Jaminan_Sukacita

Renungan Harian Sabtu, 19 September 2020

Kata-kata “Three in One” tentu sudah tidak asing bagi kita semua.
Contohnya: 🍵kopi three in one, 🚘 three in one, sistem berkendara dimana 1 mobil harus diisi oleh minimal 3 orang tidak boleh hanya satu orang yg melewati jalanan utama di Jakarta pada jam-jam tertentu. Dengan tujuan menghindari kemacetan yg parah. 

Pagi ini kita juga memiliki satu paket yang berisi tiga perintah. Dalam Menghadapi pandemi covid 19 yang sangat panjang dan berat ini Ada satu paket yang Tuhan berikan kepada kita untuk bisa tetap bertahan tetap kokoh dan exist melewati masa pandemi covid 19 ini yaitu satu paket yang berisi “TIGA B”

BERSUKACITA, BERDOA, BERSYUKUR

1 Tesalonika 5:16-18 (FAYH) Hendaklah Saudara selalu bersukacita. Hendaklah Saudara selalu berdoa. Apa pun yang terjadi hendaklah Saudara bersyukur, karena itulah kehendak Allah bagi Saudara sebagai milik Kristus Yesus.

“ITULAH KEHENDAK ALLAH BAGI SAUDARA” … ada 3 perintah yang terdapat dlm 3 ayat diatas. Jadi yang dikehendaki Allah bukan hanya MENGUCAP SYUKUR, seperti yang terdapat dalam ayat 18 saja. Oleh karena itu kita akan membahas ketiga ayat tersebut. Sebelum ayat 18 ada dua ayat yang mendahuluinya “Bersukacitalah senantiasa” atau “hendaklah kalian selalu bergembira” (BIS). Ada penekanan disini selalu atau senantiasa, artinya terus menerus berkelanjutan dan tidak berhenti.

Apa yang membuat Paulus bersukacita? Paulus bersukacita karena mendengar tentang iman jemaat Tesalonika yang kuat meskipun berada dalam penderitaan dan tekanan mereka tetap pada imannya tidak bergeser sedikitpun. Karena itulah Paulus juga memberikan dorongan untuk lebih keras lagi mengasihi I Tes 4:10.

Hendaklah Saudara selalu bersukacita

Mungkin kita akan merasa aneh kalau orang DIPERINTAHKAN untuk bersukacita atau bergembira, karena biasanya orang mengalami kegembiraan disebabkan oleh keadaan diluar dirinya, yang tidak bisa dikendalikannya. Jika keadaan baik maka bisa bersukacita. Tapi jika keadaan buruk maka hilang sukacita. 

Misalkan keadaan saat ini semua orang mulai dari anak-anak sekolah stress karena belajar daring dengan semua permasalahannya. Orang tua pusing mendampingi anak-anak belajar.  Harus mencukupkan kebutuhan keluarga namun jam kerja dan penghasilan berkurang. Perusahaan kecil sampai besar semua mengeluh menghadapi pandemic covid 19  ini karena terpaksa harus tutup karena tidak bisa membiayai operasional perusahaan dan tidak bisa membayar hutang. Belum lagi ada anggota keluarga yang sakit.

Mana mungkin dalam keadaan seperti ini “BERSUKACITA”!!!

Menurut pernyataan Paulus, kegembiraan sesungguhnya terjadi berdasarkan  hubungan seseorang dengan Allah yaitu suatu hubungan yang bersifat tetap dan tidak berubah.

Paulus bisa bersukacita meskipun berada di dalam penjara, Paulus sudah memberikan teladan kepada jemaat di Tesalonika. Oleh karena itu Paulus terus mendorong jemaat di Tesalonika untuk terus bersukacita dalam segala keadaan

Jadi ada makna dalam ungkapan “BERSUKACITA SENANTIASA”
Orang-orang Tesalonika dinasehati agar memperlihatkan hubungan mereka dengan Allah yang tidak berubah melalui wajah yang cerah dan penuh dengan sukacita. Hubungan jemaat Tesalonika dengan Tuhan akan membuat sukacita terpancar dalam wajah mereka.
Ungkapan ini mungkin bisa diterjemahkan dengan kiasan misalnya dengan “selalulah bermuka cerah”, “tunjukkanlah hati yang gembira”, atau “biarlah orang-orang mendengar hatimu bernyanyi”

Bagaimana orang bisa mendengar hati kita bernyanyi? Dengan melihat wajah kita, orang bisa mendengar nyanyian hati kita, apakah nyanyian kesedihan, nyanyian sukacita atau nyanyian persungutan, semua terlihat jelas dari wajah dan mata kita.

SUKACITA SEJATI HANYA BISA KITA DAPATKAN DALAM TUHAN YESUS.

Dari penjelasan diatas bisa kita simpulkan sukacita kita bukan tergantung keadaan yang kita alami tapi kita bersukacita karena memiliki hubungan dengan Tuhan. “Bersukacitalah senantiasa karena Tuhan” Seperti yang terdapat dalam

Mazmur 37:4a, Bergembiralah karena Tuhan maka Ia akan memberikan apa yang diinginkan hatimu. 


Jadi intinya disini bukan karena kita diberikan semuanya maka kita bergembira, yang benar adalah kita HARUS BERGEMBIRA KARENA TUHAN, dan percayalah kemudian berkat itu menyertai akan kita. Intinya adalah mereka dapat bergembira bukan saja karena Tuhan menjamin hidup mereka dengan memberikan semua yang dibutuhkan, tapi karena mereka memiliki hubungan dengan Tuhan.

Inilah JAMINAN sukacita didalam Tuhan, dibangun karena hubungan dengan Tuhan yang memberikan Jaminan Pemeliharaan dalam kehidupan.

Selamat memasuki hari yang penuh dengan sukacita yang ilahi, apapun keadaan yang kita hadapi kita tetap bersukacita karena memiliki Tuhan Yesus yang selalu ada bersama dengan kita.

Tuhan Yesus memberkati kita semuanya

EM