangan iman tidaklah dilakukan seorang diri,Tidak hanya mendekat pada Tuhan, kita memerlukan saudara seiman untuk saling mendukung dan menguatkan.

Pada saat dituliskan di surat Ibrani  nasehat untuk tidak menjauhkan diri dari pertemuan ibadah akan membawa seseorang ke dalam resiko yang besar, karena saat itu orang kristen sedang dikejar-kejar . Tapi kebutuhan untuk dikuatkan oleh saudara seiman jauh lebih besar dari resiko yang menyertainya.  Bagi orang kristen yang hidup di zaman sekarang, ia harus benar-benar disiplin untuk tetap memiliki persekutuan yang sehat dengan saudara-saudara seimannya. 

Tuhan Yesus memberkati..

EW