Renungan Harian Youth, Kamis 21 Mei 2020

Syalom rekan-rekan Elohim youth … Hari ini kalau rekan-rekan melihat kalender ini adalah tanggal merah memperingati Hari ISTIMEWA yaitu KENAIKAN TUHAN YESUS KE SORGA

Yuk kita baca Firman Tuhan hari ini …

“Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.” Markus 16:19

‘Cause you know I made a promise that I intend to keep
My grace will be sufficient in every time of need
And my love will be the anchor that you can hold onto
This is the promise, this is the promise I made to you

The Promise (bitly.ws/8zTR),

Di atas adalah sepenggal lirik dari The Promise, yang kira-kira bermakna demikian: Karena kamu tahu AKU membuat janji yang akan kutepati; Kasih karuniaKu cukup dalam setiap waktu dan kasihKu akan menjadi sauh yang bisa engkau andalkan. Ini adalah janjiKu dan ini Kujanjikan padamu.

Seluruh isi Alkitab dipenuhi dengan janji Allah. Bahkan Alkitab dibagi menjadi 2 kelompok besar yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Tuhan menjanjikan Tanah Perjanjian, kita disebut Umat Perjanjian dan anak-anak perjanjian.

Makna apakah yang terkandung dalam kata “janji”? Dalam kata “janji” terkandung pihak yang berjanji; pihak yang dijanjikan; kesediaan dan kesanggupan untuk menepati; dan kepercayaan; penantian; kesabaran dan keteguhan dan yang pasti pengharapan.

Janji merupakan kata masa sekarang namun merujuk pada masa depan. Apa artinya? Bahwa diperlukan waktu untuk janji itu ditepati dan dipenuhi.

Salah satu janji yang luar biasa diberikan Tuhan Yesus ketika Ia terangkat ke surga. Janji bahwa Dia akan datang kembali.

Kita pasti ingat betapa hancurnya hati murid-murid Yesus saat Tuhan Yesus disalibkan. Mereka hidup dalam ketakutan. Saat Tuhan Yesus bangkitpun dalam sukacita mereka, ada kegelisahan, kebimbangan dan ketakutan. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka saat Yesus terangkat ke surga. Secara kasat mata mereka menyaksikan Yesus yang mereka andalkan lenyap dari sisi mereka.

Namun sejarah mencatat, dalam keadaan ditinggalkan Tuhan yang mereka andalkan, murid-murid Tuhan Yesus tidak tenggelam dalam keputus asaan dan kehancuran.
Lukas 24:50-53 mencatat bahwa setelah Tuhan Yesus terangkat ke sorga, murid-murid pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita; mereka berada dalam Bait Allah dan memuliakan Allah serta menantikan datangnya Roh Penghibur yang dijanjikan Allah.

Apa yang membuat mereka kuat?

Mereka kuat karena mereka memegang janji Tuhan Yesus. Janji bahwa mereka tidak akan ditinggalkan seorang diri,

Kekuatan janji yang diberikan Tuhan Yesus:

1. Mereka mengenal Tuhan Yesus yang berjanji.

Tuhan Yesus pribadi yang terpercaya.

Ibrani 6:17-18 Karena itu, untuk lebih meyakinkan mereka yang berhak menerima janji  itu akan kepastian  putusan-Nya, Allah telah mengikat diri-Nya dengan sumpah,  supaya oleh dua kenyataan yang tidak berubah-ubah, tentang mana Allah tidak mungkin berdusta  kita yang mencari perlindungan, beroleh dorongan yang kuat untuk menjangkau pengharapan  yang terletak di depan kita.

2. Janji Tuhan memberikan pengharapan.

Bahwa Tuhan Yesus tidak meninggalkan mereka sebagai yatim piatu; Tuhan akan mengaruniakan Roh Penghibur (Yohanes 14:16, 18)

3. Tuhan Yesus memiliki kesanggupan dan kemauan untuk menggenapi janjiNya.

JanjiNya selalu ditepati, ya dan amen. Segala yang difirmankanNya dan dijanjikanNya pasti akan digenapi. Janji manusia mungkin batal karena sesuatu dan lain hal, tapi janji Allah tidak pernah gagal

Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.(Ayub 42:2)

Rekan-rekan pemuda remaja, janji Tuhan Yesus menguatkan kita. Bukannya menjadi lesu dan lemah, tapi kita akan menjadi semakin kuat dalam iman. Kita menantikan penggenapan janjiNya dengan seluruh rindu. Saat Dia berjanji bahwa Dia kan datang kembali, maka hal itu akan benar-benar terjadi. Banyak orang berdalih meragukan janjiNya dengan mengatakan bahwa ribuan tahu sudah berlalu sejak janji itu diberikan, namun Tuhan Yesus tidak datang-datang. Ingatlah bahwa Tuhan Yesus sangat mengasihi kita. Ia, tidak lalai menepati janjiNya, Ia tidak mau ada seorangpun yang binasa (2 Petrus 3:9).

Jadi apa yang harus kita lakukan? Mari kita terus bekerja. Apa yang sudah dipercayakan Tuhan kepada kita untuk kita lakukan, mari kita lakukan dengan sekuat tenaga.

Para pelajar, mari belajar dengan sepenuh hati sehingga nama Tuhan dipermuliakan lewat studi kita.
Yang bekerja, mari kita bekerja sebaik mungkin supaya Kristus dipermuliakan lewat pekerjaan kita.

Menanti kedatangan Tuhan, bukanlah sebuah tindakan yang pasif. Bukan tinggal berkumpul di sebuah tempat tertentu tanpa melakukan apa-apa seperti yang dilakukan Lia Eden dan pengikut-pengikutnya.

Menanti-nantikan kedatanganNya adalah Tindakan aktif, menanti janjiNya digenapi berarti menghadirkan Kerajaan Allah itu dalam hidup kita sehari-hari.

Saat orang lain melihat Kristus dalam hidup kita, itulah manifestasi menanti-nantikan kedatangan Allah.

Mari kita sama-sama renungkan, apakah kita benar-benar bertumbuh dalam penantian akan kedatanganNya? Apakah yang kita lakukan sementara kita menantikan penggenapan janjiNya, bahwa Yesus akan datang kembali?

Mari kita berkomitmen,

Tuhan aku mau mepercayai setiap janjiMu dan menghidupinya. Aku mau menanti-nantikan kedatanganMu sehingga kerajaanMu nyata dalam hidupku.

DDO – YDK